Mengadili dan menghakimi dalam dunia Islam memiliki posisi sangat penting, karena seorang hakim yang adil dapat menjadi sarana perluasan keadilan dalam masyarakat yang merupakan salah satu pokok dalam Islam.

Allah Swt dalam surat an-Nisa ayat 58 berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Undang-Undang Dasar Republik Islam Iran yang berhulu dari nilai-nilai luhur Islam, menetapkan posisi tinggi untuk mahkamah agung. Di awal pasal 156 disebutkan, "Mahkamah agung adalah lembaga independen yang mendukung hak individu dan sosial serta penanggungjawab penyebaran keadilan..." Juga dalam UUD disebutkan, ketua mahkamah agung dipilih oleh Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayyid Ali Khamenei, sehingga independensi lembaga ini terjamin. Beberapa hari lalu bersamaan dengan peringatan Pekan Mahkamah agung, ketua dan para pejabat lembaga tersebut bertemu dengan Rahbar dan menyimak penjelasan beliau.

Ayatullah Khamenei bersama Ketua Mahkamah Agung dan Jajarannya

Di awal pertemuan tersebut, Rahbar menilai Pekan Mahkamah agung sama seperti peringatan lainnya di Iran, ditetapkan dengan basis kesyahidan, mengingat peringatan pekan ini ditetapkan pasca gugur syahidnya Ayatullah Doktor Beheshti, ketua pertama Mahkamah agung Iran dan puluhan pejabat negara akibat teror anasir munafikin Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) pada 1981. Kelompok munafikin MKO menyebut dirinya sebagai anasir mujahidin dan mereka mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah Barat. Kelompok tersebut telah meneror lebih dari 17 ribu pejabat dan rakyat Iran.

Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa tujuan mahkamah agung adalah menjaga seluruh dimensi keadilan dan mengatakan, "[Mahkamah agung] harus menjadi manifestasi keadilan, sebagai penenang masyarakat di mana ketika hak saya dinistakan, dilanggar atau terjadi tindak kriminal, maka saya dapat merujuk kepada mahkamah agung. Masyarakat harus merasa tenang dan dapat belindung di bawah naungan mahkamah agung."

Guna mencapai tujuan besar tersebut, Rahbar menekankan pentingnya menjaga undang-undang dan mengatakan, "Menjaga undang-undang merupakan pokok dalam kehidupan sosial di mana salah satu tugas mahkamah agung adalah pemberantasan pelanggaran dan pencekalan para pelanggar undang-undang."

Pada bagian lain pernyataannya, Rahbar menjelaskan tugas mahkamah agung dan menilainya sebagai tugas kedaulatan. Beliau menjelaskan, "Mengadili dan menyelesaikan friksi, menghukum para pelanggar undang-undang, adalah hal yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Jika dilaksanakan dengan baik, hasilnya adalah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah, jika tidak dilaksanakan dengan baik, kurang atau cacat, maka masyarakat akan marah, khawatir dan tidak puas."

Oleh karena itu, menurut Rahbar, kinerja benar mahkamah agung sangat bernilai dan penting untuk Republik Islam Iran. Atas dasar itu pula Rahbar menilai urgen proses transformasi yang telah dimulai dari dalam tubuh mahkamah agung serta menuntut percepatan prosesnya. Beliau juga menekankan adanya penetapan masa pasti penyelesaian proses tersebut dan agar dipercepat prosesnya sehingga perubahan itu dapat dirasakan oleh semua pihak.

Mahkamah Agung Iran merupakan pihak yang berada di garis terdepan melawan korupsi dan gangguan di dalam negeri dan keamanan negara. Oleh karena itu, lembaga ini selalu menjadi serangan propaganda, tuduhan dan makar media asing dan sejumlah kelompok di dalam negeri. Sebagaimana ditekankan Rahbar, "Sekarang mahkamah agung menghadapi tekanan media dan propaganda paling besar baik dari musuh di luar negeri maupun dari sekelompok pihak yang lengah di dalam negeri."

Ayatullah Khamenei juga menjelaskan berbagai mekanisme melawan propaganda negatif terhadap mahkamah agung, yaitu penginformasian dan perwujudan kepercayaan masyarakat. Ditegaskan beliau, "Menghadapi opini publik harus dilakukan dengan rendah hati, kepedulian dan kecintaan, serta harus ada kesepahaman dengan opini publik; ini sangat penting. Sehingga kita dapat menggalang kepercayaan masyarakat."

