Pada pelajaran kali ini, kami ajak Anda untuk mengenal salah satu tradisi keagamaan Islam di Iran, yaitu azadari, upacara peringatan hari wafat atau syahidnya seseorang. Salah satu upacara azadari yang terkenal adalah hari peringatan syahadnya Imam Husein as, cucu Rasulullah saw yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Masyarakat Iran banyak menggelar beragam ritual yang terkait dengan kematian. Sejak dulu, saat ritual kematian digelar, masyarakat Iran biasa membagikan kurma dan manisan kepada para pelayat yang datang. Sampai sekarang pun tradisi itu masih berjalan.  

Saat ini, Muhammad tengah menelpon temannya, Hamid membicarakan jadwal kegiatan untuk besok. Hamid berkata, besok ia berencana pergi ke masjid. Anda tertarik bukan dengan percakapan telepon Muhammad dan Hamid? Selengkapnya mari kita simak setelah mempelajari beberapa kosa-kata penting berikut ini.

Tu kar mikoni

Kamu bekerja

Tu mikhahi kar koni

Kamu ingin bekerja

Barnameh

Kegiatan, program

Tu barnameh dari

Kamu punya kegiatan

Farda

Besok

Badaz zohr

Setelah Zuhur

Man miravam

Saya pergi

Man mikhaham beravam

Saya ingi pergi

Masjed

Masjid

Che khabar ast?

Ada apa?

An moqe

Waktu itu

Vaght

Waktu

Namaz

Shalat

Keh

(Kata hubung) bahwa, yang

Marasem

Acara

Khatm

Acara pembacaan Al-Quran untuk orang mati (upacara kematian seperti tradisi tahlilan di Indonesia)

Mareseme khatm

Acara khatm

Pedar

Ayath

Dustam

Temanku

Qabl

Sebelum

U az donya raft

Dia meninggal dunia

Khoda rahmatesh konad

Semoga Tuhan merahmatinya

Pas

Kalau begitu

Seh

Tiga

Sevom

Ketiga

Haft

Tujuh

Haftom

Ketujuh

Chehel

Empat puluh

Chehelom

Keempat puluh

Farda

Besok

Afrad

Orang-orang

Fout shodeh

Meninggal dunia

Sugovari

Ritual hari kematian

Darim

Kami punya

Khaneh

Rumah

Farq nemikonad

Tidak berbeda

Ma migirim

Kami mengambil

Ma mikhahim begirim

Kami ingin mengambil

Che kar?:

Kegiatan apa? Kerja apa?

Che kar mikanid

Kamu punya kegiatan apa

Mardom

Masyarakat

Anha quran mikhanand

Mereka membaca al-Quran

Anha gush mikonand

Mereka mendengarkan

Sohbat

Pembicaraan

Sokhanrani

Ceramah

Mazhabi

Keagamaan

Gush mikonand

Mereka mendengarkan

Lebas-e meshki

Baju hitam

Shoma mi pushid

Kamu memakai

Dorost ast?

Benarkah?

Ma mipushim

Kami memakai

Nazdika

Kerabat dekat

Hamdardi

Turut berduka cita

Hamdardi mikonim

Kami turut berduka cita

 

Saudara, kini kita simak bersama percakapan Muhammad dan Hamid.

Muhammad

Besok, apa yang akan kamu lakukan? Kamu punya acara?

Hamid

Iya. Besok setelah dzuhur aku ingin pergi ke masjid.

Muhammad

Setelah Zuhur di masjid ada apa? Bukannya saat itu belum waktunya shalat?

Hamid

Aku pergi untuk menghadiri acara tahlilan bapak temanku. Bapak temanku meninggal dunia tiga hari lalu.

Muhammad

Semoga Tuhan merahmatinya. Kalau begitu kamu pergi ke masjid untuk menghadiri di acara tahlilan.

Hamid

Iya. Kami punya ritual kematian pada hari ketiga, ketujuh, dan keempat puluh.

Muhammad

Di masjid?

Hamid

Di Masjid atau di rumah. Tidak ada beda mesti di mana acara kami gelar.

Muhammad

Apa saja yang kalian lakukan dalam ritual kematian itu?

Hamid

Orang-orang membaca Al-Quran dan mendengar ceramah agama.

Muhammad

Apakah kalian juga mengenakan baju hitam? Benarkah?

Hamid

Iya. Kami mengenakan baju hitam dan turut berduka cita dengan kerabat dekat yang meninggal dunia.

 

Saudara, mari kita simak kembali percakapan tadi. Kali ini tanpa terjemah.

[dialog]

Muhammad dan Hamid terus melanjutkan perbincangannya tentang ritual kematian atau tradisi tahlilan di Iran. Hamid menceritkana, di Iran ritual kematian biasa digelar di masjid dan mereka yang hadir mengenakan pakaian hitam sebagai tanda belasungkawa. Keluarga lelaki dari kerabat dekat yang meninggal dunia, biasanya berdiri di depan masjid menyambut kedatangan para tamu. Acara itu juga dihadiri oleh seorang ulama atau tokoh agama yang diundang untuk memberikan ceramah keagamaan. Selain memberikan nasehat dan bimbingan moral, ceramah juga diisi dengan mengisahkan kembali sejarah tragedi syahidnya Imam Husein as yang dibantai di padang karbala. Setelah itu para tamu yang hadir bersama-sama membaca Al-Quran dan memanjatkan doa untuk yang meninggal. Biasanya keluarga yang meninggal dunia mengenakan pakaian hitam hingga empat puluh hari.

Setiap malam jumat, masyarakat muslim Iran juga memiliki tradisi untuk menziarahi makam sanak saudaranya. Sebagian lagi ada juga yang membagikan kurma, kue, atau makanan lainnya.

Feb 24, 2018 15:23 Asia/Jakarta
Komentar