Salah satu tugas penting manusia untuk melanjutkan kehidupan di muka bumi adalah menjaga kelestarian lingkungan. Dewasa ini selain pemerintah, organisasi non pemerintah (NGO) juga memiliki posisi istimewa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tugas penting ini kini menjadi tanggung jawab bersama. Semua kalangan, elit politik hingga rakyat biasa harus berperan menjaga lingkungan hidup demi kehidupan manusia, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.

Organisasi-organisasi non pemerintah atau non government organizations (NGO’s) adalah suatu lembaga yang didirikan atas prakarsa swasta yang menghimpun orang-orang swasta atau publik, fisik dan moral dari berbagai kewarganegaraan. Selain itu, organisasi non pemerintah ini sama sekali tidak mempunyai tujuan lukratif. Sasaran utamanya adalah mencoba untuk melunakkan, mempengaruhi ataupun mengubah kebijakan-kebijakan subjek hukum internasional melalui suatu kegiatan yang jangkauannya dapat meluas ke banyak negara.

Ruang lingkup kegiatan NGO ini sangat luas dan beraneka ragam: Bidang humaniter seperti ICRC, amnesty intenational, ataupun dewan-dewan gereja. Bidang politik seperti federasi sosialis, komunis, liberal dan lain-lain. Bidang ilmu pengetahuan seperti institute of international law association, gerakan pugwash yang memainkan peranan dalam definisi doktrin strategis Amerika Serikat pada permulaan tahun 1960-an. Bidang ekonomi dan sosial seperti federasi-federasi buruh dan asosiasi profesional. Bidang olahraga seperti komite olimpiade internasional. Bidang ekologi seperti Greenpeace.

Aktivitas manusia di beberapa dekade terakhir telah menyebabkan kerusakan lingkungan di muka bumi, satu-satunya planet di tata surya saat ini yang dapat dihuni manusia. Setelah mengalami penderitaan dan kerugian yang tak dapat diperbaiki, manusia selama tiga dekade terakhir memahami bahwa kepentingan di bumi tergantung pada kelestarian lingkungan.

Lingkungan Hidup

Dengan demikian berbagai negara mulai menerapkan kebijakan pemanfaatan bumi secara proporsial dan juga giat menggelar berbagai kampanye dan program pelestarian sumber alam. Kini kebijakan lingkungan hidup menjadi agenda kerja paling penting negara-negara industri dan berkembang.

Untuk merealisasikan program pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, para pakar mulai melirik langkah-langkah di tingkat lokal dan regional. Sementara itu, organisasi non pemerintah (NGO) dalam hal ini mulai dilibatkan dalam program pelestarian lingkungan. Hal ini penting mengingat NGO, sebuah lembaga yang melibatkan masyarakat dan biasanya kegiatan yang mereka gelar ramai diikuti oleh para relawan. NGO juga efektif dalam memobilisasi massa untuk menggelar sebuah kegiatan.

Agenda 21 yang diratirifikasi di KTT Bumi Rio yang digelar tahun 1992 dengan transparan menyebut NGO sebagai mitra penting untuk merealisasikan pembangunan berkelanjutan. Urgensitas NGO juga dapat dicermati dalam pidato Kofi Annan, mantan sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyebut abad 21 sebagai era organisasi non pemerintah (NGO).

Secara global dapat dikatakan bahwa NGO sebuah lembaga eksklusif, swasta dan mendiri yang memiliki aktivitas di bidang pembangunan berkelanjutan, lingkungan hiduo, pengentasan kemiskinan, penyebaran keadilan dan membela hak asasi manusia (HAM). Organisasi ini biasanya sangat dekat dengan penduduk lokal dan berbagai kelompok lain serta memberikan pelayanan efektif dan lebih murah dari pemerintah.

Ruang lingkup aktivitas organisasi ini mencakup riset, penyebaran informasi, pendidikan, pelatihan, pelayanan sosial, memberikan tekanan untuk mengubah peraturan dan protes massa. Kuantitas mereka mencakup kelompok-kelompok kecil hingga kelompok raksasa dengan domain nasional atau internasional.

Pengaruh kuat NGO lingkungan hidup pasca KTT Bumi membuat organisasi ini dikenal sebagai penggerak kuat di dunia. Oleh karena itu, mayoritas anggota yang aktif di organisasi ini serta simpatisan mereka di negara-negara Barat menilai gerakan ini sebuah proses yang berhasil. Dewasa ini aktivis lingkungan yang tergabung dalam berbagai organisasi pecinta lingkungan dan Greenpeace mulai mendapat pengakuan internasional. Bahkan organisasi pecinta lingkungan ini mampu mempengaruhi para anggota parlemen di berbagai negara untuk memperhatikan pelestarian lingkungan hidup.

