Jan 23, 2022 12:38 Asia/Jakarta
  • Muncul Dua Kasus Meninggal Akibat Omicron, Indonesia Waspadai Lonjakan

Dua orang pasien Covid-19 varian Omicron dilaporkan meninggal dunia di Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dua pasien terpapar varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia meninggal dunia. Temuan itu merupakan kematian pertama Omicron yang memiliki karakteristik daya penularan yang tinggi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sekaligus menambahkan kedua pasien Omicron yang meninggal dunia itu dilaporkan memiliki penyakit penyerta alias komorbid. Namun ia belum membeberkan jenis penyakit tersebut.

"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat. Dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), meninggal di RSPI Sulianti Saroso," kata Nadia dikutip dari situs resmi Kemenkes RI, Sabtu (22/1).

Nadia melanjutkan, mayoritas kasus Omicron di Indonesia sejauh ini berasal dari PPLN. Namun, temuan kasus transmisi lokal juga mulai mengalami peningkatan, artinya Omicron sudah cukup menyebar di komunitas.

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman memprediksi bakal terjadi lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 varian Omicron di Indonesia.

CNN Indonesia melaporkan, Dicky mengingatkan pemerintah Indonesia agar segera melakukan langkah mitigasi dengan cara membatasi mobilitas masyarakat.

Dicky menyebut temuan dua kasus kematian pada pasien Omicron bisa dianggap ultimatum kepada pemerintah agar lebih memperhatikan Covid-19 varian Omicron. Sebab, varian ini lebih mudah menginfeksi sehingga bisa mengakibatkan jumlah pasien di rumah sakit bertambah.

Dia juga mengingatkan angka kematian akibat infeksi Covid-19 varian Omicron bukan tidak mungkin terjadi pada anak-anak yang rentan tertular. Ditambah dengan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) pada anak SD, padahal capaian vaksinasi anak 6-11 tahun masih rendah.

Menurutnya langkah mitigasi yang tepat adalah dengan membatasi kegiatan PTM 100 persen di lingkungan pendidikan. Ia kembali menyarankan opsi Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di sekolah.

Demi melindungi lansia dan kelompok rentan lainnya, Dicky juga meminta agar kegiatan perkantoran dimaksimalkan untuk bekerja dari rumah (WFH) untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia mulai nampak dalam sepekan terakhir.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat sebanyak penambahan 3.205 kasus pada Sabtu (22/1).Temuan itu merupakan catatan kasus positif tembus 3.000 pertama di bulan Januari 2022. Sebelumnya penambahan kasus positif Covid-19 berada di bawah 1.000 kasus.

Penambahan kasus pertama kali menyentuh angka seribu pada 15 Januari yakni 1.054 kasus. Setelahnya menurun 855 kasus pada 16 Januari, namun tren kasus positif Covid-19 kembali menunjukkan peningkatan usai 17 Januari dengan catatan 772 kasus sehari.

Setelahnya kasus positif yang ditemukan menjadi 1.362 pada 18 Januari, 1.745 pada 19 Januari, 2.116 pada 20 Januari, 2.604 pada 21 Januari, dan terbaru 3.205 pada 22 Januari.

Selain kasus positif, kasus aktif juga menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir.(PH)

Tags