Anda tentu masih ingat bukan, beberapa waktu lalu Hamid menelpon Muhammad untuk mengajaknya bergadang ke rumah Said bersama teman-teman yang lain. Muhammad pun menyanggupi ajakan Hamid.

Rumah Said berada di perkampungan kawasan kota tua Tehran. Beberapa tamu lain sudah datang terlebih dahulu, sebelum Muhammad dan Hamid tiba. Mereka bergadang di rumah Said sambil berbincang-bincang tentang beragam persoalan. Ibu Said yang sudah sepauh baya, datang menghidangkan teh, camilan dan buah-buahan serta menyambut mereka dengan begitu ramah dan hangat. Ia pun berkali-kali mempersilahkan teman-teman Said menikmati hidangan ringan yang disediakan.

Muhammad begitu kagum dengan keramahan dan sambutan hangat ibu Said. Selama ini, Muhammad pun sudah sering mendengar dan menyaksikan langsung keramah-tamahan masyarakat Iran dalam menyambut tamu. Tak berasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Muhammad bersama tamu-tamu lainnya memutuskan untuk segera pamit mengundurkan diri. Namun Ibu Said meminta mereka untuk tinggal beberapa waktu lagi.

Rekan setia, Anda tertarik bukan untuk mengikuti lebih jauh pelajaran kita kali ini? Untuk itu kami ajak Anda terlebih dahulu mempelajari beberapa kosakata penting berikut:

Bebakhshid

Maaf

Khanom

Nyonya, ibu (panggilan untuk perempuan separuh baya ke atas)

Zahmat dadim

Kami sangat merepotkan Anda

Che zahmati

Repot apanya

Khahesh mikonam

Tidak apa-apa (jika digunakan untuk membalas ungkapan “zahmat dadim”)

Man shodam

Saya (menjadi)

Khoushhal

Gembira, senang

Kheyli khoushhal shodam

Saya sangat senang sekali

Dast-e shoma dard nakonad

Terimakasih, jangan repot-repot

Be salamat

Semoga selamat

Khoush amadid

Selamat datang

Khoda hafez

Tuhan melindungimu, Selamat jalan

Khoda khafizi

Berpamitan

Shoma ta’arof kardid

Anda berbasa-basi

Anha ta’arof mikonand

Mereka berbasa-basi

Mehraban

Ramah, penyayang

Mehman nawaz

Ramah

Mehman

Tamu

Madar

Ibu

U bud

Dia

U dust dasht

Dia suka

Ziyad

Banyak

Ma bokhourim

Kami makan

Miveh

Buah

Shirini

Kue

Mesle

Seperti

Keshvar

Negara

Tu mikhahi

Kamu ingin

Ta’arof

Etika basa-basi khas Iran

Ta’arofha

Etika basa-basi khas Iran (bentuk jamak)

Man komak mikonam

Saya membantu

Tu yad begiri

Pelajarilah!

Kheyli mamnum

Terima kasih

Khahesh mikonam

Sama-sama (jika digunakan untuk membalas ucapan terima kasih)

 

Rekan setia, selanjutnya kita simak bersama percakapan Hamid, Muhammad dan ibu Said.

Hamid

Maaf Bu, kami telah merepotkan Anda.

Ibu Said

Tidak apa-apa, repot apanya? Saya sangat senang sekali.

Muhammad

Terimakasih, jangan repot-repot

Ibu Said

Sama-sama. Silakan, selamat datang!

Hamid

Tuhan melindungi Anda!

 

Rekan setia mari kita simak ulang percakapan tadi!

[dialog]

Proses berpamitan berjalan agak lama. Muhammad sendiri merasa terheran-heran dengan etika bertamu orang-orang Iran. Para tamu terlihat sangat senang sekali setelah berjam-jam saling bercengkrama. Muhammad dan Hamid pun segera mengendarai mobil. Sementara ibu dan ayah Said mengantar para tamu hingga ke depan pintu. Muhammad sangat terharu dengan keramahtamahan keluarga Said. Dalam perjalanan kembali ke rumah, Muhammad dan Hamid pun membicarakan tradisi dan etika bertamu masyarakat Iran yang sangat santun dan ramah. Selanjutnya mari kita simak percakapan mereka berdua:

Muhammad

Kamu waktu berpamitan sangat santun dan penuh basa-basi sekali!

Hamid

Iya, Orang-orang Iran memang terbiasa dengan etika basa-basi. Karena mereka begitu ramah.

Muhammad

Ibu Said sangat ramah. Dia sangat suka kita makan buah dan kue yang banyak.

Hamid

Iya. Karena orang-orang Iran sangat menyukai para tamu.

Muhammad

Di negara kami, orang-orang juga saling berbasa-basi. Tapi tidak seperti orang-orang Iran.

Hamid

Muhammad, apa kamu mau belajar etika basa-basi bahasa persia?

Muhammad

Iya.

Hamid

Aku bantu kamu mempelajarinya.

Muhammad

Terima kasih.

Hamid

Sama-sama

 

Rekan setia, seperti biasanya mari kita simak sekali lagi percakapan tadi. Namun kali ini tanpa terjemahan!

[dialog]

Masyarakat Iran dikenal memiliki etika pergaulan yang penuh dengan basa-basi. Tradisi itu semacam itu merupakan bentuk dari penghormatan mereka terhadap sesama. Mereka selalu berusaha menyambut tamunya dengan sebaik mungkin. Muhammad pun lantas memutuskan untuk mempelajari ungkapan bahasa persia yang kerap digunakan dalam etika pergaulan orang-orang Iran. Insyaallah dalam pertemuan-pertemuan berikutnya Anda akan mempelajari lebih banyak lagi ungkapan etika pergaulan dalam bahasa persia!

Tags

Jun 30, 2018 19:26 Asia/Jakarta
Komentar