May 21, 2022 20:50 Asia/Jakarta
  • Elon Musk, Tesla
    Elon Musk, Tesla

Elon Musk mengajak warga Indonesia untuk turut serta pindah dari Planet Bumi ke Planet Mars.

Ajakan tersebut dilontarkan CEO Tesla sekaligus pendiri Space Exploration Technologies Corp karena Indonesia memiliki populasi yang besar.
 
Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Selasa (17/5/2022), hal itu disampaikan Elon Musk saat ditanya oleh wartawan di tengah perjumpaannya dengan Presiden Joko Widodo di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022).
 
"Seperti yang saya katakan, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam berbagai hal. Indonesia memiliki populasi yang besar dan terus tumbuh," kata Elon Musk. "Ini sangat baik, karena kami membutuhkan banyak orang untuk masa depan dan juga (pindah ke) Mars," imbuhnya.
 
Meski begitu, Elon menjelaskan, tidak ada paksaan kepada masyarakat untuk pindah ke Planet Mars. Elon menegaskan, siapa saja yang bersedia ikut dalam misi luar angkasa ke Mars harus berdasarkan kesukarelaan atau menjadi relawan.
 
"Sukarela! kami pikir seperti itu. Jadi itu, berbasis sukarela. Anda tahu, Mars tidak berpenduduk, sehingga membutuhkan orang-orang kita," jelasnya.
 
Proyek ambisius 
 
Menghuni planet Merah merupakan proyek masa depan yang hingga kini probabilitasnya masih terus dipelajari melalui berbagai penelitian luar angkasa. Mars diyakini menyimpan jejak kehidupan yang bisa dihuni dan ditinggali ketika Bumi sudah penuh atau tak mampu lagi menampung lebih banyak manusia.
 
Untuk saat ini, sudah ada sejumlah pesawat ruang angkasa tanpa awak yang diluncurkan oleh berbagai negara, yang berhasil mendarat di Mars. Keberhasilan pendaratan itu sekaligus memberikan informasi kepada manusia di Bumi mengenai gambaran kondisi permukaan planet tersebut.
 
Mewujudkan angan migrasi manusia dari Bumi ke Mars juga menjadi salah satu ambisi besar Elon Musk. Dilansir dari Bloomberg melalui KOMPAS.com, Elon Musk menargetkan manusia akan mulai menjejakkan kaki di planet terdekat keempat dari Matahari itu paling cepat pada tahun 2026. 
 
Ahli sebut terlalu berisiko 
 
Para ahli menyebut, target tersebut masih terlalu dini, karena masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai perjalanan luar angkasa.
 
Elon Musk pun mengakui bahwa rencananya untuk memindahkan sebagian masyarakat Bumi ke Mars memiliki risiko yang tinggi. "Sejujurnya, sejumlah orang mungkin akan mati pada permulaan," ungkapnya pada sebuah wawancara dengan pendiri X Prize Foundation, Peter Diamandis.
 
Ada berbagai ancaman yang mungkin akan dihadapi oleh manusia ketika menghuni Mars. Pertama, jarak dari Bumi ke Mars terlalu jauh untuk sebuah perjalanan ruang angkasa. Setidaknya, butuh waktu 6-9 bulan perjalanan, sehingga manusia yang melakukannya berisiko terekspos suar Matahari dan mati sebelum tiba di tujuan.
 
Kedua, adanya badai debu yang mungkin terjadi mengingat sebagian besar wilayah Mars terdiri dari debu. Badai yang besar pun dapat menghalangi sinar matahari menjangkau permukaan Mars.
 
Profesor di University of Michigan, Nilton Renno mengatakan bahwa saat kondisi itu terjadi, permukaan Mars akan gelap seperti tengah malam selama 2 bulan.
 
"Jika Anda di sana dengan panel surya, kemungkinan terbesarnya Anda tidak bisa bertahan," kata Renno. Terakhir adalah masalah suplai makanan, air, dan oksigen sebagai kebutuhan utama manusia untuk bisa bertahan hidup. (kompas.com)

Tags