Aug 31, 2019 15:49 Asia/Jakarta
  • kemajuan sains dan teknologi Iran
    kemajuan sains dan teknologi Iran

Para peneliti di Universitas Ferdowsi Mashhad, dan Universitas Quchan, Iran bekerjasama dengan peneliti dari Polandia berhasil membuat nanopartikel dari bahan metal-organik yang dapat digunakan untuk memisahkan dan menyimpan gas rumah kaca termasuk CO2.

Masalah peningkatan suhu bumi merupakan kekhawatiran utama umat manusia di abad ini. Para peneliti menganggap bertambahnya tingkat konsentrasi CO2 di atmosfir sebagai penyebab terpenting fenomena ini.
 
Oleh karena itu, perlu untuk menampilkan dan memanfaatkan metode efektif guna mengatasi masalah gas rumah kaca di dunia. Upaya ini mendorong terbentuknya sejumlah organisasi profesional seperti komisi khusus PBB terkait perubahan iklim, dan program SET-Plan di Uni Eropa.
 
Menurut salah satu asisten dosen jurusan Kimia, Universitas Ferdowsi, senyawa terpenting yang digunakan untuk memisahkan dan menyimpan CO2 di dunia adalah metal-organic framework, MOFs.
 
Mengingat pentingnya penelitian di bidang ini, proyek penelitian yang dilakukan Universitas Ferdowsi menggunakan nanopartikel MOFs berbasis inti tembaga, dan menguji kinerjanya dalam mengatasi dampak CO2.
 
Menurut para peneliti, kajian ini menunjukkan kinerja luar biasa MFUM-1 (Cu) dalam mengendalikan CO2 dari campuran gas. Dengan cara tertentu kinerjanya dapat bersaing dengan senyawa serupa lainnya. Dengan memperhatikan masalah ini, dan kebutuhan industri Iran pada inovasi, senyawa ini dapat digunakan untuk menghilangkan gas tercemar yang dikeluarkan berbagai jenis industri terutama gas CO2.
 
Para peneliti mengatakan, saat ini model awal MFUM-1 (Cu) dibandingkan dengan ujicoba dan dengan maksud mencatat perusahaan berbasis sains, sekarang sedang dipersiapkan.
 
Ini dalam kerangka metal-organik dengan memanfaatkan metode sonochemistry yang sudah disintesiskan, dan diberi nama Materials from Ferdowsi University of Mashhad, dan dicatat di situs The Cambridge Structural Database, CSD. Hasil penelitian di atas dimuat dalam jurnal ilmiah Dalton Transactions pada tahun 2018.
 
Kemunculan cepat bakteri yang tahan terhadap antibiotik menyebabkan banyak efek samping dan kematian akibat infeksi, dan sebagai sebuah masalah serius yang terus menyebarluas. Oleh karena itu kebutuhan mendeteksi faktor-faktor penyebab kemunculan aktimikroba baru dengan kinerja yang efektif, sangat penting.
 
Universitas Ferdowsi Mashhad, Iran

Salah satu nanomaterial baru yang belakangan mendapat perhatian besar di berbagai bidang terutama kedokteran, adalah nanomaterial berbasis Graphene. Dengan alasan itu, para peneliti Universitas Lorestan, Iran bekerjasama dengan para peneliti Universitas Berlin, Jerman, melakukan penelitian di bidang ini.

 
Menurut salah satu dosen Universitas Lorestan, Graphene sebagai sebuah polimer dua dimensi dengan karakteristik struktural luar biasa, menarik perhatian para peneliti secara luas.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian terkait kegunaan biomedis material berbasis Graphene, termasuk kegunaan antibakteri, identifikasi dan kemampuan menonaktifkan Pathogen penyebab penyakit, mengalami pertumbuhan yang signifikan.
 
Meskipun demikian, mekanisme interaksi Graphene-Pathogen belum dipahami secara penuh, oleh karena itu, dalam penelitian ini mekanisme interaksi nanosheet Graphene dan bakteri, dikaji.
 
Temuan-temuan dalam penelitian ini dapat menjadi kesempatan baru untuk menelaah interaksi nanomaterial dua dimensi dengan biosistem, dan membuka jalan untuk meningkatkan temuan tersebut di bidang uji klinis dan kegunaan lingkungan hidup, sebagai filter antibakteri dalam proses pemurnian air.
 
Dari satu sisi atas bantuan hasil penelitian, proyek penelitian ini juga membuka kemungkinan sintesisasi nanosheet berbasis Graphene, dengan biaya murah dan kemampuan tinggi untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
 
Dalam penelitian ini diusulkan mekanisme antibakteri yang bergantung kuat pada area yang bisa diakses, sebagai contoh bagian pinggir, lapisan lembaran dan kekuatan adhesinya.
 
Dengan memperhatikan kegunaan-kegunaan yang sudah disampaikan terkait nanosheet Graphene, sepertinya dengan menyiapkan nanomaterial Hybrid, ia dapat digunakan sebagai karakteristik menarik dan terpenting di bidang farmasi, termasuk manfaat antibakterial. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Nanoscale pada tahun 2018.
 
Penggunaan sebuah teknologi cerdas rekayasa genetik membawa harapan bagi pengobatan total masalah kegemukan pada orang yang selama bertahun-tahun menderita penyakit ini.
 
Sebelumnya, metode CRISPR digunakan untuk membantu menyembuhkan sejumlah penyakit seperti malaria, kolera dan cacar, serta membuka kemungkinan menghadapi virus HIV.
 
Para peneliti Universitas California, Amerika Serikat mengatakan, penggunaan metode CRISPR dapat mencegah masalah kegemukan. Metode ini berhasil diujicoba pada tikus, dan membawa harapan keberhasilan uji coba pada manusia.
 
Saat metode ini digunakan, beberapa gen manusia harus dikopi secara akurat, dan sampai sekarang masih banyak kekhawatiran terkait akurasi proses ini. Begitu juga sampai sekarang masih belum jelas apakah penggunaan metode ini memiliki efek samping atau tidak.
 
Harus diperhatikan bahwa penggunaan metode ini di masa lalu di banyak kasus menyebabkan pasien terserang penyakit lain. Penggunaan metode ini pada tikus berhasil mengelola tingkat rasa lapar pada hewan itu sepanjang siang dan malam, serta menghilangkan nafsu makan berlebih mereka.[]

Tags

Komentar