Jul 02, 2022 15:10 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo di KTT G7.
    Presiden RI Joko Widodo di KTT G7.

Dinamika di negara-negara Asia Tenggara pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting termasuk pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di KTT G7.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi kedua KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin (27/6) waktu setempat, menekankan bahwa ratusan juta rakyat di negara berkembang terancam kelaparan dan jatuh ke jurang kemiskinan akibat krisis pangan yang timbul sebagai dampak perang.

"Presiden antara lain menyampaikan bahwa rakyat di negara berkembang terancam kelaparan dan jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers yang diberikan secara virtual melalui akun YouTube dan disaksikan dari Jakarta, Selasa.

Menlu Retno Marsudi mengatakan Presiden Jokowi dalam pernyataannya mencatat ada 323 juta orang pada 2022 menghadapi kerawanan pangan akut, berdasarkan data dari UN World Food Programme.

Padahal pangan merupakan permasalahan hak asasi manusia yang paling mendasar, kata Presiden Jokowi. Perempuan dan keluarga miskin menjadi pihak yang paling terkena dampaknya akibat kekurangan pangan.

Oleh karena itu, Presiden meminta negara-negara G7 dan G20 dapat berupaya bersama dalam mengatasi krisis pangan.

"Di akhir sambutannya di sesi kedua, Presiden menegaskan bahwa (negara) G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi krisis pangan ini mulai sekarang," kata Menlu Retno.

Selain menghadiri KTT G7 sebagai partner countries, Presiden Jokowi juga melakukan sekitar sembilan pertemuan bilateral dengan pimpinan negara diantaranya India, Prancis, Kanada, Jerman, Inggris, Jepang, Uni Eropa, serta pejabat IMF.

Isu terkait rantai pasok pangan dunia pun tidak luput dibahas oleh Presiden Jokowi di hampir semua pertemuan bilateral itu.

Menurut Kepala Negara, dunia tidak memiliki waktu yang panjang untuk menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan yang disebabkan dari kelangkaan dan kenaikan harga komoditas pangan serta pupuk.

Dalam sejumlah pertemuan bilateral itu, Presiden Jokowi sangat jelas membawa suara negara-negara berkembang, sebagai yang paling terdampak krisis pangan dari perang di Ukraina.

"Jika dunia tidak bersatu untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka yang paling merasakan dampaknya adalah ratusan juta atau bahkan miliaran penduduk negara berkembang," kata Presiden Jokowi seperti dikutip Menlu Retno Marsudi.

Presiden Joko Widodo akan dorong G7 cari solusi krisis pangan-energi

Presiden Joko Widodo pada Minggu pagi bertolak ke Jerman untuk menghadiri KTT G7 atau G7 Summit for Partner Countries

yang digelar di Elmau, Jerman pada 26-27 Juni 2022, termasuk membahas solusi untuk krisis pangan dan energi dunia.

Saat memberikan keterangan pers terkait kunjungan kerja ke luar negeri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, dia menjelaskan, dalam pertemuan itu, Indonesia diundang sebagai negara mitra dalam KTT G7 dan sebagai ketua G20.

"Yang pertama, akan ke Jerman untuk menghadiri KTT G7, di mana kita di sini adalah sebagai negara mitra dari G7 dan juga diundang untuk menghadiri KTT G7 ini sebagai Ketua Presidensi G20," kata dia, dalam keterangan pers yang disaksikan secara virtual dari Jakarta, Minggu.

Adapun masalah pangan dan rantai pasokan menjadi salah satu pembahasan dalam KTT G7 itu. "Di sini kita akan mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi yang sedang melanda dunia," kata dia.

Selain mengikuti KTT, dia juga akan melakukan pertemuan-pertemuan bilateral dengan para pimpinan negara-negara anggota G7 dan negara mitra lain yang turut hadir.

