Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, kalangan akademisi Iran yang datang dari berbagai perguruan tinggi dan pusat riset negara ini bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei. Dalam pertemuan yang berlangsung di hari ke-25 bulan suci Ramadhan ini, dibahas berbagai masalah penting dari kemajuan ilmu pengetahuan hingga persoalan ekonomi yang dihadapi Iran.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan yang berlangsung hari Minggu (10/6) menyampaikan pentingnya ilmu pengetahuan dan peran sentral perguruan tinggi. Rahbar juga menyinggung masalah yang dihadapi pendidikan tinggi Iran dewasa ini.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Pada pertemuan terbaru antara Ayatullah Khamenei dengan kalangan akademisi Iran kali ini, sebagaimana pertemuan sebelumnya, perwakilan dari dosen, dan peneliti menyampaikan berbagai masalah sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Rahbar menyambut dengan antusias perhatian besar kalangan akademisi terhadap masalah dalam negeri, dan menilainya sebagai gerakan penting masyarakat intelektual Iran.

Poros utama pembicaraan Rahbar dalam pertemuan tersebut mengenai urgensi perguruan tinggi sebagai sarana untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Tiga masalah utama menjadi isu sentral yang disampaikan Ayatullah Khamenei berkaitan dengan perguruan tinggi antara lain: keterlibatan perguruan tinggi dalam masalah dalam negeri; pembinaan moral dan budaya para mahasiswa; dan perubahan signifikan dalam perguruan tinggi.

Mengenai masalah pertama tentang keterlibatan kalangan akademisi dalam berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Iran, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan dengan teliti dan terpadu yang dilakukan oleh para ahlinya. Oleh karena itu, keterlibatan perguruan tinggi sangat dibutuhkan.

Rahbar menjelaskan, "Berbagai persoalan ini harus diselesaikan; tapi jika masalah dilakukan tanpa keahlian, tanpa pengelolaan yang benar, tanpa pemikiran dan kecermatan; bisa dipastikan tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan. Bahkan sebaliknya, masalah akan semakin rumit, berkelanjutan dan terus bertambah besar. Oleh karena itu, penyelesaian masalah membutuhkan orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing."

Dengan pertimbangan ini, perguruan tinggi yang berperan signifikan melahirkan sumber daya manusia berkualitas harus terlibat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan perwakilan dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Iran menyebutkan sejumlah masalah yang dihadapi negara ini dari persoalan ekonomi, industri, sosial hingga dukungan terhadap produk dalam negeri.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Menanggapi pernyataan tentang isu ekonomi yang disampaikan perwakilan dosen dan peneliti  dalam pertemuan  tersebut, Rahbar mengungkapkan, "Saya berulang kali telah menyampaikan kepada para pejabat tinggi negara supaya memperhatikan saran tentang masalah ekonomi dari para dosen perguruan tinggi yang dipublikasikan di koran….ini perlu diketahui oleh para pejabat mengenai adanya pandangan lain di luar keputusan yang diambil institusi terkait di pemerintahan. Ini bisa jadi solusi,".

Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Khamenei menyinggung kedudukan tinggi para ilmuwan dan peneliti. Ditegaskannya, "Cendekiawan jangan disibukkan di ruang pejabat, tapi sebaliknya pejabatlah yang harus menemui rumah ilmuwan, dan meminta bantuan kepadanya,".

Rahbar memberikan contoh salah satu masalah penting di bidang ekonomi yang harus melibatkan kalangan akademisi mengenai peningkatan produksi dalam negeri. Beliau memaparkan, "Misalnya, kita melihat terjadi hambatan produksi komoditas berkualitas di dalam negeri. Pertama, kita di dalam negeri harus memproduksi barang berkualitas sehingga konsumen mau membelinya… selanjutnya, bagaimana pemasarannya. Bagaimana kita merumuskan supaya produk tersebut dikonsumsi di dalam negeri dan bisa diekspor ke luar negeri,".

