Petang ini kami ajak Anda berjalan-jalan menemani Muhammad dan Said ke sebuah perkampuangan di kota tua, selatan Tehran. Rumah-rumah tua dan lorong-lorong sempit perkampungan di sana sangat unik bagi Muhammad. Namun perlahan langit mulai gelap dan suara adzan maghrib pun mulai terdengar. Said pun lantas mengajak Muhammad untuk shalat berjamaah di sebuah masjid yang terletak di sebuah kompleks makam wali, tak jauh dari sana.

Bangunan makam di sana di kelilingi dengan dinding indah berhiaskan serpihan cermin yang disusun sedemikian rupa seperti lekukan permata membentuk pola-pola geometris. Hiasan cermin itu menjadi begitu berkemilau di tengah sorotan lampu. Seni dekorasi cermin khas Iran atau yang dikenal dengan istilah “ayeneh-kari” ini sangat memikat perhatian Muhammad.

Rekan setia seperti biasanya, sebelum kita simak bersama percakapan Muhammad kali ini, kita pelajari terlebih dahulu beberapa kosa kata penting berikut!

Tu negah mikoni

Kamu melihat

Alan

Sekarang

Namaz

Shalat

An sorou mishavad

Akan dimulai

Man negah mikonam

Saya melihat

Cheh

Apa

Ayineh

Cermin

Ziba

Indah

Zibay

Keindahan

Inha hastand

Ini (jamak)

Ayeneh

Cermin

Ayeneh kari

Seni dekorasi cermin khas Iran

Bes-yar

Sangat

Kochek

Kecil

Miguyim

Kami berkata

Cheguneh

Bagaimana

Anha chesbandeh-and

Mereka ditempel

Beham

Saling

Kar

Pekerjaan

Sakht

Sulit

Honarmand

Seniman

Irani

Orang Iran, semua yang terkait dengan Iran

Be deqqat

Dengan teliti

Anha michasbanand

Mereka menempelkan

Honar

Seni

Qadimi

Kuno

Masjed

Masjid

Masjed-ha

Masjid-masjid

Ziyaratgah

Tempat ziarah

Anha tazyin mikonand

Mereka menghiasi

Anha mipushanand

Mereka menutupi

Divar

Tembok

Tamame

Seluruh

Are

Iya

Ma mibinim

Kami melihat

Roshan

Terang

Nurani

Bercahaya

U mishavad

Dia

Hamintur ast

Begitulah

Ajaleh kon

Cepatlah

 

Rekan setia, pecinta bahasa Persia selanjutnya mari kita simak percakapan Muhammad dan Said berikut ini.

Said

Kamu melihat apa? Sekarang shalat akan dimulai.

Muhammad

Aku melihat dinding ini. Betapa indahnya cermin-cermin ini!

Said

Ini adalah cermin-cermin yang sangat kecil. Kami menyebut seni ini “ayeneh-kari”.

Muhammad

Bagaimana cermin-cermin kecil ini saling ditempelkan? Sungguh pekerjaan yang sangat sulit.

Said

Iya. Ini adalah pekerjaan para seniman Iran. Mereka dengan teliti menempelkan cermin-cermin kecil ini.

Muhammad

Apakah ini seni yang kuno?

Said

Iya, ini adalah seni kuno Iran. Mereka menghias masjid-masjid dan tempat ziyarah dengan ayeneh-kari.

Muhammad

Semua dinding ditutupi dengan sengan cermin-cermin ini?

Said

Iya. Kita bisa melihat ayeneh kari di banyak tempat-tempat ziyarah.

Muhammad

Ayeneh kari membuat ruangan menjadi sangat terang dan bercahaya

Said

Begitulah. Ayo cepatlah. Shalat akan dimulai.

 

Rekan setia, mari kita simak ulang percakapan tadi. Namun kali ini tanpa terjemah.

[dialog]

Muhammad dan Said pun segera bergabung dengan shaf shalat berjamaah. Setelah shalat, Muhammad masih saja terkesima dengan dekorasi cermin yang menghiasi dinding masjid. Serpihan cermin-cermin kecil itu disusun sedemikian rupa sehingga membentuk beragam pola geometris sehingga pantulan cahaya yang disebarkannya sungguh menarik perhatian mata. Bagi Muhammad, teknik dekorasi penataan cermin seperti ini baru pertama kali ia lihat. Tak lama kemudian, Muhammad dan Said segera meninggalkan masjid.

Halaman luar masjid tak kalah indah dan sungguh memberikan suasana yang sangat damai dan tenang. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon tua dan dikeliling dengan pot-pot bunga.

Tags

Aug 29, 2018 14:26 Asia/Jakarta
Komentar