Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei baru-baru ini hadir di acara wisuda para taruna baru dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Universitas Imam Hussein as di Tehran, ibu kota Iran, Sabtu (30/6/2018). Universitas ini mendidik dan melatih para taruna dan perwira IRGC.

Rahbar yang mendapat mandat dari UUD menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran dengan menghadiri acara wisuda taruna militer dan Sepah Pasdaran telah memberi arahan mereka kepada para taruna yang bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Iran.

Di acara wisuda taruna baru dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Universitas Imam Hussein as di Tehran, ibu kota Iran, Sabtu (30/6/2018), Rahbar seraya memuji dan mendorong para taruna juga memberikan arahan penting terkait elemen kekuatan Republik Islam Iran. Rahbar mengatakan, "Pada dasarnya keberlangsungan sebuah bangsa dan kemajuannya tergantung pada elemen kekuatan dan memperkokoh unsur-unsur kekuatannya serta memanfaatkannya di tempat yang diperlukan dan waktu yang tepat. Apa yang hari ini kita saksikan di lapangan adalah sebuah contoh dari prinsip universal ini."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Ayatullah Khamenei di awal pidatonya pertama-tama menjelaskan peran sabar dan takwa bagi kesiapan melawan musuh dan hubungannya dengan kekuatan nasional. Di ayat 118 hingga 120 surat Ali Imran telah dijelaskan sejumlah karakteristik musuh umat Muslim dan menurut Rahbar karakteristik tersebut sesuai dengan musuh Revolusi Islam Iran. Sebagian ayat ke 118 surat Al-i Imran menyebutkan, ".... Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."

Allah Swt juga menjelaskan jika kalian meraih sebuah kesuksesan, mereka akan patah hati dan jika kalian tertimpa musibah, mereka akan gembira. Rahbar saat menjelaskan metode menjinakkan konspirasi musuh seperti ini mengatakan, "Setelah ayat ini menjelaskan karakteristik tersebut, di ayat selanjutnya Allah berfirman Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu, ini sebuah undang-undang penciptaan.

Menurut Rahbar, sabar dan takwa inilah yang membuat musuh keras kepala dengan segala kemampuan yang mereka persiapkan, tidak mampu berbuat apapun terhadap kita, لَا یَضُرُّکُم کَیدُهُم شَیْئًا yakni mereka tidak mampu merugikan kalian. Namun apa syaratnya? Syaratnya adalah sabar dan takwa. Kemudian Rahbar mulai menjelaskan arti sejati dari kesabaran dan takwa.

Rahbar saat menjelaskan maksud dari kesabaran menghadapi musuh menyatakan, "Sabar yakni tetap berada di lapangan dan tidak keluar darinya. Sebagian lari dari medan pertempuran, sebagian yang lain memilih bertahan namun secara bertahap mereka juga melarikan diri, ini bertentangan dengan kesabaran. Sabar yakni stabil, bertahan di medan dan resistensi. Sabar yakni memiliki pandangan jauh dan tujuan jangka panjang.

Rahbar menilai kepuasan dan kecongkakan atas keberhasilan dan kesuksesan sementara sangat berbahaya dan menekankan, "Pandanglah tujuan jangka panjang, lihatlah puncuk, carilah apa pesan sejati revolusi dan pemerintahan Islam serta lihatlah pada akhirnya bangsa Iran, umat Islam dan seluruh umat manusia akan bergerak ke mana...pandanglah hal-hal ini....Jika kita bersabar, ufuk mendatang milik kita. Jika kalian hari ini bertahan, generasi mendatang akan meraih puncak tersebut."

Kemudian Ayatullah Khamenei mengisyaratkan arti takwa di ayat 120 surat Al-i Imran dan mengatakan, "Takwa dengan arti luasnya sangat diperhatikan di ayat ini, baik itu dalam artinya yang umum yakni menjaga diri untuk tidak menyeleweng dari jalan lurus Islam –arti umum dari takwa- dan juga dalam arti menjaga diri dan berhati-hati dari musuh..."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Rahbar menyebut manifestasi dari takwa dan berhati-hati dari musuh adalah menghindari percaya kepada musuh, menyadari makarnya, menyusun strategi untuk menghadapi musuh, menghindari diri melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kaidah dan rasionalitas serta tidak menunjukkan kelemahan dan kelalaian di hadapan musuh. Ayatullah Khamenei kemudian memberikan kesimpulan dari pembahasan ini dan mengakatan, "Jika kalian menerapkan kesabaran dan ketakwaan ini maka musuh tidak akan pernah mampu melukai kalian dan insyaallah hal ini akan terjadi."

Lebih lanjut dipidatonya Ayatullah Khamenei memaparkan elemen kekuatan dan supremasi Iran. Untuk memperjelas hal ini, pertama-tama Rahbar mengisyaratkan kondisi sebelum dan sesudah revolusi. Terkait era diktatorisme sebelum kemenangan revolusi, Rahbar mengatakan, "Di era pemerintahan rezim Pahlevi, Inggris dan kemudian Amerika Serikat benar-benar mendominasi Iran. Apa artinya ini? Yakni Shah yang membawa mereka, pemerintah dan kabinat dibentuk berdasarkan usulan mereka (AS-Inggris). Kebijakan penting dan utama negara disusun berdasarkan pandangan London dan Washington. Selama 57 tahun, Iran dikelola demikian..."