Indonesia bersama India, Senegal, Argentina, dan Afrika Selatan menerima undangan untuk menghadiri pertemuan itu.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, negara-negara peserta G7 juga akan mendorong perdamaian di Ukraina dan Rusia, dan juga mengakui solusi atas perang antara Rusia-Ukraina memang tidak mudah. Oleh karena itu, Indonesia pun akan mengajak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, membuka ruang dialog.

Setelah menghadiri KTT G7, Jokowi dan rombongan dijadwalkan menyambangi Zelenskyy dan Putin secara terpisah di Kiev dan Moskow untuk meminta agar perang dihentikan, demi membangun perdamaian dunia.

"Dengan misi yang sama, saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," kata dia.

Jika biasanya keberangkatan presiden dan petinggi lain dilaksanakan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur maka sejak beberapa waktu lalu dialihkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena landas pacu dan beberapa instalasi lain pangkalan udara TNI AU itu sedang direnovasi secara mendasar. (Antaranews)

Presiden: RI Memulai Misi Perdamaian dengan Niat Baik

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia memulai misi perdamaian ke Ukraina dengan niat baik.

Dalam unggahan di akun resmi media sosial Instagram @jokowi dikutip di Jakarta, Rabu, Presiden telah berangkat dari Peron 4 Stasiun Przemysl Glowny, Przemysl, Polandia, bersama rombongan terbatas menuju Kyiv, Ukraina.

"Kami memulai misi perdamaian ini dengan niat baik. Semoga dimudahkan," tulisnya.

Presiden Jokowi dan rombongan naik kereta luar biasa yang disiapkan oleh pemerintah Ukraina, seperti juga digunakan oleh pemimpin negara yang berkunjung ke Ukraina beberapa waktu lalu.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan diperkirakan waktu tempuh 12 jam perjalanan dengan kereta api dan tiba di Kyiv pada hari Rabu waktu setempat.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam rombongan terbatas adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Di Kyiv, Presiden Jokowi dijadwalkan untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Jokowi menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Ukraina.

Presiden Jokowi mengemban misi untuk membangun dialog, menghentikan perang, dan membangun perdamaian dalam lawatannya ke Ukraina yang sedang berkonflik dengan Rusia.

Setelah dari Kyiv, Presiden juga akan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Menlu Retno Marsudi dalam keterangannya di Munich, Jerman, sebelum keberangkatan ke Polandia, mengatakan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina.

Komunikasi intensif telah dilakukan Menlu, di antaranya terhadap Presiden Palang Merah Internasional, The United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN-OCHA), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Menteri Luar Negeri Turki, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa selain dengan pihak Ukraina dan Rusia.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, saya juga melakukan komunikasi intensif dengan beberapa pihak dalam rangka kunjungan Presiden ke Ukraina dan ke Rusia. Tentunya komunikasi juga terus kami lakukan dengan Ukraina dan Rusia sendiri," kata Retno.

Presiden Jokowi bawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Ukraina

Presiden RI Joko Widodo turut membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Ukraina, dalam kunjungannya ke Kiev, Ukraina untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam misi perdamaian.

Berdasarkan foto yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu, tampak bantuan kemanusiaan itu dikemas dalam kotak-kotak putih bertuliskan "Indonesia Humanitarian Aid to the people of Ukraine".

Tidak diketahui apa isi dari bantuan kemanusiaan tersebut. Namun, bantuan itu diperkirakan akan diserahkan Presiden Jokowi kepada Presiden Zelensky saat pertemuan keduanya nanti.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi beserta rombongan terbatas berangkat menuju Kiev, Ukraina, menggunakan kereta dari Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia, pada Selasa (28/6), pukul 21.15 waktu setempat.

Kepala Negara dan rombongan menggunakan Kereta Luar Biasa yang disiapkan oleh pemerintah Ukraina, seperti juga digunakan oleh pemimpin negara yang berkunjung ke Ukraina beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi akan bertemu Presiden Zelensky untuk mengupayakan perdamaian antara Ukraina dengan Rusia. (Antaranews)

Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memulai kunjungan ke Ukraina dengan meninjau Kompleks Apartemen Lipky di Kota Irpin. Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi.

