Arena Silaturahmi, Minggu, tanggal 5 Agustus 2018, bertepatan dengan tanggal 22 Dzulqa'dah 1439 Hq dan menurut penanggalan nasional Iran, hari ini tanggal 14 Murdad 1397 Hs. 

Tema yang diperbincangkan mengenai "perang verbal Pejabat Amerika Serikat dan Republik Islam Iran. Apakah AS akan benar-benar merealisasikan ancaman-ancaman terhadap Iran?"

Berikut pandangan dan komentar yang telah masuk tentang tema tersebut:

  1. Nurhafni Nasir

Saya kagum dengan pemerintah Iran yang berani angkat bicara menantang AS. Iran tidak takut dengan ancaman AS. Sudah seharusnya memang ada yang menantang seperti itu. Iran negara kaya dan menentukan di daerah Teluk (Persia).  Tidak perlu bergantung pada negara Adi Kuasa itu.  Dengan tantangan seperti itu,  membuat harga diri presiden AS akan sedikit terinjak. Iran jangan percaya dengan janji-janji mereka. Janji mereka hanya politik yang tidak perlu ditepati. Saya dukung Iran.  Semoga Allah membantu Iran. Wassalam

  1. Adya Surya

Perang verbal AS hanya bersifat mengancam dan sulit untuk di realisasi. Karena para petinggi militer AS tau ancaman (Presiden Iran) Hassan Rouhani bukan gertak sambal. Perang AS-IRAN adalah induk dari segala perang.

  1. Harni

Menurut saya, selama sekutu-sekutu Amerika terutama Eropa, tidak mengikuti kebijakan presiden Amerika, maka Gedung Putih tidak akan sukses untuk mencegah ekspor minyak Iran. India saja sudah menyatakan untuk tetap membeli minyak Iran. Turki juga menolak ajakan Amerika untuk mengembargo minyak Iran. Nah, ini adalah tanda, ini  menjadi pertanda akan kegagalan upaya Amerika tersebut. Mengenai perang verbal Amerika dan Iran, menurut saya, ini adalah hal yang lumrah, sebab Amerika tdk akan berhenti memusuhi Iran sebelum negara itu tunduk dan patuh kepadanya.

  1. Muhammad Darwin

Trump punya prilaku asal bicara. Dia mengatakan politiknya sebagai politik realisme, tetapi bicaranya sama sekali mengabaikan realita politik.

Iran menunjukkan kepada dunia bagaimana merespon retorika ancaman dari negara-negara penindas seperti AS.

  1. Ilham Muhammad Najib

Perang mulut Iran dengan Amerika dipicu oleh kebijakan Amerika sendiri yg menjadi Polisi Dunia tapi tidak berlaku adil. Kesewenang-wenangan tersebut akan menimbulkan perlawanan. Amerika ingin menggertak Iran dan dunia, karena keberanian Iran sejak revolusi telah memicu bangkitnya negara-negara yang tertindas... tidak hanya di atas kertas tapi juga kebangkitan kedaulatan negara.

Trump bisa saja terdesak dan melakukan blunder dengan memicu perang, jika ia masih punya nyali. Lobi Israel yang menuntut perlindungan Amerika jelas merepotkannya. Namun sejauh ini, ia hanya berlindung di balik isu-isu sembari diam-diam berhitung jumlah dukungan untuk menekan Iran agar bungkam. Israel pun tak ingin pelindungnya dilibas Iran. Allahu A'lam #Wassalam.

  1. MasMimow

AS dan Donald Trump bebek hanya bisa menggertak. Seandainya sangsi dilanjutkan dan Selat Hormuz diblokade niscaya semua negara Eropa menjerit dengan segala sesuatu yang mereka banggakan.

  1. Rendy Surya Candra

Iran berhak mempertahankan kedaulatan negaranya apalagi melawan arogansi Amerika Serikat yang sudah terbukti adalah bad cop....!!! Hal lain yang perlu dilakukan oleh RII adalah bagaimana menunjukkan citra positif Iran di mata dunia melalui berbagai pemberitaan yang positif bahwa sesungguhnya Iran adalah negara damai bukan seperti Amerika yang sudah terbukti negara yang haus akan konflik.

  1. Adil Fatih

Jika head to head, kemungkinan kecil perang tidak akan terjadi. Amerika tidak memiliki mental untuk melakukan hal itu. Strategi yang di gunakan USA adalah politik adu domba, mencuci tangan, provokatif dan lain lainnya.

