Hari ini, Senin tanggal 10 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Khayat, Ahli Nahwu Meninggal

1119 tahun yang lalu, tanggal 29 Dzulhijjah 320 HQ, Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Khayat, seorang ahli hadis dan ulama besar ilmu nahwu, meninggal dunia.

Beliau dilahirkan di kota Samarkand di timur laut Iran, yang kini menjadi wilayah dari Uzbekistan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Ibnu Khayat pergi ke Irak untuk melanjutkan pendidikan. Ibnu Khayat menimba ilmu di berbagai kota Irak yang kala itu merupakan pusat keilmuan dunia Islam.

Di antara karya-karya peninggalan Ibnu Khayat berjudul "Ma'aniy Al-Quran", "al-Mujaz fin-Nahwi", dan "an-Nahwul Kabir".

Penandatanganan Perjanjian Saint Germain

99 tahun yang lalu, tanggal 10 September 1919, ditandatangani perjanjian Saint Germain antara negara-negara pemimpin Perang Dunia Pertama dengan kaisar Austria.

Menurut perjanjian ini, wilayah imperium Austria dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Austria, Hongaria, dan Chekoslovakia. Beberapa bagian dari wilayah Austria juga diserahkan kepada Italia, Yugoslavia, Soviet, Polandia, dan Romania.

Dalam perjanjian ini juga disebutkan bahwa perjanjian antara Austria dan Jerman yang telah ditandatangani sebelumnya, dibatalkan dan Austria dilarang mengikat perjanjian apapun dengan Jerman. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah Austria dan Jerman  membentuk kembali sebuah kekuatan besar.

Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani Wafat

39 tahun yang lalu, tanggal 19 Shahrivar 1358 HS, Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani meninggal dunia pada dalam usia 69 tahun dan dikuburkan di Behesht Zahra, Tehran.

Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani lahir di kota Taliqan pada 1289 HS. Setelah mempelajari pendidikan agama di kotanya, beliau pergi ke kota Qom untuk lebih memperdalam pendidikan agamanya.

Aktivitas perjuangan Ayatullah Taleghani telah dimulai semenjak beliau memasuki hauzah ilmiah Qom. Pada 1318 HS, untuk pertama kalinya beliau mengeluarkan pernyataan kebenciannya terhadap rezim Shah Pahlevi terkait peristiwa Kashf Hejab (pelarangan memakai hijab). Menyusul pernyataan yang dikeluarkan, Ayatullah Taleghani ditangkap dan dipenjarakan.

Pada tahun 1330 dan 1331 HS beliau melakukan kunjungan ke negara Mesir dan Yordania atas usulan Ayatullah Boroujerdi untuk ikut dalam kerjasama antara Muslimin. Pada tahun 1342 HS, Ayatullah Taleghani kembali terjun ke medan perjuangan mengikuti Imam Khomeini ra dan beberapa kali beliau kembali dipenjarakan oleh rezim Shah.

Tags

Sep 10, 2018 20:16 Asia/Jakarta
Komentar