Industri permadani Iran memiliki sejarah ribuan tahun. Kehalusan dan keindahan desain yang digunakan untuk produk ini selama bertahun-tahun terus mengalami penyempurnaan. Maha karya Iran ini selama bertahun-tahun mengalami pasang surut, tapi demikian karya dan seni bangsa Iran ini masih tetap bertahan hingga saat ini.

Shirin Souresrafil, desainer permadani sekaligus penulis Iran mengatakan, "Desain utama permadani Iran tidak akan pernah luntur, pasalnya desain ini berkaitan erat dengan sejarah, budaya dan seluruh seni tradisional bangsa Iran. Sama seperti lukisan dan desain kubah firoze (turquoise domes) Masjid Jami' Isfahan, desain prasasti batu dan tiang Persepolis dan lukisan tradisional (miniatur) Reza Abbasi tidak pernah pudar."

Transformasi sejarah, karakteristik iklim, inovasi dan kreativitas termasuk faktor dan prestasi yang dihasilkan para seniman Iran dalam menciptakan karyanya termasuk permadani. Ada empat sisi unggul di permadani Iran, desain kuno dan tradisional, pemanfaatan zat pewarna alami, jenis dan dipertahankannya teknik-teknik serta ketekunan dan ketepatan saat menenun.

Permadani Iran

Hingga awal abad ke-20, proses pewarnaan permadani Iran hanya dengan menggunakan pewarna alami. Hal ini karena iklim berbagai wilayah Iran memungkinkan beragam bunga tumbuh dengan baik serta berbagai spesies hewan juga hidup di berbagai wilayah negara ini. Di samping itu, kekayaan alam seperti tambang di Iran memungkinkan para seniman negara ini memanfaatkan dengan baik kekayaan alam ini dan mempersiapkan pewarna terbaik. Tak diragukan lagi salah satu faktor kualitas adalah keindahan dan ketahanan permadani Iran yang dapat ditelusuri dari ketelitian dalam proses pewarnaan.

Berdasarkan bukti dan kesaksian maestro bidang ini, sejak dulu hingga kini telah berhasil disusun tiga ribu warga dengan metode tradisional di Iran. Di berbagai kota di Iran seperti Yazd, Kashan dan Isfahan banyak ditemukan pabrik pewarnaan. Uniknya meski telah ditemukan zat pewarna kimia, tapi para seniman permadani di Iran masih cenderung menggunakan zat pewarna alami dan pengolahannya secara tradisional.

Karakteristik unggul lain permadani Iran adalah desain dan lukisan yang digunakan. Sejumlah pengamat di industri permadani membagi perdamadi Iran menjadi 19 kelompok berdasarkan desain dan lukisannya. Pola Shah Abbasi, Aslimi, Ladang perburuan, Ilitai, Geometri dan pola-pola kuno serta peninggalan bersejarah termasuk desain permadani Iran.

Terkadang di sebuah karya permadani digunakan beberapa desain, misalnya pola Shah Abbasi yang memiliki beberapa ragam seperti pola bunga. Pola bunga ini biasanya digabungnya dengan pola lain seperti Aslimi dan Khatai serta berbagai pola lain yang kerap dimanfaatkan di Iran. Pola Khatani, pola lain di permadani Iran dan contoh dari pola bunga. Meski pola Khatani dan Aslimi memiliki kesamaan, namun para pakar menyebut pola Aslimi cenderung lebih kuat dan keras, sementara pola Khatani lebih lembut.

Pola lain di permadani Iran adalah pola Ilyati. Permadani dengan pola ini menggunakan anasir alami seperti bunga dan gambar hewan. Salah satu karakteristik dari pola Ilyati adalah sisi geomatrisnya dalam bentuk bunga dan hewan. Ini termasuk pola paling kuno di permadani Iran dan sampai saat ini masih tetap digunakan di antara warga pedesaan khususnya berbagai etnis di Iran.

Pola Ilyati merupakan hasil dari renungan dan kecenderungan penenun dari berbagai suku nomaden dan tanpa desain sebelumnya. Permadani ini ditenun hanya dengan mengandalkan potensi para penenun. Permadani ini termasuk tenunan asli dan tradisional serta banyak digemari di dunia. Permadani dengan pola Ilyati diproduksi oleh etnis Turkman, Qashqai, Bakhtiari, Lurs dan Kurdi Iran.

Pola lain yang banyak digunakan oleh penenun permadani Iran adalah pola bangunan, hiasan dan ubin. Terkadang para penenun mengubah pola ini sesuai dengan seleranya, namun pola yang dihasilkan masih memiliki kesamaan dengan bangunan asli. Permadani paling terkenal dari pola ini adalah permadani dengan pola kubah masjid Sheikh Lotfollah di Isfahan, Masjid Emam di Isfahan, Perspolis di Shiraz dan kubah Imamzadeh Mahroq di Nishabur.

