Hari ini, Senin tanggal 3 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Maitsam Tammar Gugur Syahid

1379 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulhijjah 60 HQ, Maitsam Tammar, salah seorang sahabat utama Imam Ali as, gugur syahid.

Awalnya, Maitsam adalah seorang budak yang kemudian dibeli dan dibebaskan oleh Imam Ali as. Mereka kemudian menjadi sahabat dekat.

Imam Ali amat mencintai Maitsam dan sebaliknya, Maitsam selalu menjadi pembela dan pendukung Imam Ali. Sepeninggal Imam Ali, Maitsam terus mendukung dan membela Ahlul Bait, atau keluarga suci Rasulullah, sehingga akhirnya dibunuh oleh rezim penguasa saat itu, yaitu Dinasti Umayah.

Maitsam Tammar

Damaskus Diduduki Tentara Inggris

110 tahun yang lalu, tanggal 3 September 1918, kota Damaskus yang merupakan kota tua dan bersejarah umat Islam, diduduki oleh tentara Inggris.

Pada Perang Dunia Pertama, salah satu tujuan utama negara-negara Eropa adalah memecah-belah Imperium Ottoman.

Satu persatu wilayah kekuasaan Imperium Ottoman akhirnya jatuh ke tangan Inggris dan Perancis, termasuk di antaranya kota Damaskus. Kemudian, berdasarkan perjanjian antara London dan Paris, kekuasaan di Suriah dan ibukotanya, Damaskus, diserahkan kepada Perancis.

Damaskus

Profesor Mahmoud Hesabi Meninggal Dunia

26 tahun yang lalu, tanggal 12 Shahrivar 1371 HS, Profesor Hesabi meninggal dunia di usia 90 tahun dan dikuburkan di kota Tafresh.

Dr Mahmoud Hesabi, putra Abbas Hesabi "Mo'ez al-Sultaneh", lahir di Teheran, 1281 Hs. Pendidikan dasarnya di sekolah Perancis di Beirut bernama "Ferrer", dan lulus sekolah menengah di American College of Beyrut, dan mengambil sarjana mudanya dari sana. Dr Hesabi dikenal sebagai listrik insinyur di Paris Electric High School dan mendapat gelar Ph.D. di bidang Fisika dari Universitas Sorbonne, Perancis.

Karya Dr Hesabi adalah: Sensitiveness of photoelectric cells (dalam bahasa Perancis), Our way (dalam bahasa Perancis), Iranian Names (dalam bahasa Persia), "Physical Eyes" untuk siswa fisika, dan beberapa esai tentang Inggris, Perancis dan Amerika di majalah fisika, tentang struktur elemen dasar dari atom.

Ia adalah anggota dari Dewan Lembaga Atom Chicago. Ia belajar Quran dari ibunya sebelum usia 7 dan kemudian buku puisi Hafez dan Gulistan dan Bustan milik Sa'di.

Dia adalah seorang mahasiswa yang sukses. Selama belajar nya di universitas ia mendapat 8 derajat (BA, MA, dan Ph.D.) literatur, insinyur sipil, kedokteran, matematika, astronomi, biologi, insinyur listrik, insinyur tambang dan fisika Ph.D. dengan tingkat pertama, hanya selama tujuh tahun.

Profesor Hesabi

 

Tags

Sep 03, 2018 13:46 Asia/Jakarta
Komentar