Amerika paham betul kerugian yang akan dideritanya jika head to head dengan Iran. Jadi kemungkinannya USA akan menggunakan para kurir dan budak-budak perangnya di Timur Tengah untuk menyerang Iran sambil mencari deal-deal politk dengan negara sekutu mereka untuk bisa mengajak mereka ikut menyerang Iran dan menekan Iran secara ekonomi.

  1. Anto

Sebenarnya, perang verbal antara para pejabat Amerika Serikat dan Iran bukan hal yang baru dan telah ada sejak pemerintahan Iran berubah dari sistem monarki menjadi Republik Islam Iran. Namun kali ini perang verbal telah sampai pada puncaknya. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan mudah untuk merealisasikan ancaman-ancamannya terhadap Iran. Sebab, Iran bukanlah Iran di masa 40 tahun silam.

Selain itu, jawaban tegas Presiden Iran Hassan Rouhani terhadap ancaman presiden Amerika telah membuat orang nomor satu di Amerika ini melunak dan menawarkan perundingan dengan Iran. Ini adalah bukti jika Amerika masih mikir banyak untuk merealisasikan ancamannya.

  1. Yatno

Kekuatan militer Amerika itu hanya berpusat di pangkalan-pangkalan militer di Timur Tengah, sedangkan kesemua pangkalan tersebut sudah terbidik oleh ribuan rudal Iran yang tidak mungkin bisa ditangkis. AS tahu itu. Jadi AS tidak mungkin berani. Ancaman Trump hanya menunjukan betapa emosinya AS kepada Iran tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

  1. Ali Akbar

Masyarakat Iran dari pemimpin tertinggi sampai yang awam tau persis karakteristik orang semacam Trump dan zionis Israel yaitu MUNAFIK, beraninya dari belakang atau mengadu domba.

  1. Choky Rocky

Trump itu penyebab perang! Penyebab kekacauan hubungan internasional dengan warga-warga dunia! Orang-orang Iran jangan mau disokong oleh Trump! Jangan terpengaruh oleh rasa simpati nya!

  1. Julia Sari

Trump dengan style ala Cowboy Amerika dengan senjata di tangan berjalan hilir mudik (dengan suara boot dan gemerincingnya) mencari dukungan dari negara lain untuk menembak (Iran) karena dia menyadari bahwa tanpa dukungan negara lain (terutama Eropa), Amerika akan kalah.

Tapi tidak mudah bagi Amerika untuk mendapat dukungan dari Eropa, sebab Eropa menyadari bahwa dengan menyerang Iran berarti mencetus Perang dunia III. Dan Eropa sudah merasakan dampak dari Perang Dunia (terutama WW I). Dan Trump adalah Cowboy yang digunakan US dan Israel untuk membuat kekacauan di dunia.

  1. Wahyu Iyonk

Nenek moyangnya aja, Israel, kalah sama Hizbulloh..... Apalagi Amerika melawan Iran. Itu hanya gertak sambal Trump saja... sebagai simbol negara Adi Kuasa. Kalaupun itu terjadi adalah langkah idiot Trump, Si pemabuk.

  1. Ahmad Joko

Menurut sang Jendral bayangan (Qassem Soleimani) bahwa bebek Trump adalah sang PENJUDI (Bandar judi) yang tidak ingin beresiko rugi. Jadi politik-nya bebek Trump adalah politik judi, tentu yang namanya BANDAR judi punya naluri kuat  untuk tidak merugi berurusan dengan IRAN (yang tasdiqnya sudah pada tingkat kalami) yang tidak akan takut kepada siapapun terkecuali hanya kepada Allah SWT dan berdasarkan pada rekam jejak selama hampir 40 tahun dengan berbagai ujian perang dan embargo.

  1. Agus Aten

Menurut riwayat, ciri-ciri kemunculan Al Mahdi as akan didahului denga perang Amerika vs Iran.

  1. Torik Ismail

Iran akan selalu memenangkan semua peperangan melawan syetan waulaupun kalkulasi logika mengatakan tidak. Apalagi kalkulasi logika mengatakan iya, berarti logika dan keghaiban sama-sama mengatakan iya.

  1. Azmy Abe Alatas

Saya rasa, ini sekedar pengalihan isu politik dalam negeri Amerika Serikat yang belum stabil semenjak Trump memerintah. Mirip konteks Indonesia antara kubu Jokowi vs Prabowo. Amerika butuh menciptakan isu keamanan demi kestabilan politik dan popularitas Trump meningkat. Sehingga dia mengusik isu kosong, yakni persoalan konfrontasi dengan Iran yang hampir bisa dipastikan mustahil terjadi melihat situasi Amerika yang memburuk.

