Jan 22, 2022 09:15 Asia/Jakarta
  • Tahun Depan Teknologi Metaverse akan Diadopsi Masif di Indonesia

Teknologi metaverse atau dunia virtual diramal masif diadopsi di Indonesia tahun depan.

Situs Katadata hari Jumat (12/1/2022) melaporkan, startup sektor hiburan dan e-commerce diperkirakan memimpin adopsi ini.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan mengatakan, berdasarkan pengamatannya, startup yang khusus mengembangkan teknologi metaverse, seperti bidang virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) bermunculan sejak akhir tahun lalu.

Menurut Edrwad, startup jumbo seperti Gojek hingga Traveloka akan memperhatikan dunia virtual. Namun, teknologi metaverse di perusahaan rintisan besar sebagai extension dari infrastruktur yang sudah ada..

Ia memprediksi, teknologi metaverse akan masif diadopsi oleh startup di sektor hiburan dan pembuat konten (content creator). Alasannya, potensi di ranah ini sangat besar.

Teknologi metaverse juga akan masif diadopsi perusahaan e-commerce. Namun Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, penerapan metaverse di sektor ini masih dalam tahap pengembangan.

Secara teknis, teknologi metaverse untuk e-commerce akan berfungsi pada proses perdagangan yang memanfaatkan sistem elektronik. Salah satunya, bisa dengan mengandalkan permainan online.

Menurut Bima, bentuknya bisa perdagangan barang-barang digital yang bisa digunakan di permainan online, dan jumlah transaksinya pun cukup fantastis.

 

 

Peneliti teknologi informasi dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, teknologi metaverse perlahan mulai diadopsi dan dimanfaatkan oleh sejumlah industri di Nusantara, namun masih dalam tahap pengenalan. 

Ia memprediksi tahun depan bisa lebih masif lagi.

Heru memperkirakan, hampir semua sektor mengadopsi teknologi metaverse. Namun, yang paling awal mengadopsi yakni sektor gim, busana, dan properti.

Sejumlah startup di Indonesia juga gencar mengembangkan metaverse. Perusahaan rintisan asal Yogyakarta Arutala misalnya, berkomitmen untuk terus berinovasi, mempercepat, dan memperluas implementasi metaverse di Indonesia.

Startup direct to consumer (DTC) di bidang busana Kasual juga berencana menggunakan teknologi AR untuk membuat pengukuran tubuh secara 3D. Rencana itu dikembangkan setelah Kasual meraih pendanaan tahap awal (seed funding) yang dipimpin oleh East Ventures tahun lalu.

Sedangkan Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana mengatakan, perusahaan masih berdiskusi soal teknologi anyar tersebut.

Ia menilai belum ada rencana untuk meluncurkan segera. Kami berfokus pada omnichannel dalam berbelanja.

Hal senada disampaikan oleh Co-founder sekaligus Chief Business Officer James Prananto. Menurutnya,ada banyak hal peluang menarik. Tetapi akan mencoba untuk mengikuti tren konsumen.(PH)

Tags