Aug 09, 2022 09:53 Asia/Jakarta
  • Kemlu Indonesia Kecam Serangan Rezim Zionis ke Gaza

Kementerian Luar Negeri Repubk Indonesia mengecam serangan Israel ke Palestina di Gaza beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan pers tertulis pada Minggu, 7 Agustus 2022, Indonesia menyoroti dampak agresi yang mengakibatkan kematian warga sipil, termasuk anak-anak.

"Indonesia mendorong PBB segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan tindakan kekerasan dan agresi tersebut, guna menghindari semakin banyaknya korban serta memburuknya situasi," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri RI kemarin.

 

Kantor informasi pemerintah di Jalur Gaza mengumumkan bahwa serangan militer rezim Zionis Israel selama tiga hari telah menyebabkan 45 warga Palestina gugur syahid dan ratusan lainnya terluka.

Serangan militer Zionis juga menyebabkan 18 unit rumah hancur total dan 71 unit lainnya rusak parah dan tidak bisa lagi untuk ditinggali. 1.675 unit rumah lainnya rusak sebagian, namun dapat dihuni setelah kerusakan diperbaiki.

 

Jet-jet tempur rezim Zionis membombardir daerah-daerah di Gaza mulai Jumat malam, yang mendapat tanggapan dari kelompok-kelompok perlawanan. 360 warga Palestina dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

Akhirnya, ratusan rudal kelompok perlawanan Palestina yang ditembakkan ke wilayah pendudukan telah memaksa rezim Zionis untuk menerima perjanjian gencatan senjata pada Minggu malam pukul 23.30 waktu setempat dengan mediasi Mesir dan Qatar.

Serangan Zionis di Gaza menuai gelombang kecaman di tingkat internasional, terutama di dunia Islam. Negara-negara, para pejabat, dan para tokoh menekankan perlunya penghentian serangan tersebut, dan tanggung jawab Israel atas kejahatan mengerikan ini

RS Indonesia di Gaza Bantu Warga Palestina Korban Serangan Israel

Rumah sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian utara, turut membantu menangani puluhan warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel.

Seperti dilansir ANTARA Senin 8 Agustus 2022, organisasi sosial kemanusiaan MER-C dalam keterangannya yang diterima di Jakarta melaporkan bahwa sejak Israel memulai serangan pada Jumat, RS Indonesia menangani sedikitnya 8 korban meninggal dan 54 korban luka-luka.

Reza Aldilla Kurniawan, seorang relawan MER-C di Gaza, melaporkan bahwa Ruang instalasi gawat darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia di Bayt Lahiya setelah serangan terjadi. Ruang IGD RS Indonesia itu terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai tingkat keparahan luka yang segera memerlukan pertolongan medis.

Selain IGD, ruang jenazah RS Indonesia juga menjadi tempat yang ramai didatangi warga Gaza. “Mereka adalah para keluarga korban yang tewas atau warga Gaza yang ingin melihat anggota keluarga atau kerabat yang menjadi korban.”

Reza juga menyampaikan bahwa selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis. Ini merupakan tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia.

Dia mengatakan bahwa keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat penting terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian utara untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medisarga terlihat menunggu di depan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, 4 Januari 2016. Dua klinik yang didanai asing rencananya akan didirikan tahun ini. 

Sejak dibuka pada akhir 2015, hingga saat ini MER-C masih terus melakukan pengembangan di RS Indonesia, baik dari sisi bangunan yang sudah menjadi empat lantai maupun peralatan medis yang terus dilengkapi secara bertahap sesuai kebutuhan warga Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban akibat serangan Israel di Gaza hingga Ahad malam pukul 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka. Wanita, lansia bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran serangan Israel.(PH)

Tags