Menurut keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jokowi melihat puing-puing apartemen yang rusak akibat serangan rudal. Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Wali Kota Irpin Alexander Grigorovich.

"Saya didampingi oleh Wali Kota Irpin dan Deputi Wali Kota Irpin meihat kerusakan yang terjadi di Kota Irpin akibat perang," kata Jokowi, Rabu (29/6/2022) seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Jokowi mengaku sedih melihat sejumlah bangunan yang rusak terhantam rudal akibat perang yang sudah terjadi dalam empat bulan terakhir. Kehancuran pun telah menyebabkan korban jiwa.

"Sangat menyedihkan sekali banyak rumah-rumah yang rusak kemudian juga infrastruktur yang rusak," kata Jokowi.

Jokowi berharap agar perang yang terjadi selama ini bisa segera dihentikan dan tidak ada lagi kota-kota di Ukraina yang rusak akibat perang.

"Kita harapkan tidak ada lagi kota-kota yang rusak di Ukraina akibat perang," ujar Presiden Jokowi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga mendampingi Jokowi dan Iriana ketika meninjau Kota Irpin.

Jokowi sendiri diagendakan untuk berkunjung ke Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraina di Kota Kyiv.

Pada siang harinya, Jokowi akan ke Istana Maryinsky untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Presiden Jokowi kemudian bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pertemuan mereka digelar di Istana Maryinsky, Kyiv.

Dikutip dari detikNews, pertemuan mereka dilakukan pada Rabu (29/6/2022) sekitar pukul 15.00 WIB waktu setempat. Jokowi datang dengan didampingi Menlu Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Keduanya sempat melakukan foto bersama sebelum melakukan pertemuan.   Lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dalam rangka misi perdamaian.

Malaysia Targetkan 900.000 Kunjungan Turis Muslim di 2022

ementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC) Malaysia menargetkan kunjungan 900.000 turis Muslim ke Malaysia selama 2022.

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Nancy Shukri mengatakan target itu dapat dicapai dengan secara agresif dan proaktif mempromosikan Malaysia sebagai tujuan wisata ramah Muslim di tingkat nasional dan internasional.

“Setelah perbatasan negara dibuka kembali pada 1 April, MOTAC telah mengadakan serangkaian kunjungan kerja untuk mempromosikan produk pariwisata Malaysia, termasuk pariwisata Islam di luar negeri,” katanya dikutip Bernama, Jumat.

Selain itu, MOTAC akan mengidentifikasi kegiatan tambahan yang dapat dilakukan di 6.000 masjid nasional sebagai nilai tambah promosi yang ada, ujar dia setelah meluncurkan Islamic Tourism Week 2022 yang diselenggarakan Islamic Tourism Center (ITC).

Hingga April, total sudah 460.000 turis Muslim dilaporkan tiba di negara itu.

Malaysia menargetkan kedatangan 230 juta turis Muslim pada 2028 dengan proyeksi pendapatan 225 miliar dolar AS (sekitar Rp3,33 kuadriliun).

Nancy mengatakan dengan Muslim yang menjadi mayoritas penduduk negara itu, ketersediaan fasilitas ramah Muslim menjadi salah satu faktor yang menarik wisatawan Muslim untuk mengunjungi Malaysia.

“Wisatawan Muslim juga tidak perlu meragukan status kehalalan makanan di negara kita,” ujar dia.

Malaysia mencatat 5,3 juta kedatangan turis Muslim pada 2019, dengan pendapatan 16,72 miliar ringgit Malaysia (sekitar Rp56,31 triliun). (Antaranews)  

Pemerintah Malaysia Pastikan Inflasi tetap Rendah Terkendali

Pemerintah Malaysia akan berusaha menjaga tingkat inflasi di negara itu tetap rendah dan terkendali untuk memastikan kesejahteraan keluarga Malaysia, kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Khusus Jihad Melawan Inflasi Annuar Musa.

