Hari ini, Sabtu tanggal 19 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Isfand 1394 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Publius Vergilius Maro Meninggal

 

2035 tahun yang lalu, tanggal 19 Maret tahun 19 sebelum Masehi, Publius Vergilius Maro atau yang lebih dikenal dengan nama Virgil, seorang penyair besar Roma, meninggal dunia.

Dia dilahirkan di kawasan utara Italia pada tahun 70 Sebelum Masehi. Kemudian ia menuntut ilmu di Cremona and Mediolanum, di kota Milan dan selanjutnya pergi ke Roma untuk belajar matematika, kedokteran, dan retorika.

 

Virgil dikenal atas karya epiknya yang berjudul Aeneid. Epik ini berisi petualangan Aeneas yang mencari tanah air baru dan peperangan yang dilakukannya untuk menemukan sebuah kota. Karya itu tidak berhasil diselesaikan Virgil karena ia meninggal dunia akibat penyakit.

Ibnu Farah Ashbili Wafat

738 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Tsani tahun 699 Hq, Ibnu Farah Ashbili, sastrawan dan ahli hadits terkenal abad 7 hijriah meninggal dunia.

Ibnu Farah dilahirkan di Ashbiliah, sebuah desa di kawasan bernama Andalusia, Spanyol selatan. Saat tentara Spanyol menyerang Ashibiliah, Ibnu Farah termasuk di antara warga Ashbili yang ditawan. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, Ibnu Farah berhasil melarikan diri dan pergi ke Kairo, Mesir.

Di kota pusat ilmu itu, Ibnu Farah mempelajari ilmu-ilmu agama dari sejumlah ulama terkenal saat itu. Kemudian, Ibu Farah hijrah ke Damaskus, Suriah untuk melanjutkan studinya. Setelah selesai menamatkan pelajarannya, Ibnu Farah menetap di Damaskus dan mengajar ilmu hadits di kota itu. Ibnu Farah meninggalkan karya tulis yang sangat berharga buat kaum muslimin berupa kumpulan penjelasan atas hadits-hadits Nabi. Karya tulisnya ini juga dikenal memiliki nilai sastra yang sangat tinggi.

Sir Walter Haworth Lahir

 

133 tahun yang lalu, tanggal 19 Maret 1883, Sir Walter Haworth, seorang ahli kimia Inggris, terlahir ke dunia.

Pada tahun 1903, ia diterima di jurusan kimia pada Universitas Manchester dan berhasil lulus tiga tahun berikutnya dengan penghargaan utama. Setelah itu, Haworth melakukan berbagai penelitian sampai akhirnya meraih gelar doktor.

 

Hasil-hasil penelitian Haworth banyak memberikan sumbangan terhadap dunia ilmu kimia, di antaranya pengenalan terhadap struktur gula. Makalah ilmiah Haworth diantaranya berjudul "Studi Lanjutan Atas Kimia Karbohidrat" dan pada tahun 1929 ia menerbitkan buku berjudul The Constitution of Sugars.

Nasionalisasi Minyak Iran

65 tahun yang lalu, tanggal 29 Isfand 1329 (19 Maret 1951), Parlemen dan Senat Iran mengesahkan undang-undang nasionalisasi minyak Iran. Pengesahan UU ini merupakan kemenangan perjuangan rakyat Iran yang dipimpin para ulama yang beberapa waktu sebelumnya mengadakan berbagai demonstrasi penentangan atas imperialisme asing di negara mereka.

Selain mengesahkan UU ini, parlemen juga mengangkat Doktor Mosaddegh sebagai Perdana Menteri Iran yang bertugas melaksanakan UU tersebut. Atas disahkannya UU Nasionalisasi Mintak Iran ini, negara-negara Barat mengembargo pembelian minyak dari Iran. Inggris yang menguasai industri perminyakan di Iran bahkan mengadukan masalah ini ke Pengadilan Den Haag namun kalah dalam pengadilan.

Dengan dukungan rakyat, pemerintah Iran tetap melaksanakan UU tersebut dan tanggal 18 Juni 1952, perusahaan-perusahaan minyak milik Inggris secara penuh diambil alih oleh bangsa Iran.

Imam Khomeini Umumkan Berkabung di Tahun Baru Iran

53 tahun yang lalu, tanggal 29 Isfand 1341 Hs, Imam Khomeini ra mengumumkan tahun baru 1342 Hs sebagai hari berkabung nasional Iran.

Setelah rezim Shah menyelenggarakan referendum formalitas pada 6 Bahman 1341 Hs dan media-media dalam dan luar negeri memuji Shah dan Revolusi Putihnya, bermunculan penentangan dari pelbagai penjuru negeri, terutama Imam Khomeini ra. Dalam pertemuan mingguan dengan para marji dan ulama Qom, Imam Khomeini ra meminta semua satu suara menentang rezim Shah dan mengusulkan agar semua mengumumkan hari berkabung nasional di tahun baru 1342 Hs. Ulama dan tokoh-tokoh Iran mendukung usulan Imam Khomeini ra tersebut dan sambil mendukung ide itu, mereka mengumumkan tahun baru sebagai hari berkabung nasional.

Mereaksi gerakan itu, Shah menyatakan perang dengan ulama dan mengancam siapa saja yang menentangnya akan dibunuh. Sikap Shah direaksi lebih keras lagi oleh Imam Khomeini ra. Pada 29 Isfand 1341 Hs, Imama Khomeini ra di depan ulama, santri dan warga Qom menyingkap kebusukan rezim Pahlevi dan menegaskan pendapat beliau bahwa tahun baru 1342 Hs sebagai hari berkabung nasional.

Dalam pemboikotan perayaan tahun baru Iran atau Nowruz, di sebagian masjid, huseiniah, rumah ulama dan khususnya rumah Imam Khomeini ra diselenggarakan acara berkabung. Kondisi ini mempersulit program dan rencana Shah, sehingga membuat marah pemerintah. Sejak saat itu, rezim Shah sampai pada kesimpulan harus ada gerakan penumpasan terhadap kelompok agamis, agar membuat mereka jera.

Pada 2 Farvardin 1342 Hs, pihak keamanan Shah menyerbu ke dalam madrasah Feizieh yang membangkitkan kemarahan Imam Khomeini ra. Beliau akhirnya menyampaikan pidato historisnya yang membuat dirinya ditangkap.

Apr 21, 2016 19:50 Asia/Jakarta
Komentar