Hari ini, Ahad tanggal 2 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Kelahiran Jamaluddin Ibnu Qafti, Penulis Mesir

871 tahun yang lalu, tanggal  21 Dzulhijjah 568 HQ, Jamaluddin Abul Hasan Ali bin Yusuf Shaibani, yang terkenal dengan nama Ibnu Qafti, seorang penulis kenamaan asal Mesir, terlahir ke dunia di sebuah kota kecil bernama Qaft.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja di kantor pengadilan. Ibnu Qafti meninggalkan 26 karya penulisan di bidang sejarah dan bidang-bidang keilmuan lainnya.

Karya Ibnu Qafty yang paling terkenal berjudul Tarikhul Hukama. Selain itu, Ibnu Qafti juga menulis berbagai artikel mengenai sejarah Kairo, Maroko, Yaman, dan Dinasti Saljuk, Dinasti Ghaznawian, serta dinasti Ali Buyeh.

Image Caption

Perang Dunia II Berakhir

73 tahun yang lalu, tanggal 2 September 1945, dengan menyerah tanpa syaratnya Jepang, Perang Dunia Kedua dinyatakan berakhir.

Setelah kekalahan susul-menyusul Jepang melawan pasukan Sekutu di perang dan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh AS, akhirnya pasukan Jepang terpaksa menyerah kalah. Kejadian ini terjadi  empat bulan setelah menyerahnya Jerman. Kemudian diadakan perjanjian Postdam yang berisi penyerahan Jepang kepada Sekutu.

Berdasarkan perjanjian ini, komandan umum militer Jepang diserahkan kepada Jenderal MacArthur dari AS. Pada tahun 1951, 49 negara dunia mengadakan perjanjian damai dengan Jepang dan setahun kemudian Jepang kembali memegang pemerintahannya sendiri.

Perang Dunia Kedua

Ayatullah Mahdavi Kani Menjadi Perdana Menteri

37 tahun yang lalu, tanggal 11 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Mahdavi Kani menjadi Perdana Menteri Republik Islam Iran.

Pasca ledakan di kantor perdana menteri Iran yang berakibat gugur syahidnya Rajai dan Bahonar, presiden dan perdana menteri Iran, untuk sementara Dewan Kepresidenan bertanggung jawab menjalankan urusan pemerintahan. Sekaitan dengan kondisi ini, Imam Khomeini ra menekankan agar segera dipilih pengganti dan diisinya pos yang ditinggal akibat kejadian tersebut.

Setelah berunding cukup alot dan lama, Dewan Kepresidenan mengusulkan kepada parlemen agar Ayatullah Mahdavi Kani yang waktu itu menjabat sebagai menteri dalam negeri di kabinet Syahid Rajai agar mengisi posisi perdana menteri.

Pada tanggal 11 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Mahdavi Kani terpilih sebagai perdana menteri dengan suara mayoritas 148 suara setuju dari 179 suara yang ada. Periode jabatan Ayatullah Mahdavi Kani sebagai perdana menteri berakhir pada bulan Mehr tahun itu juga dengan terpilihnya Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Iran.

Ayatullah Mahdavi Kani meninggal dunia pada 29 Mehr 1393 HS dalam usia 83 tahun.

Ayatullah Mahdavi Kani

 

Sep 02, 2018 13:37 Asia/Jakarta
Komentar