Rekan setia, dalam pelajaran sebelumnya kami perkenalkan kepada Anda dua kawasan padang pasir terbesar di Iran: Dasht-e Kavir dan Kavir-e Lout. Kebetulan hari ini, Muhammad dan Ramin kembali melanjutkan perbincangannya seputar kondisi alam kawasan padang pasir dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, suhu udara di padang pasir sangat panas. Langkanya air dan minimnya curha hujan, membuat kawasan padang pasir sangat tidak kondusit untuk dijadikan tempat tinggal. Meski demikian, di sekitar kawasan padang pasir di Iran, kita masih bisa menjumpa beberapa kota dan desa. Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani kurma dan kacang pistachio. Selain itu, mereka juga dikenal sebagi pengerajin permadani, pembuat gerabah dan keramik, kain tenun, dan sulaman.

Nah saudara, sebelum kita simak langsung kelanjutan dari percakapan Muhammad dan Ramin, kita pelajari bersama beberapa kosa kata penting berikut ini:

Kavir

Padang pasir

Heyvan

Hewan

Heyvanat

Hewan-hewan

Anha zendegi mikonand

Mereka hidup, mereka tinggal

Markaz

Pusat

Tedad

Jumlah

Tedad kami

Sejumlah kecil

Geyah

Tumbuhan

Vujud darad

Ada

Atraf

Sekeliling, sekitar

Atraf kavir

Sekitar padang pasir

Mar

Ular

Shotor

Onta

Pas

Kalau begitu

Mardom

Masyarakat

Anha darand

Mereka punya

Anha hastand

Mereka memiliki

Rousta

Desa

Roustaha

Desa-desa

Keshavarz

Petani

Keshavarzan

Para petani

Anjam

Melakukan

Anjam karha

Melakukan pekerjaan

Anha estefadeh mikonand

Mereka menggunakan

Shahr

Kota

Shahr-ha

Kota-kota

Bozorg

Besar

Kheyli

Sangat

Faqat

Hanya

Kerman

Kerman

Yazd

Yazd

Isfahan

Isfahan

Rousta

Desa

Roustaha

Desa-desa

Ab

Air

Az koja

Dari mana

Anha miavarand

Mereka membawa

Rah

Jalan, kanal

Rah-ha

Jalan-jalan

Dar qadim

Di masa lalu

Zir

Bawah

Zir zamin

Bawah tanah

Anha dorost mikardand

Mereka membuat

Baraye

Untuk

Cheh?

Apa?

Anha miguyand

Mereka berkata

Qanat

Kanal air bawah tanah

Keshavarzi

Pertanian

Anha keshavarzi mikonand

Mereka bertani

Dorost ast

Benar

Hava

Udara

Garm

Panas

Khoshk

Kering

Kam

Sedikit

Toufan

Topan

Toufan-e shen

Badai gurun pasir

Memari

Arsitektur

Jaleb

Menarik, unik

Chand

Berapa

Film

Film

Man dideh-am

Saya melihat

Khaneh

Rumah

Khaneh-ha

Rumah-rumah

Gonbadi

Berkubah

Qashang

Indah

 

Kini kita simak bersama percakapan Muhammad dan Ramin:

Muhammad

Hewan apa saja yang hidup di padang pasir?

Ramin

Di tengah padang pasir terdapat sedikit hewan dan tumbuhan. Namun di sekitarnya ada juga binatang seperti onta dan ular.

Muhammad

Kalau begitu, penduduk di sekitar padang pasir juga punya onta?

Ramin

Iya. Di desa-desa sekitar padang pasir, para petani menggunakan onta untuk melakukan pekerjaannya.

Muhammad

Apakah kota-kota di sekitar padang pasir, ada yang besar?

Ramin

Tidak. Kota-kota di sana tidak begitu besar. Hanya Kerman, Yazd, dan Isfahan yang besar.

Muhammad

Penduduk kota dan desa di sana dari mana memperoleh air?

Ramin

Di zaman dulu, mereka membuat kanal-kanal air bawah tanah.

Muhammad

Kanal-kanal air itu disebut apa?

Ramin

Kanal-kanal itu disebut qanat. Mereka juga bertani dengan menggunakan air qanat.

Muhammad

Menurutku hidup di dekat pandang pasir itu susah.

Ramin

Iya. Benar. Udaranya panas, kering, air langka, dan terdapat badai gurun pasir.

Muhammad

Tapi arsitektur padang pasir sangat menarik. Saya pernah melihat beberapa film tentang arsitektur padang pasir.

Ramin

Iya. Rumah-rumah di sana berkubah dan sangat indah.

 

Saudara, mari kita simak kembali percakapan Muhammad dan Ramin.

[dialog]

Muhammad dan Ramin tengah berjalan menuju toko. Sambil berjalan, Ramin masih melanjutkan obrolannya tentang padang pasir. Ia juga menceritakan tentang cerita-cerita menarik mengenai gurun pasir. Penduduk di sana sering bercerita tentang kisah orang-orang yang hilang di tengah gurun. Mereka meyakini, tak ada seorang pun yang bisa pergi ke tengah-tengah padang pasir dan kembali dengan selamat dari sana. Di tengah gurun juga sering muncul fatamorgana yang sangat menipu. Ketika dari jauh, terlihat seperti adanya air. Namun ketika didekat, ternyata hanya bayangan uap air. Di tengah padang pasir juga sering terjadi badai gurun sehingga membuat bentuk padang pasir selalu berubah-ubah.

Di sekitar kawasan padang pasir di Iran terdapa tempat-tempat peristirahatan kuno para musyafir di masa lalu. Dalam bahasa Persia, tempat peristirahatan itu disebut “karavan saray”. Kini bangunan-bangunan itu sudah banyak yang direnovasi dan menjasi pusat obyek wisata. Menjelang petang, pemandangan di padang pasir sangat indah, terlebih lagi saat matahari mulai terbenam dan bintang-bintang mulai bermunculan. Kami berharap, Insyaallah suatu hari nanti Anda juga bisa mampir ke Iran dan melihat langsung suasana padang pasir di sini.

Apr 27, 2018 18:38 Asia/Jakarta
Komentar