Salah satu produk unggulan ekspor Iran adalah produk kerajinan tangan (handmade). Kerajinan tangan merupakan warisan paling bersejarah umat manusia. Seni yang muncul bersamaan dengan keberadaan manusia di muka bumi dan identitas seni ini semakin kuat bersamaan dengan kesempurnaan manusia. Seni dan kerajinan tradisional merupakan manifestasi ketinggian jiwa manusia dan visualisasi ide, kreativitas dan budaya manusia.

Kerajinan tangan adalah salah satu dari hasil aktivitas paling tua umat manusia. Bahkan, sejumlah peninggalan bersejarah menunjukkan kehadirannya sejak era batu. Berbagai artefak kebudayaan tentang kerajinan tangan yang berusia ribuan tahun merepresentasikan pengaruh ekonomi, politik dan budaya sebuah bangsa terhadap kerajinan tangan di masa lalu. Oleh karena itu, kerajinan tangan melebihi faktor lainnya, memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan. Faktor paling berpangaruh adalah situasi dan kondisi masyarakat serta kebudayaan yang dilahirkan terhadap kerajinan tangan.

Ketika membahas masalah budaya, barangkali yang terlintas di benak kita adalah produk-produk kebudayaan seperti musik, sinema, teater, penerbitan buku dan sejenisnya. Tapi di luar itu, ada aspek lain yang lebih luas bernama "Budaya umum" meliputi adat istiadat, tata krama, cara berpakaian, berbicara, berkendaraan, kuliner, peralatan yang dipakai sehari-hari dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa kerajinan tangan adalah perpaduan antara keterampilan, selera dan cara pandang manusia. Kerajinan tangan mencerminkan sejarah dan peradaban berbagai bangsa, dan perannya dalam memperkenalkan budaya sebuah bangsa kepada yang lain. Dengan demikian, kerajinan tangan merupakan bagian penting dari warisan budaya manusia.

Seni Kerajinan Tangan Iran

Lembaran sejarah menunjukkan bahwa warisan budaya dan peradaban Iran, Cina, India sebagai tiga kutub besar kerajinan tangan dunia.Terkait hal ini, Iran memiliki berbagai ragam kerajinan tangan di tingkat dunia. Di Iran terdapat sekitar 152 jenis kerajinan tangan dan turunannya mencapai 253 jenis. Sejumlah industri tangan hingga kini masih diproduksi, namun sebagian lainnya tidak lagi diproduksi, bahkan saat ini contohnya telah musnah.

Industri kerajinan tangan nyaris terlupakan eksistensinya pasca revolusi Industri. Namun, setelah perang dunia kedua, negara-negara yang baru merdeka ketika itu seperti Indonesia, India, Pakistan dan Srilanka menghidupkan kembali kerajinan tangan di dunia. Sejumlah negara ini menempatkan industri kerajinan tangan dalam jajaran penting yang menggairahkan perekonomian nasionalnya. Mereka menjadikan industri kerajinan tangan sebagai pendukung ekonominya dengan hasil yang signifikan.

Di Iran, sejak dekade 1960, kerajinan tangan merupakan aktivitas pendukung pendapatan masyarakat desa. Kini kontribusi rata-rata sektor industri kerajinan tangan terhadap devisa Iran mencapai 12 persen. Saat ini, tingkat perdagangan industri kerajinan tangan di dunia rata-rata antara 16 hingga 18 persen.

Seni kerajinan tangan sebelum menjadi industri telah menjawab berbagai kebutuhan hidup umat manusia. Tiga kebutuhan primer jasmani manusia yaitu sandang, pangan dan papan berkaitan erat dengan karya manusia termasuk kerajinan tangan. Dahulu kala, keramik memenuhi kebutuhan manusia untuk tempat menyimpan makanan. Demikian pula, sebelum adanya pabrik kain, pakaian manusia ditenun di tempat penenunan katun dan sutra. Dalam budaya Timur, interior rumah dihiasi dengan kain gorden warna-warni dan permadani indah.

Kerajinan tangan termasuk salah satu dari empat industri terkemuka di dunia. Industri ini dengan mudah dapat dikerjakan di rumah tanpa memerlukan lokasi dan tempat yang besar. Industri ini juga tidak memerlukan teknologi cangguh, dengan demikian investasinya pun tidak harus mahal. Para pelaku dan teknisi industri ini biasanya warga pribumi yang mewarisi seni tersebut.

Industri kerajinan tangan mencakup produk yang bahan baku utamanya produk dalam negeri dan sebagian tahap utama produksinya dicapai dengan bantuan tangan atau alat-alat tradisional. Dengan demikian pembuatannya pun menunjukkan kreativitas dan kecenderungan seni pembuatnya. Faktor ini yang membedakannya dengan produk-produk pabrik yang diolah dengan mesin.

Iran mengingat sebuah negara dengan peradaban kuno termasuk salah satu markas utama produk seni tradisional dan tak diragukan lagi, industri kerajinan tangan wilayah ini paling unggul di antara seni tradisional Iran dan dunia. Penemuan berbagai peninggalan bersejarah terakit industri ini di berbagai penggalian arkeologi di berbagai wilayah Iran menunjukkan betapa industri kerajinan tangan negara ini memiliki sejarah ribuan tahun.

