Hari ini, Rabu tanggal 29 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Muhibuddin Saraiy lahir

649 tahun yang lalu, tanggal 17 Dzulhijjah 790 HQ, Muhibuddin Saraiy, seorang ahli fiqih dan tafsir abad ke-8 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Kairo, Mesir.

Setelah menguasai berbagai ilmu, di antaranya sastra Arab, fiqih, ushul fiqih, hadis, dan logika, Muhibuddin Saraiy mengajar di sekolah-sekolah di Kairo.

Cendikiawan muslim ini menghabiskan usianya di bidang ilmu, baik dalam penelitian maupun pengajaran. Di antara karya penulisan yang ditinggalkan Muhibuddin Saraiy berjudul ‘an-Nihayah'.

Sejarah

Ayatullah Sayid Mohammad Taqi Khansari Wafat

66 tahun yang lalu, tanggal 7 Shahrivar 1331 HS, Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Khansari, salah seorang ulama besar dan marji taklid  asal Iran, meninggal dunia.

Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Khansari dilahirkan pada tahun 1888 di kota Khansar, Iran tengah. Beliau mempelajari ilmu fiqih, ushul fiqih, dan filsafat dari ulama-ulama terkemuka hauzah ilmiah Najaf, Irak.

Di Irak, bersama-sama dengan rakyat negeri itu, Ayatullah Khansari ikut berjuang dalam melawan imperialisme Inggris. Akibatnya, beliau ditangkap oleh tentara Inggris dan dibuang ke Singapura. Setelah empat tahun berada di pembuangan, beliau kembali ke Iran dan mengajar di hauzah ilmiah Qom. Beberapa lama kemudian, akhirnya beliau mencapai derajat marjaiyah.

Di Iranpun, Ayatulah Khansari meneruskan perjaungannya melawan imperialisme Inggris di Iran dan mendukung gerakan rakyat Iran dalam menasionalisasi minyak Iran.

Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi Khansari

Ayatullah Muhammad Baqir Al-Hakim Syahid

15 tahun yang lalu, tanggal 29 Augustus 2003, Ayatullah Muhammad Baqir al-Hakim,ulama dan pejuang yang terkenal gugur syahid selepas berlangsungnya shalat Jumat di sekitar makam Imam Ali as di kota suci Najaf akibat ledakan sebuah bom.

Ayatullah Baqir al-Hakim lahir dalam sebuah keluarga pejuang dan ahli ilmu pada tahun 1939. Dia banyak memperoleh ilmu terutama dari ayah beliau Ayatullah Muhsin al-Hakim dan secara gradual turut serta dalam perjuangan melawan rezim despotik Saddam di Irak. Namun akibat kerasnya tekanan dan penumpasan yang dilakukan oleh Rezim ini, Ayatullah Muhammad Baqir Hakim memilih untuk berjuang dari luar negeri yaitu di Iran.

Ketika Amerika dan Inggris menumbangkan rezim Saddam pada bulan April 2003, Ayatullah Hakim kembali ke Irak. Tetapi musuh-musuh Ayatullah Hakim yang menganggap beliau sebagai halangan konspirasi jahat mereka berusaha mencari peluang untuk menerornya. Selain dikenal sebagai pejuang, Syahid Muhammad Baqir Hakim telah meninggalkan 40 buku dan puluhan artikel.

Ayatullah Muhammad Baqir al-Hakim

 

Tags

Aug 29, 2018 13:56 Asia/Jakarta
Komentar