Amerika masih ingin dianggap sebagai satu-satunya penentu kebijakan global, pasca kekalahan mereka di Suriah. Trump juga kembali mengangkat isu konfrontasi dengan Iran guna menaikkan isu Ssunni-Syiah terutama di negara-negara Asia yang akan menghadapi tahun politik. Dengan harapan, isu Iran tersebut sebagai dasar akan memunculkan kembali fitnah atas Syiah.

Trump mengajak masyarakatnya membangun kembali Amerika pasca pemborosan biaya di sektor militer dan melemahnya ekonomi di pasar global. Tekanan terhadap Amerika bukan sekedar melemahnya imej kedigdayaan militer, tapi juga perdagangan.

Trump butuh dana-dana segar dari penjualan senjata, dan konflik kawasan Timteng tinggal satu-satunya kawasan untuk saat ini yang paling strategis menjual senjata.

Apalagi pasca meredanya hubungan Korut-Korsel-Amerika. Konfrontasi dengan Iran adalah komoditas bisnis keamanan terbaik Amerika dengan memanfaatkan berbagai aspek politik yang berkaitan.

  1. Muhamad Salehuddin

Si tengik Trump kali ini kena batunya. Iran gitu loh kok mau dilawan.

  1. Qiraman Abdul Haq

Pecahnya perang Iran vs AS adalah hal yang bisa memberi pelajaran terhadap dunia kezaliman yang di lakukan pemerintah zionis.

  1. Dewi Apriyani

AS itu pengecut ..........asli enggak berani serang Iran sendirian .

  1. Nurbaiti Farida

Salut sama Iran.

  1. Ayi Ucup

Iran adalah negara religius. Apapun sepak terjangnya pasti membawa maslahat ummat. Siapapun yg mengancamnya akan hancur porak poranda...pasti itu ... Shollu 'alaa Nabi (Saw)...

  1. Fangfang Emirru

Yang jelas AS tiak akan berani menyerang Iran karena tahu betul kekuatan tempurnya jauh dibawah Iran tetapi AS sudah biasa mengaku hebat seperti di film. Rata-rata tentaranya belum teruji seperti perang modern di Suriah dan Lebanon. Apalagi sekarang dengan tentara sarungan di Yaman, AS enggak mampu memenangi. Meski itu bukan tentara AS langsung tapi AS adalah otak serangan semua atas komando jendral AS.

  1. Maralaut Tambunan

Banyak hal kejahilan AS dapat mereka lakukan di muka bumi ini termasuk di Iran. Dan berbuat jahil itu adalah habitat-nya mereka (setan besar). Mulai dari berburu dan membunuh para penduduk asli Amerika dan melakukan penghacuran di banyak belahan dunia.

Ucapan mereka paling tidak dipercaya. Selalu standar ganda. Sejarah akan mencatat itu semua dan catatan yg lain orang boleh mengenang Amerika sebagai produsen senjata penghancur. Jangan pernah mimpi peradaban dan penghargaan harkat kemanusiaan lahir dari perilaku Amerika kini.

Walaupun Amerika punya habitat kejahilan mereka juga sedikit telah belajar ttg Iran. Di saat Iran minim persenjataan saja, Amerika tak mampu membebaskan sandera Kedubes AS di Teheran. Walaupun dengan peralatan tempur dan personil yg mupuni saat itu.

Mencoba meyakinkan Saddam Husein untuk tandem berperang dengan Iran. Saddam saat yakin dengan kekuatan Amerika, ikut optimis dapat menaklukkan Iran. Sehingga kepada wartawan Saddam berkata, "Hari ini Anda menemui saya di sini (Bagdad), pekan depan kita jumpa di Teheran."  Saddam dalam pernyataannya ini mengungkapkan keyakinannya bahwa secara singkat dia akan mampu menaklukkan Iran.

Tapi sejarah mencatat bagaimana perang Iran vs Irak + AS berlangsung dan berakhir. Di berbagai tempat konflik yang Amerika ikut ambil peran selalu dibalik kegagalannya terasa aroma kekuatan Iran. Walaupun kebijakan Trump selalu ke arah destrultif tapi ia akan bijak mengukur nyali dan kemampuan dengan penuh kalkulasi untuk tidak menyerang Iran. Karena tindakan itu riil bunuh diri.

  1. Hazaly Ali

Amerika kena ingat bahwa Angkatan Bersenjata lran adalah angkatan No.4 terkuat di dunia, cari pasal saja, alamatnya saja, cari mampus laa..! sila lah serang lran, kalau berani.

