Dalam acara Arena Silaturahmi edisi 1 Juli 2018, para pendengar Radio Melayu, pembaca situs Parstoday Indonesia, anggota group WA Radio Melayu Suara RII dan anggota medsos Parstoday Indonesia mengirimkan pendapatnya soal lebaran ketupat di Indonesia. Selain itu ada juga yang mengirimkan file suara demi memperkaya acara ini.

Berikut komentar dan pandangan teman-teman mengenai  Lebaran Ketupat:

1.    Asep Mulyadi 
Lebaran ketupat adalah tradisi masyarakat suku Jawa, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada masyarakat suku Sunda di Jawa Barat dan suku Minangkabau di Sumatra Barat tidak mengenal lebaran ketupat. Tapi karena suku Jawa sudah tersebar di semua propinsi di Indonesia sebagai dampak dari program transmigrasi yang dicanangkan oleh presiden kedua, Soeharto, maka lebaran ketupat hampir bisa dijumpai di daerah-daerah yang ada suku Jawanya termasuk disini di Papua. 

Hal ini menjadikan lebaran ketupat menjadi tradisi yang sangat bagus karena mengandung fiosofi kesetiakawan sosial dan kedermawanan dimana yang merayakan lebaran ketupat memberikan ketupatnya bersama sejumlah lauk pauk kepada yang tidak merayakan karena dari suku non- Jawa atau mereka sendiri saling memberi dan bertukar ketupat dan lauk pauk dengan tetangga sekitar. 

Saya pun mengalaminya karena bukan suku Jawa (sunda-Minang) dikasih sejumlah ketupat dan lauk pauk dari tetangga. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, wassalam dari Papua Barat.

2.    Afifah Safitri 
Assalamualaikm wrwb. Saya Afifah Safitri dari kota Jakarta. Setau saya Lebaran Ketupat itu biasanya diselenggarakan di hari ketujuh Syawal. Setelah berpuasa sunnah syawal selama 6 hari, umat Islam terutama di Jawa menggelar Lebaran Ketupat. Sebelum hari H, mereka memasak ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa muda atau di Jawa disebut dengan Janur. Mereka juga memasak beragam masakan seperti rendang, opor, gule, sate, pecel, dll. Di hari H, mereka saling berkunjung satu sama lainnya dan bersilaturahmi. Mereka juga halal bihalal dan saling memaafkan. Para tamu bisa menikmati hidangan ketupat dan masakan lainnya sambil bercengkerama dan bercerita tentang berbagai tema. Demikian yang saya ketaui tentang tradisi Lebaran Ketupat. Wassalamualaikum wrwb).

3.    Nur Septi Nauli 
Di Sumatra khusus Riau dan Kepri, tradisi ketupat menjadi tradisi tahunan.
Ketupat bisa dari beras maupun dari ketan putih. Jika ketupat dari beras hanya direbus selama dua jam (tidak basi selama tiga hari), namun jika direbus selama empat jam (tidak basi selama satu Minggu dengan proses 2x ganti air). 
Sedangkan untuk ketupat dari ketan putih direbus bersama pati santan selama 2-3 jam. 

Ketupat bisa disajikan bersama ayam opor, ayam kalio, rendang sapi, serondeng bilis, serondeng udang, ketupat bisa juga disajikan dengan sayur toco. Dan satu hal lainnya sarang ketupat bisa dibentuk sesuai keahlian; bisa dibentuk seperti kerbau, bawang, petak, lilin dsb.

4.    Sarbani Agus 
Lebaran ketupat dikampungku, di Balikpapan, tidak serentak dilakukan seminggu setelah lebaran. Ada yang seminggu setelah lebaran, ada pula yang 5 atau 6 hari setelah lebaran. Pada intinya, di Lebaran Ketupat, kami mengundang tetangga, sanak saudara untuk berkumpul, bersilahturahmi dan menyajikan hidangan. Alangkah indahnya saling berbagi. Untuk admin Parstoday Mohon Ma'af lahir dan Bathin.

5.    Elvi 
Assalamualaikum, Saya Elvi dari Wonogiri. Di tempat saya, Lebaran ketupat digelar di hari ketujuh Syawal. Suasanya sangat ramai dan meriah. Di hari itu, kami juga melakukan acara halal bi halal dengan teman, tetangga dan sanak famili. Sebelum hari H, keluarga kami memasak ketupat dan beraneka macam makanan, lauk pauk serta sayur seperti rendang, opor, gule, sate dan lain sebagainya. Ketupat dimakan dengan sayur tersebut dan dengan aneka lauk yang disukai. Sanak keluarga, tetangga dan teman-teman saling mengunjungi, lalu menikmati hidangan ketupat dan beragam kue yang dihidangkan. Di Lebaran Ketupat, kami saling bercengkerama bersama keluarga dan famili. Biasanya, di lebaran ini, di tempat saya juga digelar pertandingan bola volly antar daerah dan kita bisa menontonnya bersama keluarga. Demikian gambaran Lebaran Ketupat di kota saya. Wassalamualaikum Wrwb

6.    Fiqri Haikal 
Saya Fikri Haikal dari Pondok Pesantren Thoriqul Huda Kandangan Kebonsari Madiun, Jawa Timur Indonesia. Yang dinamakan Lebaran Ketupat yaitu 2 hari setelah hari raya Idulfitri disunahkan puasa sunah yang disebut puasa Syawal selama 7 hari. Setelah selesai 1 hari sebelum hari H, semua masarakat mulai membuat ketupat dan pada hari H pagi, semua menyiapkan ketupat dibawa ke masjid. Semua masyarakat berbondong-bondong ke masjid menunaikan Sholat Sunah Syawal. 

