Hari ini, Rabu tanggal 5 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Rasulullah Bermubahalah Dengan Bani Najran

1429 tagun yang lalu, tanggal 24 Dzulhijjah 10 HQ, Rasulullah Saw beserta putri beliau, Fathimah az-Zahra, menantu beliau, Ali bin Abi Thalib, dan kedua cucu beliau, Hasan dan Husein as, berangkat keluar dari kota Madinah untuk menemui para pembesar kabilah Kristen, Bani Najran melakukan Mubahalah.

Sebelumnya, para pembesar Bani Najran itu datang menemui Rasulullah untuk mempertanyakan ajaran agama Islam. Namun, apapun jawaban yang diberikan Rasulullah, pembesar kabilah Kristen itu tetap tidak mau menerimanya.

Lalu, Allah menurunkan firman-Nya, surat Ali-Imran ayat 60-61, yang artinya, "Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah 'Isa sesudah datang ilmu , maka katakanlah, "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."

Oleh karena itulah, pada hari yang telah dijanjikan, Rasullah dengan membawa Ahlu Bait atau keluarga suci beliau, datang ke sebuah tempat di luar kota Madinah. Para pembesar Bani Najran, begitu melihat kehadiran Rasullah yang hanya ditemani keempat tokoh mulia itu, yaitu Fathimah, Ali bin Abi Thalib, Hasan, dan Husein as, merasa takut dan pemimpin mereka berkata, "Aku melihat wajah-wajah yang jika mereka bedoa agar gunung terbesar diruntuhkan, maka doa itu akan segera dikabulkan Tuhan. Kita tidak seharusnya bermubahalah dengan orang-orang yang agung ini, karena mungkin saja kita semua akan mati." Oleh karena itu, para pembesar Bani Najran akhirnya mengajak Rasulullah berdamai.

Mubahalah

Ayatullah Ali Ghoddousi Gugur

37 tahun yang lalu, Tanggal 14 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Ali Ghoddousi gugur syahid akibat ledakan bom oleh kelompok munafikin dan dimakamkan di komplek pemakaman suci Hazrat Maksumah as di Qom.

Ayatullah Sheikh Ali Ghoddousi lahir di kota Nahavand pada 1306 HS. Di usia 15 tahun beliau pergi ke Qom atas dorongan ayahnya yang juga ulama di daerah tempat tinggal mereka. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah agama beliau belajar fiqih untuk tingkat mujtahid pada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan Imam Khomeini. Pada saat yang sama beliau belajar filsafat kepada Allamah Thathabai.

Ayatullah Ghoddousi saat mempelajari filsafat menunjukkan kejeniusannya sehingga mendapat perhatian khusus dari Allamah Thabathabai dan kemudian mengambilnya sebagai menantunya. Beliau sejak tahun 1341 HS bergabung dalam gerakan anti rezim Pahlevi dan selama berjuang beliau harus menanggung banyak kesulitan.

Syahid Ghoddousi merupakan anggota Jameeh Modarresin Qom (Asosiasi Pengajar Hauzah Qom) dan dipercayai oleh para pemimpin hauzah ilmiah. Pejuang Islam ini pasca kemenangan Revolusi Islam ditunjuk oleh Imam Khomeini sebagai Jaksa Agung.

Ayatullah Ali Ghoddousi

 

Sep 05, 2018 14:22 Asia/Jakarta
Komentar