Aug 13, 2021 15:47 Asia/Jakarta
  • Gerakan Wakaf
    Gerakan Wakaf

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyebutkan, potensi wakaf uang Indonesia mencapai Rp 180 triliun per tahun.

Hal ini berdasarkan proyeksi Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Adapun wakaf uang adalah praktek wakaf yang bergeser dari benda tidak bergerak menjadi benda yang lebih produktif, memiliki nilai ekonomi, dan memudahkan siapa pun untuk berwakaf.

"Wakaf uang nasional diperkirakan mencapai Rp 180 triliun per tahun. Namun, realisasi wakaf uang baru mencapai yang belum diproyeksikan, karena itu membutuhkan usaha yang lebih optimal," kata Ma'ruf dalam webinar Gerakan Sadar Wakaf di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Kompas, Jumat (13/08/2021).

Ma'ruf menyebutkan, setidaknya ada tiga cara yang dapat dilakukan agar potensi wakaf uang bisa tergali.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin

Cara pertama adalah perlunya peningkatan literasi wakaf kepada masyarakat, lantaran Indeks Literasi Wakaf (ILW) yang dirilis Kemenag pada tahun 2020 menyebut bahwa literasi masyarakat Indonesia berada dalam kategori rendah.

Kedua adalah perlunya teknologi digital untuk pengelolaan wakaf. Memang, perkembangan teknologi 4.0 dan pandemi Covid-19 telah memaksa dunia untuk mengubah perilaku.

Sistem digital ini perlu diadopsi pula untuk pengumpulan wakaf agar transaksi menjadi lebih mudah, transparan, dan terjaga akuntabilitasnya.

Terakhir, perlunya sumber daya manusia berkompeten di bidang wakaf. Pengelola harus memiliki kompetensi khusus dan menjadikan wakaf pekerjaan utamanya.

Tujuannya supaya pengelolaan wakaf lebih profesional dan kepercayaan publik lebih terjaga.

Selain Ibadah, Wakaf Mendorong Pembangunan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan wakaf memiliki peran penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara untuk pembangunan nasional, selain sebagai sarana umat beribadah.

"Wakaf tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun juga memiliki peran yang penting sebagai dana abadi umat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian negara," kata Wapres.

Manfaat wakaf untuk pembangunan tersebut telah dibuktikan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Kuwait dan Mesir. Di Amerika Serikat, masyarakat muslim membentuk Kuwait Awqaf Public Foundation (KAPF), sedangkan di negara lain juga ada organisasi serupa.

"Peran dan manfaat wakaf yang begitu besar telah dirasakan oleh negara-negara di dunia; manfaat wakaf terus berkelanjutan dan mendukung target Sustainable Development Goals 2030 yaitu, mengurangi kemiskinan," jelas Wapres.

Sementara itu di Mesir, dana wakaf dikembangkan melalui investasi infrastruktur seperti pengelolaan terusan Suez dan untuk pembiayaan pengembangan Universitas Al-Azhar.

"Di Kuwait, dana wakaf terus berkembang dalam berbagai proyek investasi pembangunan properti, pertokoan, pemukiman selain masjid-masjid," tukasnya.

Bahkan di Indonesia, lanjut Wapres, gerakan wakaf pernah dilakukan oleh masyarakat Aceh untuk membeli pesawat pertama kali di Indonesia, kata Wapres.

Tags