Jan 15, 2022 16:25 Asia/Jakarta
  • 7 Mitos tentang IQ, Kamu Perlu Tahu Biar Tidak Sesat!

Banyak beredar pendapat sesat atau mitos di tengah masyarakat seputar IQ, yang karena sering dan sudah terlalu lama beredar akhirnya dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Berikut ini tujuh mitos atau hal yang tidak benar tentang IQ dan kecerdasan dikutip dari buku In the Know: 35 Myths About Human Intelligence yang ditulis oleh Russell T. Warne.

1. Manusia Punya Banyak Jenis Kecerdasan

Masyarakat mengenal delapan jenis kecerdasan yang dipopulerkan oleh Howard Gardner, yaitu kecerdasan linguistik, logika (matematis), intrapersonal, interpersonal, musikal, spasial, kinetik, dan naturalis.

Sayangnya, hal ini tidak didukung bukti yang kuat dari hasil penelitian psikologi terkait kemampuan kognitif. Selain itu, secara fundamental teori ini juga cacat logika sehingga tidak dapat digunakan sebagai teori ilmiah dan tidak bisa dipraktikkan dalam sebuah tes.

2. Laki-Laki Memiliki IQ Lebih Tinggi Dibanding Perempuan

Jenis kelamin tidak ada kaitannya dengan kemampuan intelektual seseorang. Jadi mitos di atas sama sekali tidak didukung bukti akurat.

3. Intervensi Sosial Bisa Mengubah IQ Secara Drastis

Berbagai saran untuk meningkatkan kecerdasan bisa saja dilakukan, tapi akan sulit membuat IQ naik secara drastis, apalagi menjadi permanen. Kalau kamu berhenti melakukan kegiatan seperti yang disarankan tersebut, maka IQ bisa kembali menurun.

Cara terbaik untuk meningkatkan IQ adalah dengan melakukan peningkatan akademik, sosial, dan kesehatan secara terus-menerus (jangka panjang) selama masa kanak-kanak dan remaja.

Ilustrasi anak Sekolah Dasar (SD).

4. Lingkungan Tidak Memengaruhi Penurunan IQ

Faktanya, anak yang tumbuh di lingkungan yang buruk bisa mengalami penurunan IQ dan mendapat efek negatif jangka panjang. Meski begitu, jika ia dipindahkan ke lingkungan yang baik, maka tingkat IQ-nya bisa diperbaiki.

5. Sekolah yang Berkualitas Bisa Membuat Semua Anak Mahir Secara Akademik

Ini pernyataan yang salah. Tidak semua anak bisa menguasai pelajaran dengan baik alias punya kemampuan akademik yang bagus. Ini karena tingkat IQ yang terkait dengan kemampuan akademik juga dipengaruhi oleh gen atau keturunan.

6. IQ Tidak Melibatkan Anatomi Tubuh dan Otak

Siapa yang berpikir bahwa orang cerdas pasti mempunyai otak besar dan orang bodoh mempunyai otak yang kecil? Ternyata itu semua salah besar. Penelitian mengungkapkan kecerdasan tak melibatkan ukuran otak, tapi orang-orang cerdas memiliki lebih banyak neuron di otak mereka, dan neuron tersebut lebih padat dikemas bersama-sama.

7. IQ Sebenarnya Hanya Mencerminkan Tingkat Ekonomi dan Sosial Seseorang

Korelasi antara IQ dan prestasi akademik sebagian besar tidak bergantung pada status sosial ekonomi. Namun, status sosial ekonomi yang tinggi memang berperan bagi orang tua atau negara untuk memberikan pendidikan, kehidupan, dan kesehatan yang lebih baik bagi anak sejak dini. Tiga hal ini yang bisa membantu meningkatkan IQ pada usia pertumbuhan anak. (Sumber: Sindonews.com)

Tags