Mei 16, 2019 09:25 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 16 Mei 2019.
    Lintasan Sejarah 16 Mei 2019.

Sayidah Khadijah as Wafat

1437 tahun yang lalu, tanggal 10 Ramadan tiga tahun sebelum Hijriah, Khadijah as, istri Rasulullah Saw meninggal dunia.

 

Sayidah Khadijah as adalah seorang perempuan Quraisy yang terkemuka dan hartawan. Ketika Muhammad Saw diangkat Allah sebagai Rasul, Khadijah adalah orang pertama yang beriman dan memeluk agama Islam. Beliau pun menjadi pendukung utama dakwah Rasulullah dan bahkan mengorbankan seluruh hartanya demi dakwah Islam. Tahun wafatnya Khadijah disebut sebagai tahun kesedihan karena pada tahun yang sama, Rasulullah juga kehilangan pendukung utamanya yang lain, yaitu Abu Thalib.

 

Mengenai Khadijah, Rasulullah bersabda, "Demi Allah, Khadijah adalah anugerah terbesar dari Allah untukku. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkariku dan dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku."

Mahdi Derakhshan, Dosen Sastra Persia Wafat

 

26 tahun yang lalu, tanggal 26 Ordibehesht 1372 HS, Mahdi Derakhshan, penulis dan penyair modern Iran meninggal dunia dalam usia 75 tahun.

 

Doktor Mahdi Derakhshan, peneliti, penulis dan dosen sastra Persia Universitas Tehran lahir pada 1297 Hs dan menyelesaikan pendidikannya di jurusan sastra Persia. Beliau kemudian melakukan penelitian dan mengajar di Fakultas Sastra Universitas Tehran dan selama beberapa waktu di Universitas Ankara.

 

Doktor Derakhshan tetap melanjutkan penelitian dan studinya di bidang bahasa dan sastra Persia serta maarif Islam. Beliau meninggalkan sejumlah karya ilmiah seperti revisi kumpulan puisi Kasai Morouzi, tafsir al-Quran juz 30, Jawahir Quran, Ta'sir Quran va Hadis dar Adabiat Farsi (Pengaruh al-Quran dan Hadis terhadap sastra Persia) dan gaya penulisan roman Persia dari abad keempat hingga 14 HS.

 

Shoko Asahara Ditangkap

 

24 tahun yang lalu, tanggal 16 Mei tahun 1995, Shoko Asahara, pemimpin sekte sesat Aum Shinrinkiyo di Jepang, ditangkap oleh polisi negara itu.

 

Sekte ini menjadi buronan polisi setelah terbukti menjadi pelaku serangan bom kimia di kereta api bawah tanah Jepang yang menewaskan 12 orang dan melukai 5000 orang lainnya.

 

Shoko Asahara lahir tahun 1955 dengan nama Chizua Matsumoto. Pada tahun 1984, ia dan istrinya memulai kelas pengajaran Yoga dan mulai mendapat pengikut. Pada tahun 1986, Matsumoto pergi ke India dan di sana ia mengaku mendapat wahyu ketika sedang bertapa di gunung Himalaya.

 

Sepulangnya ke Jepang pada tahun 1987, Matsumoto mengubah namanya menjadi Shoko Asahara dan mengembangkan kelas relijius yang diberi nama Aum Shinrikiyo, yang artinya ajaran kebenaran mengenai penciptaan dan penghancuran alam.

Tags

Komentar