Nov 05, 2021 12:41 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo di Uni Emirat Arab
    Presiden RI Joko Widodo di Uni Emirat Arab

Presiden RI Joko Widodo tiba di Indonesia pada Jumat (05/11/2021) pagi setelah melakukan lawatan kerja luar negeri selama sepekan sejak 29 Oktober 2021 dan langsung menjalani karantina.

Kepala Negara dan rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 08.30 WIB setelah menempuh perjalanan selama sekitar delapan jam dari Dubai, Uni Emirat Arab menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Kepulangan Presiden Jokowi ke tanah air dilakukan tanpa penyambutan dari pejabat sebagai bagian dari ketaatan menjalankan protokol kesehatan setelah pulang dari luar negeri.

Dari bandara Soekarno-Hatta, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk kemudian menuju tempat di Istana Bogor.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan sesuai aturan yang berlaku bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari perjalanan luar negeri diwajibkan menjalani karantina.

Prioritas Kerja Sama Indonesia-UEA
Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Indonesia-UEA Investment Forum yang berlangsung di Dubai, Kamis.

Kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab

“Yang pertama, pembangunan ibu kota baru Indonesia. Untuk membangun ibukota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar USD35 miliar,” ucap Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sektor kedua adalah di bidang transisi energi. Presiden Jokowi berkomitmen akan lakukan transisi ini sebaik mungkin dengan mengundang investor dan teknologi dengan harga terjangkau.

“Jika anda tertarik melakukan investasi untuk energi baru dan terbarukan, ini adalah saat yang tepat. Potensi yang dimiliki Indonesia cukup banyak dan beragam, hidro, surya, panas bumi dan lain-lain,” kata Presiden di depan para investor UEA.

Sektor prioritas ketiga yang disampaikan Presiden adalah di sektor perdagangan. Presiden Jokowi menekankan pentingnya diversifikasi perdagangan dan mulai menegosiasikan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

“Saya harapkan pada Maret tahun depan perundingan sudah akan selesai,” ujar Presiden Jokowi.

Setelah menghadiri Indonesia-UEA Investment Forum, Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan MoU antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Air Products and Chemical asal Amerika Serikat di industri gasifikasi batubara dan turunannya yang dihadiri langsung Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Shefi Ghasemi, Presiden, Chairman, sekaligus CEO dari Air Products and Chemical, secara virtual.

Pertukaran Sejumlah MoU
Berdasarkan keterangan pers dari Biro Pers Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Kamis, Presiden Jokowi dalam ketibaannya di Dubai Exhibition Center, Dubai, Kamis, disambut Perdana Menteri sekaligus Emir Dubai Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum (MBR).

Kemudian keduanya menyaksikan pertukaran sejumlah nota kesepahaman.

Dalam kesempatan tersebut Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Husin Bagis.

Sejumlah MoU yang dipertukarkan pada kesempatan tersebut adalah:

1. Nota Kesepahaman antara Anwar Gargash Diplomatic Academy dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dilakukan oleh Menteri Negara UEA Ahmad bin Ali Al Sayegh dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
2. Nota Kesepahaman antara Bank Sentral Persatuan Emirat Arab dengan Bank Indonesia mengenai kerja sama di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital, dilakukan oleh Gubernur Bank Sentral UEA Khalid Mohammed Balama Al Tamimi dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
3. Nota Kesepahaman untuk saling pengakuan sertifikat kelayakan untuk tingkat pelatihan, sertifikasi dan kerja shift untuk personel pelaut, dilakukan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail bin Mohammed Al Mazrouei dengan Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.
4. Instrumen ratifikasi perjanjian untuk promosi dan perlindungan saling investasi yang ditandatangani pada 24/7/2019, dilakukan oleh Menteri Negara Urusan Keuangan UEA Mohammed bin Hadi Al Husseini dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
5. Instrumen pengesahan perubahan perjanjian penghindaran pajak berganda yang ditandatangani pada 24/7/2019, dilakukan oleh Menteri Negara Urusan Keuangan UEA Mohammed bin Hadi Al Husseini dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
6. Pertukaran catatan tentang amandemen Pengaturan Koridor Perjalanan Aman (saling mengakui sertifikat PCR dan vaksin serta kerja sama antarplatform digital), ditandatangani oleh Menteri Negara UEA Ahmad bin Ali Al Sayegh dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
7. Nota Kesepahaman antara Badan Kredit Ekspor UEA dan Indonesia, dilakukan oleh Wakil Presiden Serikat Departemen Kredit Ekspor UEA Dr Thani Al Zeyoudi dengan CEO PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Benny Waworuntu.
8. Nota Kesepahaman Kemitraan Strategis antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Emirates Airlines, dilakukan oleh Ketua Dewan Direksi Emirates Airlines Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum dengan Menteri BUMN RI Erick Thohir.
9. Nota Kesepahaman tentang Perjanjian Kerangka Kerja Investasi Bersama antara Indonesia Investment Authority (INA) dan Abu Dhabi Growth Fund (ADG) dilakukan oleh CEO ADG Khalifa Mohammed Al Suwaidi dengan CEO INA Ridha Wirakusumah.
10. Perjanjian Aliansi Strategis Pengembangan Pelabuhan antara Indonesia Investment Authority (INA) dan DP World, dilakukan oleh Presiden Pelabuhan Dubai Sultan Ahmed Bin Sulayem dengan CEO INA Ridha Wirakusumah dan CEO Pelindo Arif Suhartono.
11. Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Investasi Refinery Unit Balikpapan antara PT Kilang Pertamina Internasional - Mubadala Petroleum - Indonesia Investment Authority (INA), dilakukan oleh CEO Mubadala Mansour Mohammed Al Hamed, dengan CEO PT Kilang Pertamina Internasional Joko Priyono, dan Deputi CEO INA Arief Budiman.
12. Kesepakatan Kerja Sama Pembangunan Proyek Floating Solar Panel antara Masdar dan Pertamina New Renewable Energy, dilakukan oleh CEO Masdar Mohammed Jamil Al Ramahi, dengan CEO Pertamina Nicke Widyawati.
13. Nota Kesepahaman antara Hayat Biotech dengan Bio Farma, dilakukan oleh Mansour Al Mansouri dengan CEO Biofarma Honesti Basyir.
14. Nota Kesepahaman antara Smartfren Telcom - PT Amara Padma Sehati dengan G42 Investments AI Holdings RSC Ltd., dilakukan oleh Mansour Al Mansouri dengan CEO Smartfren Telcom Frankie Wijaya, dan Komisioner PT Amara Padma Sehati Pandu Syahrir.

Usai menyaksikan pertukaran MoU, Presiden Jokowi bersama para menteri meninggalkan Lobby Leadership Pavilion Dubai Exhibition Center. (Antaranews)

Tags