Ayatullah Khamenei bersama Ketua Mahkamah Agung dan Jajarannya

Namun beliau juga menekankan pentingnya penginformasian kepada masyarakat soal langkah-langkah mahkamah agung dan penjabaran mekanismenya. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Penginformasian itu memiliki mekanisme tersendiri, ini adalah sebuah tugas profesional. Salah satu tugas terpenting kalian [para pejabat MA] adalah membentuk sebuah tim media profesional yang kuat, untuk duduk dan merumuskan, bukan untuk sehari dua hari atau satu bulan, melainkan secara berkesinambungan."

Langkah lain untuk menggalang kepercayaan masyarakat terhadap mahkamah agung, menurut Rahbar adalah pengawasan dan peninjauan secara berkesinambungan terhadap kinerja pengadilan dan para hakim, seraya menegaskan bahwa meski proses ini telah dilakukan, namun harus dilaksanakan dengan lebih serius dan meluas. Di antara langkah efektif dalam hal ini adalah mengenalkan hakim pilihan dan unggul, serta menguak dan menghukum hakim yang melanggar aturan. Menurut Rahbar, "... gerakan mahkamah agung menuju reformasi internal, menurut saya pribadi, harus dilakukan tanpa henti."

Rahbar menilai pemberantasan korupsi khususnya dalam masalah ekonomi dan mewujudkan keamanan di sektor tersebut menjadi tugas penting mahkamah agung dan mengatakan, "Satu lagi tugas mahkamah agung di sektor ekonomi adalah pemberantasan korupsi dan penindakan para koruptor. Mahkamah agung harus menciptakan atmosfer aman dalam menindak para pelanggar keamanan di sektor pendapatan dan ekonomi masyarakat."

Beliau juga menegaskan bahwa korupsi ekonomi di Iran tidak meluas seperti yang dibesar-besarkan oleh media-media asing. Dikatakan beliau, "Korupsi tidak meluas, korupsi segelintir oknum, baik di dalam instansi pemerintah, di lembaga sipil dan di lingkungan kerja, jumlahnya sedikit." Namun beliau menegaskan bahwa meski jumlahnya sedikit, namun harus ditindak dengan tegas dan prosesnya harus dijelaskan kepada masyarakat.

Menjawab propaganda para pengklaim HAM terhadap Republik Islam Iran, menurut Ayatullah Khamenei juga termasuk dalam tugas dan langkah-langkah mahkamah agung. Beliau menegaskan, "Di bidang hak asasi manusia, kita adalah penggugat di dunia bukan tergugat."

Lebih lanjut beliau menjelaskan beberapa contoh dari langkah kriminal para pengklaim hak asasi manusia. Termasuk di antaranya kejahatan Perancis membasmi gerakan kebebasan rakyat Aljazair pada awal abad 20 di mana Perancis membunuh masal satu juta warga Aljazair di mana negara tersebut hanya berpopulasi tujuh juta orang. 

Dalam hal ini beliau mengatakan, "Tragedi ini diciptakan Perancis di Afrika, di Aljazair dan di negara lain, ketika kita membaca, tubuh kita akan bergetar. Coba bayangkan sebuah danau atau seperti rawa besar dan semisalnya dipenuhi dengan minyak, kemudian sekelompok masyarakat di sebuah desa ditembaki sehingga mereka lari untuk menyelamatkan diri ke danau atau rawa tersebut, dan di sana rawa tersebut dibakar... ini telah terjadi dan dilakukan oleh Perancis."

Ayatullah Khamenei bersama Ketua Mahkamah Agung dan Jajarannya

Rahbar juga menyinggung tragedi pembantian di Jallianwala di India pada tahun 1919 oleh pasukan Inggris pada era konolialisme. Beliau menjelaskan, "... di India, 6.000 demonstran berkumpul di sebuah kebun dan pasukan Inggris menembaki mereka dengan senapan otomatis. Di sana mereka menghabisi 6.000 nyawa dalam sehari atau setengah hari dan beberapa jam."

Kejahatan anti-hak asai manusia oleh Amerika Serikat dalam catatan sejarahnya yang singkat, sangat panjang mulai dari pembantaian warga pribumi Indian hingga berbagai kejahatan terhadap bangsa lain. Dalam hal ini Rahbar juga menyinggung kejahatan AS dalam menciptakan tragedi di Suriah, Yaman dan Myanmar. Beliau mengatakan, "Mereka ini mengklaim hak asasi manusia dan memiliki tuntutan dalam hak asasi manusia, kita sendiri punya gugatan terhadap para pengklaim bohong HAM itu."

Di akhir pernyataannya, Ayatullah Khamenei mendoakan kesuksesan para pejabat mahkamah agung negara dan berharap mereka dapat tampil sebagai hakim dan pengislah yang adil.

Jul 04, 2018 14:14 Asia/Jakarta
Komentar