Okt 28, 2021 13:49 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo

Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 yang disaksikan secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, (28/10/2021).

Namun Presiden Joko Widodo juga memberikan pesan lewat akun Instagram @jokowi dan menyebut persatuan dalam kemajemukan menjadi modal bagi Republik Indonesia untuk melalui berbagai tantangan.

"Persatuan dalam kemajemukan menjadi modal bagi Indonesia untuk melalui berbagai tantangan," ujar Presiden dalam unggahannya yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Menurut Presiden, sumpah dan tekad pemuda yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 masih menggema hingga saat ini.

"Sumpah dan tekad yang diucapkan dengan lantang pada 93 tahun lampau oleh pemuda-pemudi Indonesia, masih menggema dengan suara yang sama dan sejalan dengan arus zaman sekarang," ujarnya.

Dalam unggahannya di Instagram, Presiden menyertakan sebuah gambar ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda, dengan ilustrasi gambar Presiden bersama para pemuda dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, dokter, atlet, musisi, juru masak, termasuk juga penyandang disabilitas.

Presiden RI Joko Widodo

Sementara itu, dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, Presiden Joko Widodo mengatakan, "Anda para pemuda adalah lahir, tumbuh dan dewasa di era digital. Kita para generasi pendahulu adalah warga pendatang. Migran digital."

Presiden mengatakan pemuda semestinya tidak dibatasi usia. Oleh karena itu dia mengatakan para pemuda harus terus membekali diri dengan yang terkini, sementara generasi sebelumnya harus terus meremajakan diri.

"Yang muda harus terus bekali diri dengan yang terkini, yang terbaru. Generasi sebelumnya harus terus meremajakan diri, mengadopsi cara-cara baru dalam berpikir dan bekerja," tuturnya.

Presiden berpandangan di era digital pemuda kembali mempunyai peran sentral. Pemuda adalah kekuatan terbesar bonus demografi bagi bangsa Indonesia.

"Pemuda adalah para pemberani untuk mengambil risiko dan merebut peluang-peluang. Pemuda menjadi yang terdepan dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif, pemuda adalah pemimpin perubahan, pemimpin di era digital," ujarnya menjelaskan.

Waktunya Pemuda Menangkan Kompetisi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan di era disrupsi seperti sekarang ini adalah momentum bagi pemuda untuk menjadi pemimpin dan memenangkan kompetisi.

"Dalam dunia yang penuh disrupsi waktunya kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi. Pemimpin yang menguasai teknologi bukan dikuasai teknologi," kata Presiden Jokowi dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 secara virtual, di Jakarta, Kamis.

Pemuda yang menjadi pemimpin, kata Presiden, harus berani mengambil inisiatif tetapi tetap harus humanis. Pemuda juga harus terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja, dan yang lebih penting menjadi pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan indonesia.

Di era saat ini, ujar Presiden, perusahaan rintisan (start-up) yang bertumbuh pesat dan menjadi pemain global serta mengalahkan perusahaan pemain lama menjadi bukti dari kekuatan pemuda. Selain itu, di bidang seni dan budaya, karya dan prestasi pemuda Indonesia telah menarik minat masyarakat dunia.

"Karya-karya musisi dan seniman-seniman muda Indonesia yang punya reputasi dunia semakin banyak, semakin bertambah. Prestasi besar atlet pemuda kita mengharumkan nama bangsa,” tuturnya.

Namun, Presiden memahami bahwa tidak semua pemuda Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi, dan untuk memahami era disrupsi serta perkembangan Iptek terbaru.

Oleh karena itu, pemuda Indonesia harus saling berbagi informasi, pengetahuan, dan keterampilan agar semua anak Indonesia dapat berkontribusi lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

"Itulah esensi kepemimpinan. Kepemimpinan adalah membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan membantu yang sudah bisa menjadi lebih bisa lagi," ujar Presiden Jokowi. (Antaranews)

Tags