Warga Iran yang akrab dengan tenunan permadani biasanya menyebut permadani berdasarkan pola tenunannya. Sementara itu di dunia, pola Iran dikenal dengan asal permadani tersebut. Seperti permadani Duydukh yang diproduksi di desa Duydukh, di Provinsi Khorasan Utara oleh suku Turkman. Wilayah ini selain memiliki kuda Turkman, juga menghasilkan permadani indah karya warga setempat serta banyak diminati di dunia.

Permadani Iran

Di antara karakteristik tenunan permadani Duydukh selain kualitas, teknik dan keanggunannya adalah subjektivitas sebagai besar desainnya. Permadani yang menggunakan benang sutra dari dua sisinya ini diwariskan dari generasi ke generasi gadis dan perempuan Turkman. Permadani ini memiliki konsumen esklusif dan hanya dalam bentuk pesanan. Negara-negara konsumen permadani Duydukh adalah Kanada, Jerman, Austria, Italia, Lebanon, Rusia dan Jepang.

Sampai saat ini berbagai wilayah penghasil tenunan permadani di Iran telah dicatat oleh Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Kota-kota tersebut adalah Tabriz, Heris, Khoy, Isfahan, Qom, Mashad, Hamedan, Kashmar, Kashan, Kerman, Nain, Saruq (Arak), Yazd, Ardabil, Turkman (Golestan).

Di antara kota-kota tersebut, Tabriz yang memiliki museum, lokakarya seni dan budaya, peninggalan bersejarah dan Islam, tuan rumah berbagai festival seperti produk pertanian, industri handmade (kerajinan tangan) serta produk suku nomaden terpilih sebagai ibukota pariwisata negara-negara Islam di tahun 2018. Kota Tabriz juga meraih gelar Kota Dunia Tenun Permadani dari Dewan Dunia Industri Handmade (World Crafts Council). Keberadaan museum permadani dan pasar bersejarah Mozaffarieh sebagai salah satu pusat penting reparasi karya permadani membuat kota ini terpilih sebagai Kota Dunia Tenun Permadani.

Di Iran banyak lembaga yang bergerak untuk mempromosikan dan meningkatkan kuantitas serta kualitas industri permadani. Di antara lembaga tersebut adalah Pusat Permadani Nasional Iran yang memulai aktivitasnya sejak tahun 2003 untuk mempromosikan tenunan permadani Iran baik di dalam maupun luar negeri, mendukung produsen permadani serta meningkatkan ekspor produk ini.

Pusat Nasional Permadani Iran sampai saat ini telah menggelar berbagai pameran di dalam negeri. Lembaga ini juga menfasilitasi para produsen dan pengrajin tenun permadani untuk berpartisipasi di berbagai pameran internasional. Selama pameran internasional tenun permadani ke-25 yang digelar di Tehran, Iran, diluncurkan situs internet berbahasa Inggris terkait ensiklopedia permadani dengan alamat www.wikicarpet.com. Ensiklopedia mendapat sambutan besar dari pecinta permadani Iran.

Selama beberapa tahun terakhir sejumlah negara yang aktif di industri permadani seperti India, Pakistan, Afghanistan, Cina, Mesir, Rumania dan berbagai negara lain memproduksi permadaninya menyebutnya produksi Iran atau menjiplak pola serta desain permadani Iran dan memasarkannya di pasar dunia. Namun kerajinan tenun permadani Iran masih menempati posisi pertama dunia dan diminati oleh berbagai pecinta permadani di dunia.

Permadani Iran

Baru-baru ini Iran mengikuti Pekan Raya "One Commune One Product" (OCOP) di Provinsi Quang Ninh, timur laut Vietnam. Di pekan raya ini, Iran memamerkan berbagai produk dan kerajinan tangan termasuk permadani sebagai upaya untuk memperkenalkan sebagian dari kapasitas ekonomi Iran di negara Asia Tenggara itu.

Ketua Majelis Nasional Vietnam, Nguyen Thi Kim Ngan ketika singgah di stan Iran di lokasi Pekan Raya OCOP, menyatakan ketertarikan dengan produk Iran yang beredar di pasar Vietnam. Dia juga memuji para seniman Iran dalam menenun permadani dan memproduksi kerajinan tangan, serta menekankan perlunya memberikan akses yang lebih luas sehingga masyarakat Vietnam dapat mengenal kapasitas budaya Iran.

Tags

Jul 11, 2018 04:39 Asia/Jakarta
Komentar