Kaviar adalah makanan yang terbuat dari telur ikan tertentu, umumnya ikan sturgeon, yang sudah diproses dan digarami. Makanan ini secara komersial dipasarkan sebagai makanan mewah, dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan lain. Kaviar hitam paling banyak berasal dari telur ikan sturgeon laut Kaspia di Azerbaijan, Iran, Rusia, dan Kazakstan. Jenis kaviar yang paling mahal adalah varian Beluga, Ossetra, dan Sevruga.

Ikan Kaviar atau sturgeon termasuk spesies aquatik langka dan masih termasuk famili ikan bertulang tertua dunia yang masih hidup. Mereka hewan asli sungai, danau, dan pantai di subtropis, iklim sedang, dan subarktik sepanjang Eurasia dan Amerika Utara. Mereka memiliki tubuh yang panjang dengan sisik yang sangat sedikit dan ukuran yang lumayan besar.

Rentang ukuran sturgeon dari 2 - 3,5 m panjangnya dan beberapa spesies dapat tumbuh hingga 5,5 m. Kebanyakan sturgeon adalah anadromous, bertelur di arus sekitar delta sungai dan estuari. Sementara spesies yang sepenuhnya berada di air tawar, jarang sekali mengunjungi lautan terbuka dan area pantai.Telur ikan ini biasa di konsumsi sebagai Kaviar

Telur ikan Kaviar

Beberapa spesies sturgeon dipanen untuk telurnya, yang dipakai untuk membuat kaviar, makanan mewah yang sangat berharga untuk dijadikan subjek penangkaran ikan. Karena mereka sangat lambat dalam berkembang dan menjadi dewasa, mereka sangat rentan terhadap eksploitasi dan ancaman lainnya, termasuk polusi dan fragmentasi habitat. Kebanyakan spesies dinyatakan berstatus rentan, terancam, atau kritis.

Ikan Kaviar dikatakan termasuk famili ikan bertulan tertua dunia dan dengan demikian keberadaan ikan telah ada sejak ratujan juta tahun lalu. Bahkan sejumlah pendapat mengatakan, Kaviar telah ada di era dinosaurus. Seiring berlalunya waktu, dan dikarenakan berbagai faktor seperti iklim dan pencemaran, keberadaan ikan kaviar di bumi semakin langka.

Kaviar hidup di berbagai belahan dunia secara terbatas, namun mayoritas ikan ini hidup di Laut Kaspia. Berdasarkan data yang ada, sekitar 93 persen ikan Kaviar hidup di Laut Kaspia.  Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies dalam famili Acipenseridae. Ada lima spesies yang terkenal dan hidup di laut Kaspiap.  Great While Sturgeon Beluga, Persian Sturgeon, Russian Sturgeon, Ship Sturgeon dan Stellate Sturgeon.

Meski ikan sturgeon berukuran besar, namun ikan ini bukanlah merupakan ikan predator. Makanan ikan sturgeon berupa kerang-kerang kecil, udang-udang didasar kali dan berbagai macam telur ikan yang berada di dasar perairan. Ikan sturgeon merupakan pemangsa dasar atau bottom feeder. Mulutnya bentuknya lunak dan tidak bergigi sehingga ia mencari makan dengan mengaduk-aduk dasar perairan dengan mulutnya dan memangsa makanan yang terdapat di perairan keruh itu dengan menghisapnya. Dengan cara makan yang cukup kuno tersebut ikan sturgeon hidup sangat bergantung dengan kondisi dan kualitas air. Jika dasar perairan mengandung banyak makanan, maka perkembangannya bisa menjadi maksimal.

Sebagai salah satu ikan raksasa yang pernah ada, ikan sturgeon dapat tumbuh hingga puluhan tahun, tercatat terdapat ikan ini yang mampu mencapai umur 100 tahunh. Dengan masa hidup yang lama, pertumbuhan ikan sturgeon juga cukup lambat termasuk masa reproduksi dan perkembangbiakannya. Sehingga sangat rentan terhadap kepunahan dan penangkapan ikan yang kurang bertanggungjawab.

Bersama dengan anggota Chondrostei lainnya, sturgeon memiliki kartilago (tulang rawan), sedikit sekali memiliki ciri-ciri vertebrata, dan diselimuti oleh lapisan bertulang yang disebut scute, bukan sisik. Mereka juga memiliki empat helai “kumis” yang muncul di mulut mereka yang tanpa gigi, umumnya digerakkan sepanjang dasar sungai untuk mendeteksi keberadaan mangsa. Sturgeon dapat dikenali dengan tubuhnya yang panjang, rostra yang rata, scute yang unik, dan kumsinya.

Telur ikan Kaviar

Mereka hidup di area bentik, mengaduk dasar perairan dengan mulutnya, dan menggunakan kumisnya untuk mendeteksi keberadaan kerang, crustacea, dan ikan kecil yang merupakan mangsa mereka. Mereka tidak memiliki gigi, mereka tidak mempu mengunyah mangsa. Namun spesies yang besar mampu menelan mangsa yang sangat besar, bahkan seluruh bagian tubuh salmon dan bayi anjing laut.

