Sep 11, 2021 09:53 Asia/Jakarta
  • Vaksin COVID-19
    Vaksin COVID-19

Sekalipun bukan produsen vaksin Corona, tetapi Indonesia berada dalam urutan ke-6 vaksinasi COVID-19 di dunia.

Sementara itu, jumlah total vaksin yang telah tiba di Tanah Air mencapai 229.615.290 dosis, baik dalam bentuk curah maupun yang siap pakai, menyusul ketibaan vaksin tahap 52, 53, 54, dan 55 pada Jumat (10/09/2021).

Menurut keterangan tertulis Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diterima di Jakarta, Jumat, Indonesia telah menerima ke-empat gelombang pengiriman tersebut dalam satu hari, termasuk 639.900 dosis vaksin jadi buatan Pfizer yang tercakup dalam gelombang ke-52.

Adapun kedatangan tahap ke-53 berupa 2.079.000 dosis CoronaVac, sementara tahap ke-54 mencakup 615.000 dosis vaksin jadi buatan AstraZeneca, dan yang ke-55 merupakan 359.700 dosis vaksin AstraZeneca yang merupakan hibah dari Pemerintah Prancis.

“Vaksin AstraZeneca ini merupakan bantuan dari Pemerintah Prancis melalui mekanisme COVAX,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dikutip dari pernyataan tersebut.

Dengan demikian, jika dihitung dari titik ketibaan, maka hingga kedatangan tahap ke-55 ini jumlah vaksin yang telah tiba di Indonesia mencapai 229.615.290 dosis, baik dalam bentuk curah maupun siap pakai.

Pentingnya Skema Berbagi Dosis

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyuarakan pentingnya skema berbagi dosis (dose-sharing) untuk mengatasi ketimpangan distribusi vaksin COVID-19 antara negara berpenghasilan tinggi dan negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

Merujuk pada penelitian yang dilaporkan oleh The Economist, Retno memaparkan bahwa tanpa redistribusi surplus vaksin dari negara maju, sebanyak 1,8 juta jiwa dapat melayang.

“Untuk itu ke depannya dose-sharing akan menjadi semakin penting,” kata Retno saat menyampaikan keterangan pers secara virtual tentang kedatangan sumbangan vaksin AstraZeneca dari Prancis, Jumat.

Dalam pertemuannya dengan para menteri kesehatan negara G20 pada 5 September lalu, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengharapkan komitmen dose-sharing segera dipenuhi selambatnya akhir bulan ini.

“COVAX pun baru saja mengeluarkan pernyataan serupa. Dose-sharing diharapkan dapat dilakukan dalam skala lebih besar,” tutur Retno, merujuk pada mekanisme berbagi vaksin global yang dipimpin WHO dan Aliansi Vaksin GAVI.

Lebih lanjut Retno mengungkapkan bahwa target COVAX untuk menyalurkan 2 miliar dosis vaksin pada akhir 2021 menghadapi kendala, termasuk larangan ekspor, kelangkaan pasokan dibandingkan permintaan, dan keterlambatan persetujuan regulasi.

“Berdasarkan perkiraan pasokan terkini, COVAX hanya akan dapat mengirim 1,425 miliar dosis pada 2021, kecuali jika ada tindakan mendesak oleh produsen dan negara maju untuk memprioritaskan COVAX,” ujar Retno.

Berapa Banyak Terima Vaksin Dosis Lengkap?

Ternyata sudah sebanyak 40.867.993 warga Indonesia yang memperoleh vaksin COVID-19 dengan dosis lengkap atau dua kali suntikan atau bertambah 505.173 orang pada Jumat ini.

Menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, sebanyak 71.175.259 orang telah menjalani vaksinasi COVID-19 dengan dosis pertama atau bertambah sebanyak 852.699 orang.

Sebanyak 755.434 orang sudah mendapat vaksin COVID-19 untuk suntikan ketiga atau bertambah sebanyak 9.166.

Pemerintah Indonesia menargetkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 208.265.720 orang.

Setelah menjalani vaksinasi COVID-19, masyarakat harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Protokol kesehatan itu adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (Antaranews)

Tags