Kali ini kami ajak Anda berjalan-jalan menikmati keindahan salah satu sudut kota Tehran. Kebetulan hari ini, Muhammad dan temannya, Ramin tengah berjalan-jalan ke sebuah taman di utara Tehran. Mereka kini tengah duduk santai menikmati pemandangan indah kota Tehran dari atas puncak bukit. Dari sana, kota Tehran benar-benar terlihat begitu besar dan indah. Hawa udara di sana terasa lebih dingin. Apalagi saat ini tengah musim gugur.

Tehran adalah kota yang indah. Selain memiliki banyak bangunan kuno dan tradisional. Tehran juga banyak memiliki gedung-gedung tinggi yang modern. Muhammad sendiri sangat tertarik dengan bangunan tinggi, jalanana besar, dan jembatan layang yang banyak ditemui di Tehran. Sambil menikmati keindahan kota Tehran dari atas bukit, ia bersama Ramin tengah berbincang-bincang mengenai kota Tehran. Anda tertarik bukan untuk mengikuti pembicaraan mereka? Namun sebelum itu, kita pelajari dulu beberapa kosakata penting berikut ini:

Bala

Atas

Ma mibinim

Kita melihat

Ma mitavanim bebinim

Kita bisa melihat

Kheyli

Sangat

Qashang

Indah

Bozorg

Besar

Ziba

Cantik, indah

Jaleb

Menarik

Sekali

Sangat

Manzareh

Pemandangan

Che chizhayi

Apa saja

Sakhteman

Gedung

Sakhtemanha

Gedung-gedung

Borj

Menara

Borjha

Menara-menara

Zaman

Zaman

Zamanikeh

Sewaktu

Amadam

Aku datang

Man fekr nemikardam

Tidak aku pikir, tidak aku kira

Modern

Modern

Yani

Yakni, jadi

Man mibinam

Aku melihat

Man fekr mikardam bebinam

Aku pikir, aku (bisa) melihat

Tu fikr mikardi

Kamu pikir, kamu kira

Khaneh

Rumah

Yek tabaqeh

Satu lantai

Kochek

Kecil

Waqti

Sewaktu

Bacheh

Anak-anak

Man budam

Aku

Ma zendegi mikardim

Kami hidup, kami tinggal

Shoma zendegi nemikonid

Kamu tidak hidup, kamu tidak tinggal

Alan

Sekarang

U forukht

Dia menjual

Pedaram

Ayahku

Ziba

Indah

Aparteman

Apartemen

Ma zendegi mikonim

Kami hidup, kami tinggal

Kodam

Yang  mana

Bishtar

Lebih banyak

Tu dustdari

Kamu suka

Man dust dashtam

Aku suka

Hayat

Halaman

Baradar

Saudara laki

Baradarha

Saudara-saudara laki

Man bazi mikardam

Aku bermain

Dorost ast

Benar

Hanuz

Sampai sekarang

Tu mibini

Kamu melihat

Tu mitavani bebini

Kamu bisa melihat

Kocheh

Gang, lorong

Kochehha

Gang-gang, lorong-lorong

 

Rekan setia, selanjutnya kita pelajari bersama percakapan Muhammad dan Ramin. Simaklah dengan seksama!

Ramin

Dari atas sini kita bisa melihat Tehran. Sangat Indah!

Muhammad

Iya. Tehran sangat besar dan indah.

Ramin

Menurutmu, apa saja yang menarik dari Tehran?

Muhammad

Gedung-gedung dan menara-menara tinggi Tehran sangat menarik buatku. Sewaktu aku tiba di Tehran, tidak aku pikir aku bisa melihat gedung-gedung modern di Tehran.

Ramin

Jadi kamu pikir gedung-gedung di Tehran itu kuno?

Muhammad

Iya. Aku pikir sebagian besar rumah-rumah di Tehran hanya satu lantai dan Tehran hanya sebuah kota kecil.

Ramin

Sewaktu aku masih anak-anak, aku tinggal di sebuah rumah besar satu lantai.

Muhammad

Sekarang kamu tidak tinggal di sana lagi?

Ramin

Tidak, ayahku sudah menjual rumah indah dan tua itu. Sekarang kami tinggal di sebuah apartemen.

Muhammad

Mana yang lebih kamu suka? Rumah tua ataukah apartemen?

Ramin

Saya sangat menyukai rumah itu. Kami sering bermain-main dengan saudara-saudaraku di halamannya.

Muhammad

Menara-menara di Tehran sangat modern dan indah.

Ramin

Benar. Tapi sampai sekarang pun rumah-rumah kuno masih bisa kamu lihat di lorong-lorong kota.

 

Rekan setia, selanjutnya mari kita simak ulang percakapan Muhammad dan Ramin sekali lagi. Kali ini tanpa terjemahan

[dialog]

Muhammad menunjukkan kepada Ramin sebuah gedung tinggi yang terlihat menjulang di bawah sana. Ia pun bertanya kepada Ramin letak gedung tersebut. Ramin berkata, gedung itu terletak di jalan Modares. Sebagian besar gedung-gedung tinggi di Tehran dibangun di bagian utara kota. Gedung-gedung pencakar langit itu mengubah wajah Tehran terasa lebih modern dan sangat indah. Namun sampai sekarang pun, gedung-gedung tua dan tradisional masih banyak kita jumpai di bagian pusat dan selatan kota Tehran.

Biasanya rumah-rumah tradisional di Tehran dilengkapi dengan halaman luas dan kolam air di bagian depan rumah. Halaman itu juga dilengkapi dengan taman, sehingga kian menambah keindahan rumah. Di masa lalu, keluarga Iran biasa menikmati waktu luang mereka di sore hari dengan duduk bercengkrama bersama keluarga di teras depan rumah, sambil menikmati teh hangat dan buah-buahan.

Setelah mengobrol panjang lebar, tak terasa langit mulai petang. Ramin dan Muhammad pun segera turun dari bukit dan pergi ke sebuah warung kopi yang tak jauh dari kaki bukit. Udara hangat di warung kopi dan harumnya aroma wangi teh panas membuat mereka merasa begitu betah melanjutkan obrolannya.

Tags

Sep 11, 2018 16:29 Asia/Jakarta
Komentar