Pada tanggal 19 Bahman 1379 HS atau tahun 1979 Masehi, tiga hari sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, ketika rezim boneka Pahlevi yang kejam, sedang  melakukan upaya terakhirnya untuk mencegah kemenangan rakyat, para perwira angkatan udara hadir di tempat pertemuan Imam Khomeini serta menyatakan sumpah setia kepada beliau.

Setiap tahun pada hari peringatan bersejarah ini, pasukan Angkatan Udara Iran membarui sumpah setia kepada Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Peristiwa itu sedemikian penting sehingga keesokan harinya menjadi berita utama di berbagai media dan koran. Sumpah setia bersejarah ini, yang ditepis oleh Bakhtiar, Perdana Menteri terakhir rezim Pahlevi, dan dibenarkan oleh Imam Khomeini, merupakan salah satu berita yang mengabarkan bahwa Revolusi Islam Iran merupakan gerakan pasti dan membuat Bakhtiar enggan melanjutkan aktivitasnya untuk mempertahankan rezim monarki.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan para komandan angkatan udara

Imam Khomeini, di hadapan personil angkatan udara mengatakan, "Damai sejahtera bagi kalian yang menyadari berkah Allah dan bergabung dengan al-Quran. Damai sejahtera bagi kalian yang telah meninggalkan pemerintah taghut dan bergabung dengan pemerintahan Allah ... gerakan ini harus dijaga sehingga insya Allah akan terjaga hingga akhir, dan pada akhirnya pemerintahan keadilan kemanusiaan Islam, menggantikan pemerintahan taghut." Dan dengan demikian, setiap tahun, pada hari itu, personil Angkatan Udara Iran menyampaikan janji sumpah setia kepada Rahbar.

Rahbar dalam pertemuan dengan para komandan dan staf Angkatan Udara Iran, menyebut Angkatan Udara sebagai salah satu pilar kekuatan dan vital untuk negara dan Republik Islam, dan mengharapkan kesuksesan bagi para pemuda yang bertugas di lembaga ini. Beliau menilai 19 Bahman sebagai sebuah kehormatan besar bagi Angkatan Udara Iran dan sebuah hari besar untuk negara seraya menekankan, "19 Bahman bukan hanya kenangan manis dan membanggakan, tapi juga termasuk di antara hari yang menggambarkan kemuliaan, kemanusiaan dan pengorbanan sejati dan ketika setiap tahun diperingati dan diperhatikan, akan menambah khazanah revolusi, dan memperkokoh kekuatan pondasi revolusi."

Ayatullah Khamenei menilai Revolusi Islam sebagai fakta hidup yang tumbuh dari hari ke hari, yang menakjubkan para revolusioner dan juga musuh. Di dalam al-Quran, Allah Swt, dalam menyifati para sahabat Nabi (Saw), yaitu kaum revolusioner pada masa awal Islam, berfirman;

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."

Panglima tertinggi menekankan bahwa hari-hari pertama revolusi itu penuh semangat dan epik, namun sekarang kekuatan revolusi jauh lebih tinggi daripada di masa itu, dan rakyat revolusioner yang keyakinannya terhadap revolusi telah tertimbun di hati mereka lebih mapan, teguh, lebih sadar, dan lebih peka saat ini.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan para komandan angkatan udara

Rahbar menilai permusuhan para musuh revolusi sebagai bukti kokohnya pondasi revolusi selama 40 tahun, dan bersikeras bahwa pemerintah sebelum revolusi di Iran adalah rezim boneka yang patuh kepada perintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, di mana kebijakan dan ekonominya ada di tangan mereka. Menyusul Revolusi Islam, Amerika  kehilangan basis seperti itu di kawasan yang sensitif ini dan karena itu mereka memusuhi kita. Ayatullah Khamenei berkata, "Tujuan musuh adalah untuk menghindari kontinuitas dan bertahannya Revolusi dengan menggunakan cara apa pun yang dapat mereka lalukan."

Beliau menekankan bahwa mereka menggunakan semua cara baru untuk mengubah prinsip-prinsip revolusi di benak masyarakat Iran, namun tiba-tiba, bangsa ini dengan partisipasi epik mereka pada 22 Bahman atau 9 Dey untuk memperjuangkan pilar-pilar revolusi, seluruh rencana musuh buyar. Beliau menambahkan, "Tahun ini karena bualan beberapa pejabat AS dan non-Amerika, maka rakyat merasa bahwa musuh sedang mengintai dan mengobarkan permusuhan, dan karena ini, dengan izin Allah, partisipasi rakyat pada 22 Bahman tahun ini akan lebih meriah dan lebih bergairah dari sebelumnya dan semua orang akan datang."

