Sep 25, 2021 12:24 Asia/Jakarta
  • Republik Indonesia
    Republik Indonesia

Masyarakat Indonesia memperingati Hari Tani Nasional setiap tanggal 24 September.

Dasar peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Soekarno Nomor 169 Tahun 1963.

Pemilihan 24 September sebagai Hari Tani Nasional bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

UUPA menjadi sesuatu yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, pasalnya kelahiran UUPA melalui proses panjang yang memakan waktu hingga 12 tahun.

Selamat Hari Tani Nasional

UUPA merupakan spirit dan menjadi dasar dalam upaya merombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme pada masa lalu.

UUPA mengandung dua makna besar bagi masyarakat Indonesia karena sebagai perwujudan amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 (naskah asli) yang menyatakan "Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk sebesa-besarnya kemakmuran rakyat".

Selain itu, UUPA memiliki makna penjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitas susunan kehidupan rakyat.

Secara garis besar, apa yang tersirat maupun tersurat dalam tujuan UUPA hakikatnya merupakan kesadaran dan jawaban bangsa Indonesia atas keserakahan dan kekejaman hukum agraria kolonial.

Tema Hari Tani Nasional 2021

Pada Hari Tani Nasional 2021, Serikat Petani Indonesia (SPI) mengangkat tema "Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria untuk Menegakkan Kedaulatan Pangan dan Memajukan Kesejahteraan Petani dan Rakyat Indonesia".

Tema ini diangkat sebagai upaya untuk terus meneguhkan percepatan reforma agraria dan penguatan kebijakan reforma agraria.

Bersamaan dengan upaya untuk menguatkan negara dalam implementasi reforma agraria, SPI juga mendorong pembentukan kampung-kampung reforma agraria dan kawasan daulat pangan.

Dengan demikian, kekuatan massa petani menjadi motor penggerak utama dalam meredistribusi tanah dan membangun kehidupan secara kolektif.

Data Statistik Bagi Perencanaan Pertanian

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan data statistik penting bagi perencanaan pertanian nasional.

"Perencanaan agregasi konsepsi yang terstruktur baik hanya ada dari data statistik. Oleh karena itu bagi saya sebagai Menteri Pertanian, datalah salah satu sumber informasi yang tidak boleh terakrobatisasi atau bias dari kepentingan-kepentingan yang ada," ujar Syahrul Yasin Limpo dalam Seminar Nasional Hari Statistik Nasional (HSN) 2021 dan Penganugerahan Badan Pusat Statistik (BPS) Awards secara daring di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Sabtu (25/09/2021).

Menurut Mentan, Data tidak boleh salah karena data menentukan arah sebuah kebijakan. Oleh karena itu siapapun pemangku kepentingan terhadap data statistik harus bisa menjadikan Hari Ulang Tahun Statistik Nasional Tahun 2021 menjadi sebuah konsolidasi konsepsi yang harus kita dorong bersama.

"Karena kita semua membutuhkan data statistik dan pertanian menjadi tulang punggung kehidupan bangsa. Pertanian yang tergarap baik akan membuat kemampuan ekonomi mulai dari desa, kabupaten, provinsi dan secara nasional akan tumbuh dengan baik," katanya.

Mentan menambahkan, dengan pertanian itu sangat penting bagi kehidupan Indonesia, sebagai bangsa keempat terbesar dunia dengan populasi penduduk 273 juta orang yang membutuhkan makan dari pertanian.

Namun tidak itu saja, pertanian adalah lapangan kerja yang terbesar, pertanian memperkuat ekonomi dasar sebuah bangsa, sebuah daerah yang bisa maju. (Kompas/Antaranews)

Tags