Hari ini, sabtu tanggal 25 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perjanjian Aqabah Kedua Ditandatangani

1440 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulhijjah setahun sebelum Hijrah, Rasulullah Saw menjalin perjanjian Aqabah Kedua dengan penduduk kota Yatsrib yang kelak berubah nama menjadi Madinatun-Nabi atau Kota Nabi.

Perjanjian ini dibuat dalam rangka menengahi perselisihan antara dua kabilah di Yatsrib, yaitu Aus dan Khazraj.

Kedua kabilah itu telah melewati peperangan yang panjang dan karenanya, mereka mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di antara mereka. Sementara itu, beberapa penduduk Yatsrib telah masuk Islam dan mereka memberitahukan kaumnya tentang keunggulan dan kemuliaan akhlak Rasulullah.

Oleh karena itu, penduduk Yatsrib mengirimkan delegasi untuk menemui Rasulullah dan meminta beliau agar datang ke Yatsrib demi menciptakan perdamaian di sana. Atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah, warga Yatsrib pun akhirnya bersedia menandatangani Perjanjian Aqabah, yang selain berisi perjanjian damai di antara kedua kabilah, juga perjanjian untuk membela Rasulullah.

Nabi Muhammad Saw

Pasukan Sekutu Menduduki Iran

77 tahun yang lalu, tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, pasukan sekutu menduduki Iran.

Dalam Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu menduduki Iran. Pada tahun itu, kemajuan tentara Nazi yang cepat ke arah Soviet menyebabkan kekhawatiran yang besar dari AS, Perancis, dan Inggris. Karena jika Nazi berhasil menguasai Soviet, kepentingan Barat di Timur Tengah dan Timur Jauh berada dalam bahaya dan peluang  kemenangan Jerman akan semakin besar. Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk mengirimkan senjata dan biaya kepada Soviet melalui Iran.

Pada pagi hari tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, Iran diserang lewat darat, laut, dan udara oleh tentara Soviet dan Inggris. Rezim despotik Shah Reza Khan yang berkuasa saat itu tidak berhasil melakukan perlawanan berarti, sehingga dua puluh hari kemudian, Teheran berhasil dikuasai oleh Inggris dan Soviet. Berdasarkan kesepakatan London dan Moskow, Shah Reza  Khan digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke luar negeri. Anak Reza Khan kemudian diangkat sebagai penggantinya.

Sejarah

Belarus Keluar Dari Uni Soviet

27 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus tahun 1991, Belarus melepaskan diri dari Uni Soviet dan menjadi negara independen.

Belarus sejak abad ke-14 berada di bawah kontrol Lithuania dan sejak tahun 1569 dikuasai oleh Polandia. Pada akhir abad ke-18, Belarus dijajah oleh Rusia. Setelah Perang Dunia Pertama, wilayah Belarus dibagi antara Rusia dan Polandia. Namun, setelah Rusia menang perang, keseluruhan wilayah Belarus diduduki Rusia.

Menyusul keruntuhan Uni Soviet dan gerakan kemerdekan bangsa-bangsa yang tergabung di dalamnya, Belaruss pun tak ketinggalan memperjuangkan kemerdekaannya. Belarus memiliki luas wilayah 208 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Rusia, Ukraina, Polandia, dan Lithuania.

Belarus

 

Aug 25, 2018 13:38 Asia/Jakarta
Komentar