Ayatullah Khamenei juga menganggap perang melawan kezaliman dan kerusakan pada tingkat internasional sebagai bagian dari kebijakan mendasar Republik Islam. Saat ini entitas yang paling kejam dan tak kenal belas kasihan di dunia adalah pemerintah AS, dan bahkan lebih buruk dari Daesh yang barbar. Daesh dibentuk oleh Amerika dan Presiden AS saat ini juga menyinggung masalah ini selama kampanye pilpres.

Amerika, jelas Ayatullah Khamenei, selain membentuk Daesh, juga mendukung mereka, tapi pemerintah AS dalam kampanye global mengaku membela hak asasi manusia dan orang-orang tertindas dan bahkan hak-hak hewan. Ditegaskan beliau, "Kita harus menyingkap wajah mereka dengan mengungkap fakta."

Rahbar lebih lanjut menuturkan, contoh nyata tirani Amerika adalah mendukung penindasan bangsa Palestina selama 70 tahun serta merestui pembantaian dan penindasan rakyat Yaman. "Infrastruktur Yaman dan rakyat tertindas di negara itu setiap hari dibombardir oleh sekutu-sekutu AS dan dengan senjata Amerika. Pemerintah AS tidak pernah menyuarakan protes dan keberatan, namun tanpa malu-malu dan dengan mempertontonkan besi tua, mengklaim bahwa pengiriman rudal dilakukan oleh Iran," sindir Rahbar.

Di bagian lain, Ayatullah Khamenei memaparkan salah satu contoh dari kehadiran dan perlawanan Republik Islam Iran di kawasan. Dalam kasus perlawanan di Asia Barat, lanjutnya, AS bertekad untuk menghancurkan perlawanan, tapi kami bangkit dan berkata kami tidak akan membiarkan ini terjadi. "Hari ini sudah terbukti bagi seluruh dunia yaitu; Amerika menginginkan, tapi gagal, dan kami menginginkan dan kami berhasil," pungkasnya.

Pawai Akbar 22 Bahman

Ayatullah Khamenei menganggap salah satu poin istimewa terbesar Republik Islam adalah kerakyatannya dan mengatakan bahwa beberapa gelombang pemikiran di masa lalu mengklaim nama rakyat namun mereka tidak mengetahui rakyatnya dan rakyat tidak memahami mereka. Akan tetapi, Imam Khomeini ketika terjun ke medan, dia juga mengenal rakyatnya, dan rakyat mengetahui, mengerti dan mengikuti kata-kata Imam Khomeini.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa rakyat adalah mereka yang setiap tahunnya menciptakan epik 22 Bahman, dan merekalah yang memprotes dan memisahkan diri dari barisan antek-antek musuh serta melawan mereka. Mengacu pada tuntutan rakyat, Rahbar mengatakan, "Kita harus mendengar tuntutan rakyat. Tuntutan rakyat adalah keluhan masalah korupsi, diskriminasi, inilah pesan rakyat. Rakyat tidak mengahdapi banyak masalah, mereka tidak menyukai korupsi, mereka tidak menyukai diskriminasi, mereka terhormat, oleh karena itu mereka mengeluh. Rakyat mengeluhkan korupsi dan diskriminasi, yang harus ditindaklanjuti oleh pihak berwenang – baik pejabat di cabang eksekutif, yudikatif maupun legislatif."

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di bagian akhir dari pernyataannya menekankan bahwa angkatan bersenjata harus memperbarui sistem mereka setiap hari. Beliau menekankan pembangunan kepribadian manusia, dan mengacu pada kepribadian Malek Ashtar, panglima pasukan Imam Ali as, seraya menekankan bahwa sosok militer Islam adalah yang beriman, berani dan rela berkorban yang berdiri kokoh melawan musuh, namun tidak sombong di hadapan kawannya.

Ayatullah Khamenei kemudian juga menekankan pentingnya pembangunan di bidang peralatan. Jihad swasembada telah dimulai pada masa-masa awal revolusi dari angkatan udara, yaitu pencipta epik 19 Bahman, dan sekarang kekuatan ini memiliki kemampuan swasembada dan produksi di bidang peralatan. Beliau mengakhiri pidatonya dengan janji bantuan ilahi dan berkata: "Ketahuilah bahwa isyaallah kemenangan bersama kalian; dalam semua kasus yang telah terjadi selama beberapa tahun ini, kesuksesan ilahi berada di tangan kubu revolusioner, dan di masa depan, kemenangan juga milik kalian dan negara Iran yang pejuang."

Tags

Feb 13, 2018 17:13 Asia/Jakarta
Komentar