  1. Wid Mart

Dia jual Kita beli, bungkus sudah Kaka... Beres, gitu aja kok repot (phrase)

Bravo Iran, long live Rahbar!!!

  1. Karavan Fauzan

Saya rasa ucapan Donal Trump hanya omdo seperti busa air laut. Sejatinya AS dari awal p.bretton sudah hancur/depthorship hanya jadi alat/kuda troyanya Zion dengan dilepas bakingya setiap $$ bernilai gold trounce dan hutang yang semakin banyak (sumber DW indonesia negara-negara hutang terbanyak), sedangkan Iran punya modal kuat yaitu yakin yang benar (negeri akhirat) dan tidak wahn (hidup meteralistik/glamour/saksi ekonomi) dan utamanya tidak menindas/mendzalimi yang lemah/kecil jadi tuhan pasti memberkati. Yang haq pasti menang, batil hancur (al-Qur'an). "Bersatu Kita Teguh Bercerai Runtuh."

  1. Setia Wiadi

Dan untuk mereka yg berteman dengan USA harus hati-hati, karena kalau tidak berkenan USA akan mengembargo. Jadi buat negara yang msh berteman dengan USA segera pelan-pelang meninggalkan USA. Ayo bergabung dengan Rusia, Cina, India, NKRI, ASEAN.... lupakan USA. Hahaha..Trump itu bacot doang.. asal tau aja tentara Amerika itu pengecut dan takut mati... dan perlu kita ketahui bangsa Amerika itu bangsa dari keturunan sampah masyarakat yang dibuang oleh Inggris persis sama dengan bangsa Australia ... Amerika perampok tanah milik indian yang mereka bantai begitu juga Australia penjarah tanah milik Aborigin. Jadi kalau Amerika dibantu Australia mau serang Iran berarti siap-siap menggali kuburnya sendiri. Dan seharusnya mereka itu berfikir berjuta-juta kali untuk menyrang Iran.

  1. Ridjalin Hakim

Mau-mau dicucuk hidungnya paling Arab Saudi, UEA, Bahrain gang yang menyerang Yaman

  1. Jel Ahmed

Negara AS dengan sistem Kapitalis Liberalnya itu seperti Ring/Arena Pertandingan Tinju Internasional, Siapa/Fihak mana'pun bisa ikut bertanding menjadi juara & Siapa/Fihak yang kuat dia'lah yg menang, bahkan pihak-pihak kekuatan dari luar AS, selain fihak tuan rumah yg di unggulkan dari AS sendiri,. Masuk & berkembangnya Islam di AS & Kemudian adanya kejadian tragedi WTC, serta gerakan Phobia/anti Islam dari fihak yg anti & merasa terancam kepentingannya terutama fihak Zeonis di AS yg sangat berambisi mendirikan Negara Israel Raya & Menjadi kekuatan tunggal Dunia menggantikan AS itu merupakan salah satu contoh Pertandingan Tinjunya.

Terlebih sekarang pihak Zionis di AS di kabarkan membentuk semacam Pemerintahan bayangan & bersifat rahasia di belakang Pemerintahan resminya untuk selalu bisa mengendalikan Politik Luar Negeri AS, tentunya Zeonis melalui Tangan Pemerintahan resmi AS akan terus melakukan ancaman & gangguan dengan segala macam cara terhadap fihak2 yg di anggap lawan & menghalangi ambisi kelompoknya...

Zeonis itu minoritas tetapi memiliki ambisi nafsu yg sangat besar, tentunya akan menggunakan segala macam cara licik & kotor dalam melakukan aksi2nya, terutama terhadap Negara2 yg di anggap ancaman kepentingan Zeonis dengan cita2 Israel Rayanya...

Cara menaklukan AS pastinya dengan cara mempengaruhi untuk menyadarkan Mayoritas Masyarakat AS itu sendiri dari aksi-aksi Zionis yg memperalat Negaranya,. Tentunya melalui Perang Propaganda kesadaran Moral yang baik & benar, Iran beserta Negara-negaras dalam dunia Islam akan menang.

32.    Abil Yasir Zain
Trump itu pebisnis ulung. Ia sebetulnya mengancam keluarga al-Saud agar selalu tunduk pada titahnya dan jangan sampai telat bayar upeti.

33.    Dewi Apriyani
Blunder....semakin AS benci Iran dan pemimpinya....maka negara ini semakin kuat dan tenar.
 

Aug 05, 2018 13:49 Asia/Jakarta
Komentar