Mei 08, 2019 17:10 Asia/Jakarta
  • Revolusi Islam Iran
    Revolusi Islam Iran

Melewati empat dekade kehidupan gemilang Republik Islam Iran dan memasuki tahap baru dalam gerakan dinamis Republik Islam, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pernyataan penting mengenai "Langkah Kedua Revolusi".

Pada enam bagian tulisan sebelumnya, kami telah menyajikan pandangan Rahbar tentang masa lalu dan masa depan Revolusi Islam. Di bagian ini kita akan memulai untuk menelisik pernyataan Ayatullah Khamenei mengenai langkah kedua revolusi. Tapi sebelumnya, akan dibahas mengenai urgensi, sensitivitas dan pengaruhnya, dengan kehati-hatian, kedalaman, dan penjelasannya.

Pernyataan langkah kedua revolusi dipandang penting untuk menentukan jalur cerah Republik Islam Iran menuju terciptanya peradaban Islam dan kemudian menyerahkannya kepada penyelamat dunia, Imam Mahdi (AS). Dalam pernyataannya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyoroti kontribusi penting generasi muda generasi muda dalam mewujudkan prestasi Revolusi Islam dan menghadirkannya sebagai pendukung utama dalam pemerintahan Islam dan memberikan rekomendasi yang berharga dalam hal tersebut.

Subjek pernyataan Ayatullah Khamenei mengenai era cemerlang dari Revolusi Islam selama empat dekade dan jalan baru meretas masa depan yang lebih cerah. Tetapi, sebelumnya membahas masalah ini,  kita perlu tahu apa revolusi itu dan bagaimana karakteristik revolusi Islam yang membedakannya dengan revolusi lain.

 

Revolusi  Islam Iran

Revolusi bermakna perubahan mendasar sebuah keadaan. Ada berbagai definisi revolusi yang dapat disimpulkan sebagai upaya rakyat untuk menggulingkan pemerintah demi membawa perubahan mendasar dalam institusi, hubungan dan struktur politik negara menuju tujuan dan cita-cita revolusi. Berdasarkan definisi ini, banyak gerakan protes dan pemberontakan tidak dapat disebut revolusi, karena mereka biasanya terbatas, dangkal serta tanpa maksud dan tujuan tertentu. Sejumlah aksi perubahan seperti kudeta, maupun pemberontakan bersenjata dilakukan oleh kelompok kecil untuk mengambil kekuasaan.  

Tentu saja, faktor dan sarana revolusi juga penting. Suatu gerakan terjadi ketika orang-orang tidak puas dan memprotes keadaan seperti korupsi yang merajalela dan ketidakmampuan aparat dalam mengelola negara. Tetapi ketidakpuasan terhadap keadaan saja dtidak cukup. Sebab harus memiliki cita-cita dan tujuan yang lebih tinggi dalam pikiran yang  menjadi cita-cita pengusung revolusi ke arah situasi yang diinginkan.

Faktor penting lain terjadinya revolusi adalah kesiapan rakyat untuk berkorban, pengabdian dan semangat revolusioner serta kepercayaan diri. Selain itu diperlukan kehadiran orang-orang yang kredibel dan kapabel yang diterima rakyat untuk menyatukan, mengatur, dan memimpin kekuatan revolusioner sehingga revolusi mencapai hasilnya. Banyak revolusi yang gagal tidak memiliki satu atau lebih faktor dalam keberhasilan revolusi.

Tampaknya sangat jarang revolusi di dunia seperti Revolusi Islam Iran yang memiliki faktor revolusi yang riil, menyeluruh dan kuat. Ketika itu, rakyat Iran sangat tidak puas dengan politik, ekonomi, sosial, budaya dan kebijakan militer rezim Pahlavi, dan mereka menuntut pemerintah Islam berdasarkan budaya Islam dan pencerahan Imam Khomeini.

Mereka juga menunjukkan pengorbanannya untuk mencapai tujuan dan cita-cita revolusi sampai batas kesyahidan, dan mereka menerima Imam Khomeini sebagai pemimpin yang benar, berani, bertakwa dan berwawasan ke depan. Ketersediaan faktor-faktor penting ini menyebabkan Revolusi Islam Iran menang dan tetap lestari hingga kini meskipun ditentang keras oleh Amerika Serikat dan pemerintah Barat lainnya.

Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran, mengungkapkan perbedaan mendasar antara Revolusi Islam dengan revolusi lainnya, "Ada perbedaan antara revolusi Islam Iran dengan revolusi duniawi. Revolusi duniawi bukan untuk keimanan, bukan juga untuk Tuhan. Revolusi Iran demi Tuhan, dan sejak awal adalah untuk Tuhan. Allah Maha Besar, dan akhirnya akan demikian juga."

Oleh karena itu, Revolusi Islam Iran, selain menangani tuntutan ekonomi, sosial dan politik seperti kebebasan, kemakmuran, kemandirian, keamanan, dan sebagainya; juga memenuhi tuntutan spiritual dan moralitas.

Cita-cita Islam rakyat Iran berpijak dari fitrah manusia yang bersifat universal. Sebab, nilai-nilai besar ini selalu suci dan penting bagi umat manusia. Dalam pernyataan langkah kedua Revolusi Islam, ditegaskan, "bagi segala sesuatu terdapat usia dan batawa waktu kadaluarnya. Tetapi slogan-slogan global revolusi agama ini menjadi pengecualian; sebab tidak akan pernah tidak bermanfaat dan atau tidak berguna, karena fitrah manusia sepanjang zaman tetap ada. Nilai-nilai kebebasan, moralitas, spiritualitas, keadilan, kemandirian, martabat, rasionalitas, dan persaudaraan, tidak terkait dengan hanya satu generasi dan satu masyarakat saja, sehingga bersinar dalam suatu periode dan jatuh pada periode lain. Orang tidak pernah bisa membayangkan akan bosan dengan perspektif cemerlang ini, ".

Keberlangsungan nilai-nilai Revolusi Islam yang terus lestari setidaknya harus memiliki dua faktor. Pertama, mengapa sekelompok besar Muslim dan bahkan non-Muslim mendukung revolusi rakyat ini, bahkan menjadikannya sebagai model bagi mereka. Kondisi tersebut berlangsung di tengah gencarnya propaganda media anti-revolusi Islam yang menyesatkan ,yang dimulai sebelum kemenangan gerakan rakyat Iran empat puluh tahun yang lalu.

Kedua, cita-cita Islam dan Revolusi Iran yang berpijak pada fitrah dapat ditemukan dalam kesetiaan umat Islam di Iran terhadap Revolusi Islam selama empat dekade. Selama periode ini, mereka mereka mengalami banyak kesulitan, dan media massa oposisi terus-menerus menyebarkan propaganda keliru mengenai Iran, tetapi mereka tetap mendukung revolusi Islam.

Sebagaimana ditegaskan Ayatullah Khamenei dalam pernyataannya mengenai langkah kedua revolusi, "Di antara semua negara yang tertindas, lebih sedikit yang menjadi negara revolusioner; dan di antara negara-negara yang bangkit dan melakukan revolusi, lebih sedikit yang mampu menyelesaikan pekerjaannya, kecuali perubahan pemerintahan, dan tetap memelihara cita-cita revolusionernya. Tetapi revolusi agung bangsa Iran, revolusi terbesar dan paling populer di era baru, menjadi satu-satunya revolusi yang berhasil mencapai era kecemerlangannya tanpa mengkhianati cita-cita, menghadapi semua rintangan yang menghadang, dengan menjaga martabat dan keaslian cita-citanya. Kini telah memasuki tahap kedua pengembangan diri dan masyarakat serta membangun peradaban. "

Namun, tujuan revolusi lain tidak tercapai atau tertunda. Misalnya, sampai beberapa dekade setelah terjadi Revolusi Perancis, masih ada tirani monarki, dan tidak ada kebebasan rakyat. Contoh lainya, revolusi komunis Rusia yang tidak berhasil memenuhi tuntutan lapangan kerja dan mata pencaharian rakyat.(PH)

 

Tags

Komentar