Nov 20, 2021 10:51 Asia/Jakarta
  • RI Tanggapi Lobi Cina tentang Posisi Myanmar di ASEAN

Pemerintah Indonesia menanggapi kabar bahwa Cina melobi negara ASEAN agar tak mengucilkan Myanmar lagi dalam pertemuan tinggi blok ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menegaskan Indonesia tetap konsisten dengan pendirian bahwa Myanmar hanya dapat diwakilkan pejabat non-politiknya dalam pertemuan ASEAN.

Menurutnya, hal ini berlaku sampai junta militer Myanmar menaati lima poin konsensus yang disepakati dalam KTT ASEAN pada April lalu dan memulihkan demokrasi di negara itu.

Pada KTT Oktober lalu, ASEAN sepakat tak mengundang Jenderal Min Aung Hlaing sebagai bentuk protes blok tersebut. ASEAN menganggap junta militer Myanmar tak serius menanggapi rekomendasi penyelesaian krisis pasca-kudeta melalui lima poin konsensus.

Indonesia menjadi salah satu negara ASEAN yang blak-blakan menolak junta militer Myanmar hadir dalam KTT bulan lalu. Jakarta menilai junta militer Myanmar tak serius menyelesaikan krisis yang berlangsung di negara itu pasca-kudeta Februari lalu, terutama dalam hal menaati lima poin konsensus blok itu.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Myanmar tidak boleh diwakilkan oleh para pemimpin politiknya sampai demokrasi negara itu dipulihkan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia menolak berkomentar soal ini. Kementerian luar negeri Singapura, Brunei, dan Vietnam juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Cina melalui utusan khususnya dikabarkan telah melobi Indonesia dan negara ASEAN lainnya agar mengizinkan pemimpin junta Myanmar menghadiri KTT tinggi blok tersebut bersama Presiden Xi Jinping pekan depan.

 

KTT ASEAN

 

Cina dilaporkan mengerahkan utusan khususnya untuk kawasan Asia, Sun Guoxiang mengunjungi Singapura dan Brunei pada pekan lalu untuk meminta hal itu. Namun, permintaan China itu dimentahkan oleh sejumlah negara ASEAN.

Empat sumber diplomatik dan politik di Asia Tenggara mengatakan Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura menginginkan pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, diboikot dari KTT China ASEAN pada 22 November mendatang.

Kementerian Luar Negeri Cina tidak segera menanggapi permintaan komentar soal ini, tetapi pada hari Selasa, juru bicaranya, Zhao Lijian, mengatakan Cina mendukung semua pihak di Myanmar dalam mencari penyelesaian politik melalui dialog.

Beijing juga mengatakan akan bekerja sama dengan masyarakat internasional dalam upaya untuk memulihkan stabilitas dan melanjutkan transformasi demokrasi di Myanmar.

Sementara itu, pemerintah militer Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar soal permintaan Cina itu.

Sun lantas mengunjungi Myanmar untuk bertemu Jenderal Aung Hlaing dan menyatakan bahwa Cina harus menerima pendirian ASEAN tersebut.(PH)

 

 

Tags