Annuar, yang juga merupakan Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, mengatakan mereka akan memperhatikan semua harga barang dan jasa yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan laju inflasi, selain ayam, telur, dan minyak goreng.

“Kami juga memberikan jaminan bahwa kami akan terus mengambil pendekatan proaktif untuk mengendalikan dan menjaga inflasi negara pada tingkat yang rendah dan terkendali,” kata Annuar, seperti dikutip Bernama, Kamis.

Annuar mengatakan pembentukan satgas juga akan memperkuat kerja sama antar berbagai instansi dan akan diperluas jika diperlukan.

Tugas utama Satgas Khusus tidak terbatas pada kementerian anggota karena lebih banyak menteri akan diundang ke dalam satgas jika ada masalah yang relevan dengan mereka.

“Beberapa instansi juga akan diikutsertakan, seperti Bank Negara Malaysia (BNM), Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan kelompok konsultan yang memiliki keahlian untuk memberikan pandangan dan saran kepada satgas ini, terutama mengenai langkah-langkah yang dapat diambil,” katanya.

Annuar mengatakan meskipun tingkat inflasi di seluruh dunia sedang meningkat, Malaysia masih termasuk negara dengan tingkat inflasi terendah, yaitu sebesar 2,8 persen.

“Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa ini adalah hasil dari komitmen pemerintah dalam menerapkan langkah pengendalian harga, terutama untuk barang-barang kebutuhan pokok dengan pemerintah memberikan beberapa subsidi,” ujar dia.

Tahun lalu di Parlemen, pemerintah telah menyetujui subsidi total RM33 miliar ringgit Malaysia (RM) atau setara Rp111,92 triliun untuk 2022.

Tetapi karena melihat tren kenaikan harga, Kementerian Keuangan (MOF) telah memproyeksikan subsidi aktual lebih dari RM70 miliar atau setara Rp237,39 triliun.

“Artinya, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan pemberian subsidi untuk barang-barang tertentu agar masyarakat tidak terkena dampak inflasi yang parah,” katanya.

Satuan Tugas Khusus Jihad Melawan Inflasi melakukan rapat pertama, yang dihadiri juga oleh Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen Alexander Nanta Linggi dan Sekretaris Utama Pemerintah Mohd Zuki Ali.

Rabu (29/6), Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengumumkan bahwa Kabinet telah setuju untuk membentuk satuan tugas khusus untuk membantu keluarga Malaysia menghadapi kenaikan biaya hidup.

Ismail Sabri mengatakan tugas utama Satgas Khusus adalah mengumpulkan semua informasi dari kementerian, lembaga, dan masyarakat, serta merumuskan strategi dan mengoordinasikan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan inflasi, terutama dalam mengendalikan kenaikan harga secara lebih efisien dan efektif. (Antaranews)

Marcos Jr Dilantik Menjadi Presiden ke-17 Filipina

Ferdinand Marcos Jr, 64 tahun dilantik sebagai presiden ke-17 Filipina pada Kamis (30/6/2022) menandai kembalinya dinasti politik yang pernah berkuasa 36 tahun lalu.

Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr adalah putra mendiang diktator Filipina, Ferdinand Marcos. Dia telah memenangi pemilu pada Mei 2022 dengan telak, dan mencapai kemenangan terbesar sejak ayahnya digulingkan oleh kebangkitan rakyat pada 1986.

Marcos Jr dilantik sebagai presiden ke-17 menggantikan Duterte dan akan menjabat untuk periode enam tahun. Pelantikan tersebut dilakukan dengan pengawalan yang ketat.

Sebelum pelantikan, diselenggarakan pawai gabungan militer dan sipil terlebih dahulu. Wakil-wakil dari negara-negara ASEAN yang umumnya diwakili utusan khusus setingkat menteri, Amerika Serikat, dan lain-lain hadir dalam acara tersebut.

Tags