• Wisata Religi di Iran
    Wisata Religi di Iran

Dr. Mohammad Hassan Imani Khoshkho, dosen di sebuah universitas meyakini, "Jika selama wisata seseorang tidak memperhatikan sisi spiritual, maka pariwisata sepenuhnya bertumpu pada sisi industri yang meski memiliki hasil ekonomi yang baik, tapi di sektor ini hanya diperhatikan sisi materi dan hanya separuh dari kondisi manusia yang diperhatikan. .."

Lebih lanjut ia mangatakan, "...Di pariwisata selain sisi materi, juga harus diperhatikan sisi non materi. Jika kita ingin mengejar pariwisata dengan poros manusia, maka selain fisik, jiwa manusia juga harus diperhatikan. Definisi pariwisata ini dikemas dalam bentuk sisi spiritual, artinya manusia selama perjalanan dan wisatanya selain mengejar kesenangan fisik juga  mampu meraih ketenangan jiwa."

 

Di kehidupan modern ini, wisata merupakan salah satu sarana untuk mencapai ketenangan dan vitalitas. Spiritualitas adalah sesuatu yang hilang dari manusia modern dan kebutuhannya untuk mengalahkan kecemasan hidup. Pariwisata sangat penting bagi para pencari spiritualitas karena dapat mempersiapkan peluang untuk meraih ketenangan.

 

Setiap manusia dalam koridor budaya dan ideologi serta agamanya telah memberikan definisi dari spiritualitas. Terkadang orang mendefenisikan spiritualitas dengan definisi terbatas dan hanya cukup dengan arti umumnya yakni ketenangan, memperkuat jiwa dan melepas lelah kehidupan sehari-hari.

 

Kelompok lain mendefinisikan spiritualitas lebih luas dan dengan memperhatikan alam semesta. Di balik pencarian ini, jiwa manusia akan meraih ketenangan sejati dan jawaban tepat bagi kebutuhannya. Allah Swt menyebutkan bahwa kebutuhan jiwa dan ruh manusia dapat dijamin dengan merenungkan nama dan berzikir kepada-Nya. Di bagian ayat ke 28 surat Raad, Allah berfirman yang artinya, " Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

 

Selama beberapa dekade terakhir wisata religius mulai terbentuk di berbagai negara, meski modelnya saling berbeda dan tidak sama. Setiap tahun wisatawan dari berbagai negara mengunjungi negara-negara seperti India, Nepal, Cina, Bolivia, Republik Ceko, Bulgaria, Rumania dan Portugal untuk memenuhi kebutuhan religius mereka. Saat ini pariwisata kesehatan mulai marak, di wisata jenis ini para turis berusaha memulihkan kondisi dan kesehatan jiwa serta fisiknya melalui aktivitas seperti yoga dan meditasi di alam bebas.

Makam Imam Ridha di Mashad Iran

 

Sinagoga, Gereja dan Masjid di seluruh dunia tempat aman bagi para pengikut agama samawi untuk meraih ketenangan, melemaskan jiwanya di bawah munajat dan doa. Di antara tempat-tempat suci, bumi Palestina memiliki posisi khusus bagi pemeluk tiga agama samawi.

 

Sepanjang sejarah agama Ibrahim, banyak orang baik secara individu atau berkelompok berziarah ke Baitul Maqdis dan di berbagai titik di wilayah ini banyak ditemukan jejak-jejak para nabi. Di sisi lain, pengikut agama Kristen berkunjung ke Italia, Perancis dan Brazil untuk berziarah ke gereja dan tempat bersejarah seperti Vatikan, Gereja Notre-Dame dan Gereja Aparecida.

 

Di sisi lain, harapan ratusan juta Muslim di seluruh penjuru dunia adalah berziarah ke dua tempat suci, Mekah dan Madinah serta berziarah ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jutaan Muslim dan pengikut berbagai agama setiap tahun berziarah ke Karbala dan makam Imam Husain. Setiap tahun sekitar 300 juta orang berziarah ke makam Imam Ridha as di Mashad baik dari dalam dan luar Iran. tujuan dari para peziarah adalah memperkuat spiritualitas dan meraih pencerahan.

 

Ritual jalan kaki di hari ke 40 gugurnya Imam Husein atau hari Arbain Huseini setelah Asyura digelar di kota Karbala Irak. Ini sebuah perjalanan yang berbeda dan memicu perubahan di jiwa para peserta yang biasanya diikuti oleh jutaan orang.

 

Mehdi Yosefi, wisatawan Iran yang telah banyak berkunjung ke berbagai negara dunia mengatakan, "Manusia banyak melakukan perjalanan, namun yang penting adalah bagaimana ini melakukan perjalanan ini dan apa tujuannya. Al Quran meminta kita untuk melakukan perjalanan di muka bumi dan menyaksikan akibat dan nasib kaum terdahulu serta mengambil pelajaran. Al Quran juga menyebutkan bahwa salah satu cara untuk membuka lembaran kehidupan baru adalah berhijrah. Di riwayah para maksumin disebutkan, Ya Allah jadikanlah perjalananku sebagai sarana meraih pelajaran, diamku sebagai sarana untuk berpikir dan ucapanku sebagai zikir. Seluruh aktivitas manusia mukmin dapat menjadi pemicu perubahan bahkan sebuah wisata juga tak terkecuali. Mayoritas tokoh-tokoh berpengaruh adalah mereka yang banyak bepergian dan berpetualang."

 

Ia menambahkan, peristiwa Karbala dimulai dengan perjalanan Imam Husein dari kota Madinah. Beliau dalam sebuah perjalanan yang panjang, beristirahat di berbagai rumah dan melalui interaksi dengan warga, beliau menyampaikan pesannya kepada mereka. Salah satu karakteristik Arbain Huseini di banding dengan perjalanan lainnya adalah berkumpulnya jutaan manusia dari berbagai belahan dunia dan memiliki tujuan mulai dan indah dalam waktu yang singkat sekitar satu minggu. Saat itu, hati-hati mereka sangat dekat dengan yang lain dan saling menunjukkan sikap penuh kasih sayang. Ketika kita berjalan bersama peziarah dari Eropa, makan bersama dengan peziarah Amerika Latin atau tidur di rumah warga Irak, semuanya adalah pengalaman yang indah dan menyenangkan."

 

Ia berharap dalam beberapa tahun mendatang dan dengan berkah Imam Husein, kita selama ziarah ke Karbala dan ritual jalan kaki di hari Arbain mampu meraih tujuan lebih besar seperti kebebasan dan pengorbanan.

 

 

Tags

Jun 19, 2018 14:59 Asia/Jakarta
Komentar