Hari ini, Ahad tanggal 26 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Mukjizat Terbelahnya Bulan

1444 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 5 Sebelum Hijrah, Nabi Muhammad Saw mengeluarkan mukjizat terbelahnya bulan.

Berdasarkan sejumlah riwayat masyhur, orang-orang Musyrik mendatangani Rasulullah Saw dan berkata, "Bila engkau benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua!" Nabi menjawab, "Apakah bila ini aku lakukan kalian akan beriman?" Mereka serentak menjawab, "Iya."

Malam tanggal 14 Dzulhijjah 5 tahun sebelum hijrah, Nabi Muhammad Saw meminta kepada Allah Swt agar mengabulkan apa yang mereka inginkan darinya. Tiba-tiba bulan terbelah dua. Nabi kemudian berkata kepada mereka, "Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus"." (al-Qamar ayat 1-2)

Nabi Muhammad Saw

Piagam HAM Disahkan di Perancis

229 tahun yang lalu, tanggal 26 Augustus 1789, menyusul kemenangan Revolusi Perancis, parlemen negara ini mengesahkan piagam Hak Asasi Manusia(HAM).

Piagam ini dipengaruhi oleh ide pemikiran era Renaisance seperti Jean Jacques Rousseau yang menekankan kebebasan. Namun demikian, isi piagam ini tidak mendapat respon di dalam negeri Perancis sendiri dan negara-negara lain Eropa untuk beberapa waktu.

Pemerintah Barat yang dengan ganas menginjak-injak hak bangsa negara yang sedang berkembang, malah mengklaim dirinya sebagai pembela HAM. Tak hanya itu, Barat juga memanfaatkan isu HAM untuk menghadapi negara-negara lain yang menentangnya.

Dewan HAM PBB

Haji Mahdi Araqy dan Putranya Hisam Gugur

39 tahun yang lalu, tanggal 4 Shahrivar 1358 HS, Haji Mahdi Araqy dan putranya Hisham, gugur syahid karena dibunuh kelompok munafik Mujahidin al-Khalq di Iran.

Haji Mahdi Araqy adalah pejuang garis depan Revolusi Islam Iran. Selama bertahun-tahun sebelum revolusi mencapai kemenangannya, beliau sudah berjuang melawan Rezim Shah. Akibatnya, beliau bertahun-tahun dipenjara oleh rezim Shah dan mengalami berbagai penderitaan.

Setelah kemenangan revolusi, Haji Mahdi terus berjuang disisi Imam Khomeini demi mempertahankan Revolusi Islam. Beliau memiliki tempat khusus di sisi Imam Khomeini sampai-sampai Imam menyebutnya sebagai saudara dan anaknya sendiri.

Setelah syahidnya Haji Mahdi Araqy, Imam Khomeini berkata, "Kesyahidan Haji Mahdi Araqy sangat berat bagi saya, namun kita harus berbahagia karena dia gugur syahid di jalan Allah. Dia memang harus gugur syahid karena baginya kematian di atas tempat tidur adalah kehinaan."

Sejarah

 

Tags

Aug 26, 2018 17:42 Asia/Jakarta
Komentar