Nov 10, 2021 15:50 Asia/Jakarta
  • Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor.
    Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya perlindungan warga negara Indonesia (WNI), khususnya tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

“Beberapa isu yang tadi kita bahas dalam pertemuan yaitu yang pertama mengenai pentingnya kerja sama perlindungan WNI yang berada di Malaysia,” kata Jokowi usai pertemuan.

“Saya mendorong kiranya MoU (Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman) perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia dapat segera diselesaikan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga membahas izin Community Learning Center Indonesia di Malaysia.

Indonesian Community Learning Center merupakan wadah interaksi WNI yang berada di sejumlah negara bagian di Negeri Jiran. Salah satu programnya fokus pada kegiatan edukatif untuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

“Mengenai izin Community Learning Center di Semenanjung agar bisa segera diberikan izinnya sesuai prinsip hak pendidikan bagi semuanya,” ucap Jokowi.

Selain kedua isu tersebut, Presiden Jokowi dan PM Ismail juga membahas negosiasi batas antarkedua negara, baik batas darat maupun laut. Jokowi ingin proses negosiasi dapat selesai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Kemudian dibahas pula tentang pemulihan ekonomi pascapandemi. Presiden mengatakan, dirinya dan PM Ismail telah sepakat membuat Travel Corridor Arrangement (Pengaturan Koridor Perjalanan).

Keduanya juga bertukar pikiran mengenai beberapa isu kawasan baik yang berkaitan dengan Myanmar, Laut China Selatan, dan lainnya.

Jokowi pun berterima kasih kepada PM Ismail yang telah berkunjung ke Indonesia. Presiden berharap pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama antarkedua negara.

“Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun kita harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata Jokowi.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob.

Indonesia-Malaysia Sepakat Buka Travel Corridor Untuk 2 Rute Ini

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob menyepakati diberlakukannya travel corridor antara kedua negara.

Kesepakatan ini diresmikan di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (10/11/2021). Sebelum mencapai kesepakatan, kedua pemimpin negara menggelar pertemuan di tempat tersebut.

Menurut Jokowi, dibukanya travel corridor antara Indonesia-Malaysia dalam rangka pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

"Untuk mendukung pemulihan ekonomi, tadi kita sudah sepakat dibuat travel corridor arrangement yang secara bertahap kita buka satu per satu," ujar Jokowi dalam sambutannya usai pertemuan yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara pun menyambut baik kenaikan angka perdagangan antar kedua negara sebesar 49 persen pada periode Januari-Agustus 2021 dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Adapun yang dimaksud travel corridor adalah kebijakan pemerintah suatu negara untuk membuka kembali perjalanan khusus untuk kepentingan kedinasan, bisnis bahkan pariwisata dengan negara tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, PM Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob menjelaskan rincian travel corridor yang sudah disepakati.

Secara teknis, pada tahap awal travel corridor akan dibuka lewat dua rute, yakni Kuala Lumpur-Jakarta dan Kuala Lumpur-Bali.

"Hari ini saya dan Bapak Presiden telah mencapai persetujuan supaya Malaysia dan Indonesia dapat melaksanakan satu koridor perjalanan antara kedua negara melalui aturan travel coridor arrangement ataupun TVA atau Vaccinated Traveling," jelas PM Yakoob.

Dia menyatakan sepakat dengan Jokowi bahwa kedua negara boleh mulai membuka batas negara masing-masing.

"Dan mungkin awal ini kita mulakan dengan Kuala Lumpur-Jakarta Kuala Lumpur-Bali. Jadi Insy Allah jika dipercepatkan urusan untuk detailnya," tutur PM Yakoob.

"Kita bersetuju tadi supaya joint statement akan kita buat untuk kita mengumumkan pembukaan border antara Malaysia dengan Indonesia," tambahnya. (Sumber: Kompas.com)

Tags