Di antara ikan terbesar dari Sturgeon adalah beluga (Huso huso) di Laut Kaspia, dilaporkan mampu tumbuh hingga 5,5 m dengan berat mencapai 2000 kg, sementara kaluga (Huso dauricus) dari sungai Amur memiliki panjang yang sama dengan berat 1000 kg. Mereka diperkirakan merupakan ikan yang memiliki usia tertua, beberapa mencapai usia kematangan seksual di usia 20 tahun dan mampu hidup hingga usia 100 tahun. Kombinasi dari lambatnya perkembangan hidup dan rata-rata reproduktif dan harga yang tinggi bagi sturgeon betina dewasa yang mampu bertelur membuat sturgeon sangat rentan terhadap overfishing.

Pemanfaatan telur caviar sebagai makanan khas dan bergengsi menjadi masalah tersendiri bagi ikan sturgeon karena pertumbuhannya yang lambat ikan ini sekarang termasuk ikan langka yang susah ditemukan. Di beberapa negara maju penangkapandan pemancingan ikan sturgeon sudah diatur dengan undang-undang perikanan dengan aturan yang amat ketat, bahkan beberapa negara melarang penangkapan ikan sturgeon untuk keperluan konsumsi.

Pemanfaatan telur kaviar sebagai bahan masakan sangat menggangu perkembangbiakan ikan ini. Karena telur yang sebenarnya dipakai untuk berkembangbiak akhirnya malah dijadikan pemuas nafsu makan sebagian orang yang kaya. Semoga perlindungan ikan sturgeon semakin hari semakin diperhatikan guna menghindari ikan sturgeon dari kepunahan.

Ada lima spesies ikan sturgeon di Laut Kaspai. Pertama Great While Sturgeon atau yang dikenal juga dengan Beluga. Ikan ini tercatat sebagai ikan terbesar di Laut Kaspia dari spesies sturgeon yang ada. Telur yang dihasilkan dari Beluga tercatat sebagai telur Kaviar nomor satu dan termahal. Telur yang dihasilkan dari Beluga di Iran yang terbesar sekitar 100 kg. Catatan menunjukkan ikan Beluga terbesar yang pernah ditangkap di Iran memiliki berat sekitar 1400 kg dan berumur lebih dari 100 tahun.

Kedua adalah Persian Sturgeon. Ikan ini mayoritasnya hidup di bagian selatan Laut Kaspia, tepatnya di perairan Republik Islam Iran. Mayoritas para pakar menilai ikan ini termasuk famili dari spesies sturgeon Rusia. Namun kini mengingat maraknya pengembangbiakan dan budidaya ikan ini, maka sturgeon Iran dinilai sebagai spesies tersendiri.

Telur ikan Kaviar

Persian sturgeon dari sisi nilai menempati posisi kedua setelah Beluga. Sturgeon Iran memiliki banyak warna, mulai dari abu-abu dan terkadang keemasan. Sturgeon Iran paling banyak digemari di dunia dan harganya pun relatif tinggi. Mengingat kelangkaan ikan ini, di Iran ikan ini mulai dibudidayakan dan ketika musim semi, ikan-ikan tersebut dilepas ke Laut Kaspia sehingga ikan sturgeon tidak musnah.

Spesies ketiga adalah Russian Sturgeon. Ikan ini mayoritasnya hidup di wilayah utara Laut Kaspia. Di wilayah selatan pantai Iran pun ikan ini dapat juga ditemukan. Ketika musim bertelur, Russian sturgeon biasanya bersama dangan Persian sturgeon memasuki danau Sefid-rud dan Gorgan di utara dan timur laut Iran.

Ketiga adalah Ship Sturgeon yang keberadaannya tidak fokus pada satu wilayah tertentu. Ikan ini hidup di berbagai wilayah Laut Kaspia, khususnya di wilayah selatan. Selama bertahun-tahun lalu ikan sturgeon ini juga ada di laut Hitam dan Danau Aral, namun karena berbagai sebab termasuk aksi penangkapan ikan besar-besaran, akhirnya spesies ini mengalami kepunahan. Mengingat spesies ship sturgeon di perairan Rusia, Azerbaijan dan Turkmanestan mencapai titik terendah, maka perdagangan kaviar dari spesies ini dilarang.

Sementara di Iran, demi melestarikan spesies sturgeon ini, penangakapan ikan ini termasuk list merah di organisasi lingkungan hidup. Selama beberapa tahun lalu banyak upaya yang telah dilakukan untuk membantu kelestarian ship sturgeon dengan mengembangbiakkan bibit dan melepaskannya ke laut Kaspia.

Spesies terakhir sturgeon di Laut Kaspia adalah Sevruga Caviar atau south caspian stelute sturgeon. Mengingat  ikan ini tergolong kecil dan kualitasnya pun rendah, maka harga kaviar dari ikan ini juga paling murah. Meski demikian nilai gizi dari kaviar ini tidak berbeda dengan kaviar dari spesies sturgeon lainnya.

Tags

Jun 20, 2018 14:41 Asia/Jakarta
Komentar