Penemuan barang-barang tembikar dan penuh dengan lukisan indah di Tepe Sialk, Shush, Tepe Hissar, Cheshmeh-Ali, Shahr-e Sukhteh, Teppe Hasanlu, serta kain sutera indah, gelas serta keramik yang saat ini disimpan di berbagai museum Iran serta dunia menunjukkan seni dan budaya tinggi penduduk pertama Iran dalam mempertahankan kebudayaannya.

Seni Kerajinan Tangan Iran

Di sepanjang wilayah Iran banyak etnis dan suku yang memiliki warisan bersejarah dari leluhur mereka di bidang produksi industri kerajinan tangan. Saat ini dari sisi keragaman, Iran termasuk negara ketiga produsen kerajinan tangan di dunia serta lebih dari dua juta pengrajin dan pengusaha Iran aktif di sektor ini. Banyaknya ragam kerajinan tangan di Iran seperti tenun, tekstil, tembikar, kerampik, kerajinan kayu, perak, kulit, batu dan gelas membuat pejabat industri kerajinan tangan Iran membagi industri ini menjadi 15 kelompok dan lebih dari 360 cabang.

Salah satu kelompok industri handmade adalah kerajinan kaca (Art Glass). Kerajinan kaca adalah hal yang ada hubungannya dengan hasil karya dari keterampilan tangan yang berbahan dasar dari kaca. Untuk memproduksi seni ini, pertama-tama bahan bakunya seperti silika atau bahan kaca lainnya dipanaskan hingga meleleh. Kemudian diaduk dan digabungkan serta dibentuk dengan pipa khusus serta dengan peralatan lainnya seperti gunting dan tang. Seni ini membutuhkan kerjasama banyak orang dan tidak dapat diproduksi secara individu.

Seni gelas termasuk kerajinan paling kuno umat manusia. Terkait tempat pertama yang memproduksi seni ini, banyak perbedaan pendapat. Sebagin mengatakan bahwa seni ini ada sejak zaman Nabi Sulaiman. Saat itu, atas perintah Nabi Sulaiman, para pengrajin seni gelas menghiasi sebagian istana yang dibangun oleh jin.

Sementara menurut sejarah seni gelas disebutkan bahwa lokasi pertama kesenian ini adalah peradaban Mesir kuno, Suriah dan Iran. Dr, Mehdi Makkinejad, anggota dewan seni Republik Islam Iran terkait kerajinan gelas di Iran meyakini, seni gelas tradisional merupakan simbol kesenian tradisional Iran yang memiliki sejarah ribuan tahun. Peninggalan bersejarah yang ditemukan di barat laut Iran, Lorestan, Shush serta puing-puing kerajinan gelas yang ditemukan di Perspolis menunjukkan bahwa sejak dahulu wilayah ini menggunakan bahan-bahan kaca.

Contoh kaca dan kerajinan gelas tertua yang ditemukan di Iran kembali pada era sebelum Masehi. Kira-kira kembali ke era Elam (3200-640 SM). Di kuil Chogha Zanbi di dekat Shush di Provinsi Khuzestan, kuil terbesar suku Elam, ditemukan gelas dan botol kaca yang menunjukkan bahwa seni dan kerajinan ini termasuk industri kerajinan tangan tertua di Iran.

Selain itu, penemuan kalung kaca dengan manik-manik biru di wilayah barat laut Iran dan ditaksir dari zaman 200 tahuan sebemul Masehi membuktikan penggunaan kaca di Iran telah marak sejak saat itu. Karakteristik utama kerajinan gelas dan kaca di era Sassanid adalah ukiran di atas kaca dan karja seperti botol minyak wangi, gelas dan piring serta hiasan kaca lainnya. Sebagian peninggalan ini masih dapat ditemukan di Museum Abgineh di Iran.

Di era keemasan peradaban Islam dan kemajuan berbagai ilmu seperti mineralogi, kedokteran dan kimia, pengusaha dan seniman kerajinan gelas Muslim termasuk warga Iran mendapat kesempatan mengubah kesenian dan industri gelas serta kaca dengan memanfaatkan pengalaman ilmiah yang ada. Di era ini selain ada perubahan di formula kaca, ukiran dan lukisan di kerajinan ini juga mengalami perubahan besar.

Seni Kerajinan Tangan Iran

Dari sisi waktu, ada dua era bersejarah yakni era Saljuk dan Safawiyah yang dapat disebut sebagai era keemasan kerajinan gelas dan kaca di Iran. Di era Saljuk, banyak ditemukan peraltan indah dari kaca yang dihiasai berbagai hiasan cantik. Barang-barang seperti ini banyak ditemukan di berbagai kota di Iran saat itu. Produksi kerajinan ini di era ini sangat beragam mulai dari barang kecil seperti gelas, botol minyak wangi hingga barang besar seperti vas bunga.

Dewasa ini indusri kerajinan tangan termasuk industri terpenting untuk ekspor non migas Iran. Selama beberapa tahun terakhir lebih dari miliar dolar produk handmade Iran diekspor ke berbagai negara Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Jepang, Cina, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Lebanon, Irak, Mesir, Maroko, Tunisia, Afrika Selatan, Aljazair, Nigeria, Italia, Swedia, Perancis, Austria, Jerman, Spanyol, Belanda, Amerika, Brazil dan Australia termasuk pasar utama produk kerajinan tangan Iran.

Jul 18, 2018 15:57 Asia/Jakarta
Komentar