• Umat Muslim dan Ziarah ke Baitullah
    Umat Muslim dan Ziarah ke Baitullah

Sampai saat ini pernakah kita bertanya pada diri kita sendiri, mengapa manusia sering melakukan perjalanan? Atau apa faktor yang mendorong munculnya motivasi di tengah masyarakat untuk melakukan perjalanan khusus?

Setiap manusia memiliki motivasi untuk melakukan perjalanan yang menggerakannya untuk menapakkan kakinya di jalan. Di antara motivasi tersebut adalah agama. Agama termasuk motivasi paling kuat bagi mayoritas masyarakat dunia untuk melakukan perjalanan ke negara atau wilayah lain.

 

Menurut Organisasi Pariwisata Dunia, agama merupakan salah satu motifasi utama sebuah perjalanan atau wisata. Hampir seperempat dari wisatawan dunia melakukan perjalanan dengan motivasi agama.

 

Wisata religi termasuk wisata paling populer di dunia. Tujuan terpenting wisata ini adalah meraih pengalaman spiritual. Wisata jenis ini telah ada sejak beberapa abad lalu. Berbagai bukti sejarah menunjukkan adanya wisata religi di berbagai era sejarah dunia.

 

Sejarah Kekristenan telah mencatat pengalaman perjalanan orang-orang dan kelompok yang mengunjungi berbagai Gereja dan tempat ibadah atas dorongan para pastor dan pendeta. Di abad ke 14 Masehi, perjalanan ziarah di dunia Kristen menjadi fenomena yang marak dan terorganisir. Di era ini, para pengikut Kristen berziarah ke Baitul Maqdis dan Roma serta melakukan berbagai aktivitas di samping menikmati kelezatan spiritual dan religius.

Umat Muslim Berziarah ke Baitullah

 

Sementara itu, di wilayah Timur, jutaan Muslim di seluruh dunia setiap hari berziarah ke Mekah dan Madinah untuk menggelar ritual akbar Haji. 14 abad telah berlalu sejak perintah Allah Swt kepada Nabi Muhamad Saw untuk melakukan ibarah haji. Sejak saat itu hingga kini, setiap tahun umat Muslim berbondong-bondong berziarah ke Baitulllah dan melakukan ritual khusus dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt.

 

Syarat diterimanya ibadah haji adalah menyebut dan mengingat Allah Swt di setiap fase ritual haji. Fase pertama dari ibadah haji bagi para peziarah adalah secara serentak dan bersama-sama mengumandangkan  لبیک اللهم لبیک ، لبیک لاشریک لک لبیک

Setelah mengenakan pakaian ihram.

 

Zikir ini disebut Talbiyah dan merupakan jawaban atas seruan Ilahi di manasik haji. Haji sekumpulan amalan yang dikerjakan untuk menjalin hubungan spiritual antara makhluk dengan Sang Pencipta. Selama ritual haji, para peziarah diseru untuk memikirkan amalan dan perilaku para kekasih dan orang pilihan Allah Swt seperti Nabi Ibrahim as dan Siti Hajar serta menimbang amal perbuatannya sendiri.

 

Haji sebuah program untuk membentuk jiwa dan kemanusiaan. Imam Mohammad Baqir as bersabda, "Haji penenang hati."

 

Ziarah merupakan aktivitas penting terkait wisata religi dan salah satu jalan untuk memperkuat spiritual serta membangun interaksi dengan Pencipta. Wisata religi, sebuah wisata yagn telah diakui dan paling populer dari model wisata di dunia. Mayoritas wisatawan religi merasakan kedekatan dengan penciptanya ketika berada di tempat ziarah. Dengan demikian mereka melakukan wisatanya dengan penuh semangat.

 

Yang menggerakkan para peziarah sepanjang sejarah untuk menempuh jarak yang jauh, sulit dan berbahaya adalah faktor internal dan kecintaan. Oleh karena itu, pakar industri pariwisata meyakini wisata paling kokoh adalah wisata dengan motivasi agama untuk berziarah ke tempat-tempat suci. Tempat ziarah seperti ini memiliki daya tarik besar bagi wisatawan.

 

Makam Imam Ridha as di kota Mashhad, Republik Islam Iran termasuk tempat suci yang menjadi tujuan wisatawan religi. Jutaan peziarah Iran dan asing dari berbagai negara dunia berkunung ke kompleks suci makam Imam Ridha as dan meraih pengalaman terbaik mereka.

Para Peziarah Imam Ridha as

 

Hassan Haidar Diyab, jurnalis Muslim Kroasia menulis pengalamannya selama berziarah ke Mashhad dan kompleks makam suci Imam Ridha as.

 

Ia menulis, "Aku senantiasa ingin melihat dari dekat makam Imam Ridha as. Energi dan aura positif bersinar di makam Imam Ridha as, bukan saja di kompleks makam suci ini, bahkan aura tersebut dapar dirasakan di seluruh kota Mashhad. Kompleks ini tak pernah sepi, tengah malam pun warga berduyun-duyun berziarah dan sibuk beribadah dan berdoa...."

 

Ia manambahkan, "....Kehadiran wisatawan dan peziarah asing di komplek makam Imam Ridha menambah daya tarik kota suci ini. Iklim spiritual di kompleks makam suci Imam Ridha belum pernah aku rasakan di tempat lain."

 

Seorang wisatawan Amerika memiliki pengalaman berbeda, namun ada sisi kesamaannya. Ia menulis, atmoster malakuti yang agung dan manusia secara tak sadar terpesona akan atmosfer tersebut.

 

Jul 29, 2018 16:37 Asia/Jakarta
Komentar