Rahbar kemudian mengisyaratkan kemenangan Revolusi islam Iran, independensi nasional, kebebasan dan kepercayaan terhadap peran rakyat. Ayatullah Khamenei menekankan, "Kepercayaan ini dibarengi dengan sumber daya manusia beriman. Kita berbeda dengan negara-negara lain yang menggerakkan revolusi tanpa mengenal Tuhan dan tawakkal serta tanpa spiritualitas sehingga mereka berhenti di tengah jalan. Keimanan telah menjaga kita, mengarahkan dan memajukan kita. Iman ini adalah sebuah permata berharga, sebuah spirit (ruh) yang tersembunyi di tengah gerakan umum, imanlah yang menghidupkan spirit harapan pada kita, semangat pengorbanan juga keimanan yang menghidupkan pada jiwa kita."

Ayatullah Khamanei menyebutkan contoh dari hasil keimanan dan harpaan di berbagai bidang sains, ekonomi, budaya dan militer Iran. "Ini semua adalah elemen kekuatan dan supremasi nasional, supremasi nasional yakni ini," papar Rahbar.

Sebagian pemerintah seperti pemerintah despotik di selatan Teluk Persia meyakini otoritas dan supremasi nasionalnya dalam bentuk membeli dan menimbun senjata dari pemerintah Barat serta meminta perlindungan mereka dengan imbalan penumpasan terhadap warganya sendiri. Namun Ayatullah Khamenei menilai langkah ini sebagai sebuah kehinaan.

Saat menjelaskan kekuatan dan supremasi, Rahbar mengatakan, "Kekuatan yakni sebuah bangsa mendidih dari dalam, baik itu sains, militer, pembangunan, kemajuan dan kehormatan di tingkat internasional, mereka berhasil meraihnya. Ini adalah elemen kekuatan bangsa Iran."

Rahbar menyebut bukti terbaik dari kekuatan nasional Republik Islam Iran dan rakyat negara ini adalah resistensi selama 40 terhadap musuh dan kekuatan hegemoni dunia seperti Amerika dengan segala kebusukan dan konspirasinya, di mana musuh ini bukan saja gagal memajukan ambisinya, bahkan membuat bangsa Iran semakin tangguh. Ayatullah Khamenei selain menyebut AS dan pemerintah Barat lainnya, juga menilai sejumlah anasir dalam negeri yang berganung pada pihak asing seperti MKO dan kubu pro Barat termasuh faktor yang mencegah independensi dan supremasi bangsa Iran, namun mereka gagal dalam upayanya tersebut.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Faktor lain yang disebutkan Rahbar bagi peningkatan kekuatan Republik Islam Iran adalah koalisi Amerika di kawasan anti Tehran. Beliau berkata, "Jika Amerika mampu melawan Republik Islam Iran maka mereka sudah melakukannya dan tidak butuh membentuk koalisi dengan negara reaksioner di kawasan serta meminta bantuan mereka dan juga meminta bantuan negara rekasioner untuk menciptakan kekacauan dan instabilitas. Ini adalah indikasi kekuatan.

Namun begitu AS dan sekutunya masih tetap melanjutkan konspirasi anti Irannya dan konspirasi terbaru mereka adalah ingin menciptakan jurang pemisah dan friksi antara pemerintah Republik Islam Iran dan rakyat melalui represi ekonomi serta perang syaraf. Namun Ayatullah Khamenei menekankan bahwa ini sebuah kedunguan mereka, mereka tidak menyadari bahwa pemerintah Republik Islam adalah bangsa Iran itu sendiri, keduanya tidak dapat dipisahkan...pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang dibentuk dari rakyat, bertumpu pada suara rakyat serta kepercayaan warga, kecintaan dan emosi mereka. Ini adalah pemerintahan Islam.

Ayatullah Khamenei menjelaskan tujuan dan ambisi musuh serta mengatakan, Generasi muda Iran yang penuh motivasi! Kalian harus menyadari bahwa musuh memusuhi independensi dan kehormatan kalian. Mereka juga memusuhi kemajuan, partisipasi kalian di bidang sains serta politik. Permusuhan terhadap bangsa Iran adalah permusuhan terhadap martabat, independensi, kemajuan dan keunggulan bangsa ini.

Di depan para taruna IRGC Universitas Imam Hossein as, Rahbar menyebut berdamai dengan musuh seperti ini akan merugikan dan sumber kehinaan serta pudarnya identitas nasional. Ayatullah Khamenei menambahkan, "Benar, resistensi mungkin akan sangat mahal, namun prestasinya pun juga sangat besar....Ini adalah Sunnah Ilahi yang pasti ketika Allah Swt berfirman, Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu (Surat Muhammad ayat 35).

Di akhir pidatonya Ayatullah Khamenei menyebut syarat bagi kelangsungan dan peningkatan kekuatan nasional dan mengalahkan konspirasi musuh adalah resistensi, kesabaran, dan takwa yang dibarengi dengan kewaspadaan, kehati-hatian dan solidaritas nasional.

Jul 07, 2018 04:33 Asia/Jakarta
Komentar