Di tingkat lokal, NGO lingkungan hidup dan sumber alam, mengingat pemahaman mereka atas tradisi dan keyakinan warga setempat, mampu menjadi kekuatan yang mampu menggalang kerja sama dengan instansi pemerintah. Aktivitas organisasi ini mengingat gerakan spontan dan kebutuhan beragam dalam pembentukannya dapat dikategorikan dalam tiga bentuk.

Lingkungan Hidup

Pertama, pendidikan, pelatikan dan penyebaran informasi serta meningkatkan pengetahuan dan budaya lingkungan di antara berbagai lapisan masyarakat. Kedua, riset dan penelitian di bidang mekanisme menjaga, rehabilitasi pembangunan dan pemanfaatan sumber alam. Ketiga, langkah positif yakni organisasi ini melalui mobilisasi massa mampu melakukan langkah-langkah protektif keragaman flora dan fauna.

NGO yang aktif di bidang lingkungan tidak terbatas pada satu negara, namun organisasi internasional non pemerintah (INGO) di bidang lingkungan juga memainkan peran penting. Di antara INGO lingkungan adalah greenpeace. Greenpeace tidak berafiliasi dengan instansi pemerintah manapun dan tidak menerima bantuan finansial dari pemerintah, perusahaan atau partai politik. Biaya operasional organisasi ini ditanggung oleh tiga juta simpatisannya di seluruh dunia.

Greenpeace adalah suatu lembaga swadaya masyarakat, organisasi lingkungan global, yang memiliki cabang di lebih dari 40 negara dengan kantor pusat di Amsterdam, Belanda. Didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971, pada awalnya dengan nama Don't Make a Wave Committee untuk menghentikan percobaan nuklir yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat di Amchitka, Alaska.

Para aktivis mengirimkan kapal sewaan, Phyllis Cormack, yang diubah namanya menjadi Greenpeace, ke lokasi pengujian nuklir. Mereka lalu mengadopsi nama Greenpeace menjadi nama organisasi. Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan, konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan berbagai aksi perusakan lingkungan seperti pengujian nuklir, penangkapan ikan paus besar-besaran, deforestasi, dan sebagainya.

Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi. Organisasi internasional pecinta lingkungan ini hingga kini menorehkan banyak prestasi baik di bidang nasional maupun internasional. Hal ini mendorong kebencian sejumlah negara terhadap greenpeace.

Salah satu contoh dari kebencian sejumlah negara terhadap greenpeace adalah peristiwa yang terjadi pada kapal milik organisasi ini Rainbow Warrior yang ditenggelamkan oleh agen-agen Perancis di perairan Auckland, Selandia Baru pada 10 Juli 1985. Selain menenggelamkan kapal tersebut, insiden ini juga menewaskan Fernando Pereira, salah satu aktivis. Kapal ini dalam perjalanan untuk menggelar protes atas pengujian nuklir oleh Prancis di Mururoa Atoll, sekitar 1.200 kilometer arah Tahiti.

Penyidikan yang digelar pasca insiden menunjukkan agen keamanan Perancis terlibat dalam peristiwa pengeboman ini. Terkuaknya keterlibatan Perancis di insiden ini berujung pada pengunduran diri perdana menteri Perancis dan pencopotan kepala dinas intelijen negara ini.

INGO lain yang aktif di lingkungan hidup adalah World Wide Fund for Nature (WWF). WWF adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan, dulunya bernama World Wildlife Fund dan masih menjadi nama resmi di Kanada dan Amerika Serikat.

Lingkungan Hidup

WWF adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan. WWF adalah sebuah yayasan yang pada tahun 2010 mendapatkan 57% pendanaannya dari pihak perorangan dan warisan, 17% dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) dan 11% dari berbagai perusahaan.

Grup ini memiliki misi "menghalangi dan memutarbalikkan penghancuran lingkungan kita". Saat ini, sebagian besar tugas mereka terfokus pada konservasi tiga bioma yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, dan samudera dan pantai. Selain itu, WWF juga menangani masalah spesies terancam punah, polusi dan perubahan iklim.

Kajian tarhadap aktivitas NGO, khususnya INGO menunjukkan bahwa organisasi ini dengan aktivitasnya di sektor lingkungan sedikit banyak mampu menghapus kekosongan hukum internasional lingkungan hidup dan pada akhirnya dapat dikatakan bahwa konvensi internasional lingkungan hidup yang ada saat ini juga berkat aktivitas organisasi non pemerintah.

Tags

Apr 18, 2018 03:17 Asia/Jakarta
Komentar