Hari ini, Sabtu tanggal 8 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Marwan Himar Wafat dan Punahnya Bani Umayah

1307 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzuhijjah 132 HQ, Marwan Himar meninggal dunia dan punahnya Bani Umayah.

Pada awalnya ajakan Bani Abbasiah bangkit melawan Bani Umayah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Demi meraih dukungan Muslimin, mereka berjanji bila berhasil menang dan menghancurkan Bani Umayah, mereka akan memilih satu dari keturunan Nabi Muhammad Saw sebagai khalifah.

Janji yang disampaikan Bani Abbasiah itu membuat masyarakat mendukungnya karena kecintaan kepada Ahli Bait. Mereka akhirnya membantu Abu Muslim Khurasani bangkit menentang Bani Umayah dan perjuangan Bani Abbasiah menjadi lebih serius dan luas. Akhirnya terjadi perang antara Abdullah bin Ali, paman Saffah dan Marwan Himar, khalifah terakhir Bani Umayah.

Dalam perang itu Marwan Himar terbunuh pada 27 Dzulhijjah 132 HQ dan dengan demikian berakhirlah pemerintahan tidak sah Bani Umayah. Setelah itu yang berkuasa atas Muslimin berasal dari silsilah keluarga lain, Bani Abbasiah yang tidak kalah zalimnya dari Bani Umayah.

Sejarah

Tentara Nazi Kepung Leningrad

77 tahun yang lalu, tanggal 8 September 1941, tentara Nazi Jerman berhasil mengepung kota Leningrad, Uni Soviet.

Akan tetapi, berbeda yang dibayangkan oleh Hitler, kota ini tidak juga bisa dijatuhkan. Rakyat kota itu bahkan mampu melakukan perlawanan hingga bulan Januari tahun 1944, padahal warga Leningrad sama sekali tidak memiliki fasilitas militer yang cukup.

Selama tiga tahun bertempur, mereka hanya memiliki sedikit cadangan makanan yang dikirim dari Iran. Selama masa perlawanan itu, lebih dari satu juta warga sipil tewas. Akhirnya setelah warga Leningrad mendapatkan bantuan militer langsung dari tentara Uni Soviet, serta akibat faktor cuaca yang sangat dingin, tentara Jerman terpaksa mundur.

Pasukan NAZI

Jumat Berdarah dan Pembantaian di Bundaran Shohada Tehran

40 tahun yang lalu, tanggal 17 Shahrivar 1357 HS, Jumat pagi Jenderal Gholamali Oveisi, Panglima Militer Tehran mengumumkan kondisi darurat militer kepada warga Tehran dan sekitarnya lewat radio.

Masyarakat yang tidak mendapat informasi tentang kondisi darurat militer ini, sejak jam 6 pagi turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi di hari keempat berturut-turut. Tempat berkumpulnya para demonstran adalah Bundaran Zaleh (sekarang bernama Bundaran Shohada).

Ketika warga tiba di jalan-jalan yang menuju tempat berkumpul, tiba-tiba mereka menyaksikan tank dan kendaraan lapis baja lainnya disertai tentara yang bersenjatakan senapan otomatis telah menanti mereka. Para demonstran benar-benar tidak siap dengan keadaan ini. Sementara tentara yang ada di sana setelah mengeluarkan beberapa kali peringatan langsung menembaki warga.

Sejak peristiwa itu, tanggal 17 Shahrivar diperingati sebagai Hari Jumat Berdarah Tehran.

Jenderal Gholamali Oveisi

 

Sep 08, 2018 16:34 Asia/Jakarta
Komentar