Meskipun Rahbar menilai sudah terjadi peningkatan terhadap dukungan kepada produk lokal Iran, tapi beliau menegaskan perlunya peningkatan dukungan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Ayatullah Khamenei meminta bantuan dosen dan peneliti untuk mengkaji faktor apa yang bisa mendorong peningkatan daya beli terhadap produk lokal tersebut, termasuk melacak akar masalahnya.

Ayatullah Khamenei memandang bantuan kalangan akademisi terhadap industri sangat penting. Misalnya, produksi uranium yang diperkaya 20 persen untuk penggunaan pengobatan sejumlah penyakit. Negara-negara Barat yang meyakini Iran tidak akan bisa menghasilkan produk seperti itu yang berkaitan dengan teknologi tinggi, dipastikan akan membebankan sejumlah syarat sangat berat bagi Iran jika ingin membelinya dari mereka, dan sebagian dari syarat tersebut bersifat politis.

Tapi ternyata, ilmuwan Iran berhasil memproduksi komoditas seperti itu, sehingga Iran tidak membutuhkan uluran tangan negara lain. Dari pengalaman penting ini, Rahbar menegaskan, "Kita bisa melakukannya, lalu mengapa tidak bisa meningkatkan produktivitas sumur minyak kita sendiri? Mengapa  tidak bisa meningkatikan kemajuan industri kita sendiri? Masalah ini jelas membutuhkan peran aktif perguruan tinggi untuk membantu industri,".

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyinggung sejumlah masalah sosial di dalam negeri yang membutuhkan solusi terpadu dari para ahli yang tentu saja melibatkan kalangan akademisi.

Mengenai kemajuan sebuah masyarakat Islam, Rahbar menjelaskan peran spiritualitas dan akal dalam pendidikan. Beliau menjelaskan, "Akal dalam satu tingkatan bisa menjadikan manusia mencapai kedudukan sangat dekat dengan Tuhan, hingga mencapai maqam Tauhid. Pada tingkatan yang lebih rendah, akal akan membimbing manusia dalam kehidupan sesuai ajaran Islam. Di level lain, akal juga mengatur hubungan material kehidupan manusia. Semua dilakukan dengan akal. Akal dan potensi aqliyah manusia, bisa mewujudkan semua ini; oleh karena itu membutuhkan pendidikan spiritualitas,".

Para akademisi dan ilmuwan yang bertemu Rahbar

Ayatullah Khamenei meminta para dosen dan peneliti untuk memperhatikan masalah moralitas dan spiritualitas para mahasiswa. Menurut beliau, perguruan tinggi harus mendidik para pemuda yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, telaten, tidak malas, pekerja keras dan percaya diri, menerima kebenaran dan menyuarakannya; semua itu adalah ciri-ciri seorang manusia yang berkualitas; Islam juga membutuhkan sumber daya manusia demikian; jika keberadaan mereka bisa dikelola dengan baik, maka akan membawa masyarakat menuju perbaikan dan kemenangan.

Rahbar juga menekankan pentingnya identitas bagi mahasiswa. "Didiklah pemuda yang memiliki identitas. Jika masyarakat tidak perduli dengan identitasnya, maka ia akan mudah dibungkam dan ditekan. Orang yang berdiri di kakinya sendiri adalah orang-orang yang memiliki identitas; identitas ini bisa jadi identitas nasional, atau bisa juga identitas agama maupun kemanusiaan," tegas Ayatullah Khamenei.

Di hadapan para dosen dari berbagai perguruan tinggi Iran, Rahbar memberikan pesan supaya universitas mendidik mahasiswa yang penuh optimisme, optimis terhadap kondisi bangsa dan negaranya, serta masa depannya.

Masalah lain yang disinggung Rahbar dalam pidatonya tentang perubahan signifikan dalam institusi akademis demi kemajuan bangsa dan negara. Di akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei menjelaskan berbagai kemajuan yang diraih Iran di bawah tekanan sanksi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengungkapkan, "Kita mencapai kemajuan di bidang nano teknologi, stemcell, nuklir dan nanobiologi,". Semua kemajuan tersebut dicapai di saat Iran berada dalam tekanan sanksi, dan inkonsistensi sejumlah negara Barat terhadap komitmennya sendiri.

Jun 16, 2018 13:39 Asia/Jakarta
Komentar