Setelah melaksanakan Shalat Sunnah dan berdo'a, semua bersama-sama memakan hidangan ketupat yang disajikan dengan beraneka ragam masakan. Ketupat sayur lodeh menjadi kebanggaan masyarakat sini, tak ketinggalan pula ketupat pecel/tepo dan ketupat sayur. Setiap rumah menyediakan ketupat dan setiap orang yang datang dihidangi ketupat. Ketupat juga diberikan kepada saudaranya yang tua dan fakir miskin. Itulah yang dinamakan Lebaran Ketupat.

7.    Nurhafni Nasir 
Di daerah kami tidak mengenal lebaran ketupat. Puasa Syawal yang di kenal dengan puasa enam, di lakukan tidak serentak. Bisa hari kedua atau hari lainnya secara tidak berurutan. Karena di hari lebaran, kebiasaan membawa sanak keluarga, ipar, besan, mertua dan orang masjid untuk makan ke rumah secara bergantian. Jadi kita tuan rumah tidak mungkin berpuasa, sebab kadang orang makan di rumah kita atau kita diundang makan oleh keluarga lain. 

Jadi puasa Syawal di lakukan tidak bersama. Jadi nggak ada lebaran ketupat. Lebarannya sendiri-sendiri saja. Tergantung kesempatan masing masing selagi berada di bulan Syawal. 

8.    Hasyim
Lebaran Ketupat dan lebaran lainnya sangat baik disebabkan panjatan rasa syukur karena telah terlaluinya ujian puasa dan ujian-ujian lainnya. Sangat setuju dengan semua perayaan kebudayaan Islam Nusantara yang murni, membesarkan, memuji dan berharap berkah Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Kemanusiaan dan ke-agamaan seseorang dikatakan baik dan telah menjalankan ke-Imanan masing-masing setelah teruji memiliki rasa kepekaan terhadap kelompok kaum Dhuafa dan anak-anak yatim piatu, insyallah.

9.    Lazuardi Nazaruddin Uar 
Sama dengan Lebaran Ketupat di Surabaya yang dilaksanakan setelah tujuh hari lebaran. Kalau enggak salah filosofi dasarnya adalah dikarenakan hari kemenangan (Idul Fitri) diperuntukkan bagi yang berpuasa penuh dalam bulan Ramadhan dan kaum hawa pasti berhutang saat puasa Ramadhan, maka setelah membayar hutang, puasa tujuh hari setelah Idul Fitri dan dibuatlah Lebaran Ketupat. Inilah budaya lokal dalam emansipasi.

10.    Siti Imtihanah
Lebaran ketupat setahuku hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Istilahnya Kupatan. Belum pernah mengalami karena pada H+7 tidak berada di wilayah tsb. Saya pernah tinggal di Sumatra (Palembang) dan sekarang Jawa Barat, tidak ada tradisi itu. Ketupat disajikan tepat saat idul fitri.

11.    Emha  
Lebaran Ketupat berubah rasa manis menjadi pahit karena ganti huruf N menjadi M. Saya teringat masa kecil saya waktu msh SD. Ibu NU Bapak NU, Biasa kami menikmati hangatnya hidangan Ibu saya untuk merayakan Lebaran Ketupat. Bahagia dan lengkap rasanya hubungan harmonis keluarga kami.

Namun selang waktu berlalu, setelah Bapak hijrah dari NU ke Muhammadiyah (MU), momen-momen bahagia tersebut terasa ganjil dan makin hilang hingga kini. 
Bayang-bayang manisnya lebaran ketupat kini telah menjadi pahit. Bapak selalu marah setiap kami merayakannya. 

Bid'ah itu, sesat itu, dan masih banyak lagi, hingga Bapak telah tiada. Akhir-akhir masa saudara kami selalu berusaha ingin memulai meraih bahagia seperti masa masa bersama Bapak ketika masih NU, tapi rasanya suuuuuuliiiiiit sekali. Sekian. Salam buat pembaca dan pendengar.

12.    Akhmad Saragih 

Istilah dari lebaran adalah hari raya, padahal hari raya hanya ada dua: hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adqa. Ini terkenal di Jawa Timur. Mohon maaf perbuatan ibadah yang tidak ada contoh Rasulullah Saw tidak lain adalah bid'ah hukumnya !

NB:
Berikut surat yang datang dari Peter Ng dari Johor Bahru, Malaysia berikut ini: 

Salam dari Malaysia
Ini adalah laporan siaran bahasa Melayus dari IRIB yang dapat saya dengar pada 2 Mei 2018 pada waktu 12:45 UTC atau 19:45 WIB melalui Frekuensi 17670 Mhz.

Sedikit butir suaran adalah berikut: "Imam Mahdi Selamat Dunia." 

Siaran adalah memuaskan dan kuat sekali di Malaysia. Saya harap IRIB dapat membalas surat ini dan kirimkan jadual atur acara serta bahan cetakan mengenai Iran.

Sekian dan diucapkan terimakasih.

Yang Benar: Peter Ng
 

Tags

Jul 01, 2018 15:15 Asia/Jakarta
Komentar