Nov 27, 2021 11:18 Asia/Jakarta
  • Presiden Joko Widodo.
    Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, ada dua area kerja sama yang perlu ditingkatkan oleh negara-negara anggota Asian-Europe Meeting (ASEM), yakni mengenai transisi menuju energi baru terbarukan dan transisi alih digital.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, ada dua area kerja sama yang perlu ditingkatkan oleh negara-negara anggota Asian-Europe Meeting (ASEM), yakni mengenai transisi menuju energi baru terbarukan dan transisi alih digital.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers mengenai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting ke-13, Jumat (26/11/2021).

"Beliau juga menyampaikan dua area kerja sama yang perlu ditingkatkan oleh negara-negara ASEM yaitu transisi menuju energi baru terbarukan, termasuk melalui investasi dan alih teknologi, serta transisi alih digital yang inklusif," kata Retno, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

Retno menuturkan, dalam dua hari KTT ASEM, terdapat sejumlah isu yang disorot oleh pimpinan ASEM lainnya, antara lain mengenai pentingnya multilateralisme global.

Lalu, kerja sama pembangunan untuk mencapai target sustainable development goals (SDGs) dan bangkit lebih baik dari pandemi, serta penguatan sistem kesehatan global untuk mengantisipasi potensi pandemi berikutnya.

Retno mengungkapkan, pertemuan ini juga menghasilkan tiga dokumen penting.

Pertama, Pernyataan Ketua (Chair's Statement) untuk memperkuat komitmen penguatan kerja sama ASEM antara lain pencapaian SDGs, pemberdayaan perempuan, konektivitas dan ekonomi digital.

Dokumen kedua adalah Phnom Penh's Statement on Post-Covid-19 Socio-economic Recovery atau Pernyataan Phnom Penh tentang Pemulihan Sosio-ekonomi pascaCovid-19.

Ia mengatakan, dokumen ini memuat kerja sama pemulihan pascapandemi, termasuk melalui penguatan kesehatan dan ekonommi global.

"Dan dokumen terakhir yang dihasilkan adalah The Way Forward on ASEM Connectivity yang membahas aturan teknis penguatan konektivitas ASEM," ujar Retno.

Perempuan Afghanistan.

Jokowi Ingin RI Berkontribusi agar Taliban Penuhi Janji soal Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Presiden Joko Widodo menekankan isu pemberdayaan perempuan di Afghanistan saat menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (26/11/2021).

Presiden menegaskan, Indonesia ingin berkontribusi agar Taliban memenuhi janji menghormati hak-hak perempuan di Aghanistan.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia ingin berkontribusi agar janji Taliban mengenai penghormatan terhadap hak perempuan dapat terpenuhi," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan rangkuman paparan Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (26/11/2021).

Retno menuturkan, Indonesia ingin memanfaatkan Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network untuk kerja sama pemberdayaan perempuan.

Selain itu, Indonesia juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi para perempuan Afghanistan.

"Intinya beliau menyampaikan kesiapan Indonesia untuk melanjutkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk isu Afghanistan. Dan terus memberikan komitmen untuk membantu Afghanistan," kata Retno.

Kemudian, Indonesia juga mendorong negara-negara Asia dan Eropa untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan.

Menurut Retno, Indonesia juga berkomitmen untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan.

"Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama antar ulama. Ulama memiliki peran dan kedudukan penting di masyarakat," ucapnya.

Retno mengingatkan, pada 2018 lalu Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan bilateral ulama-ulama Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia.

Pertemuan saat itu merupakan bagian dari program perdamaian.

"Karenanya, Indonesia siap memfasilitasi dialog antar ulama termausk ulama Afghanistan," ujar Retno. (Sumber: Kompas.com/RM)

Tags