Sep 20, 2022 09:08 Asia/Jakarta
  • Indonesia Dukung Langkah PBB Amankan Pasokan Pangan Global

Pemerintah Indonesia menyambut baik langkah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui “Black Sea Initiative” untuk memastikan pengiriman pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina dan Rusia, yang sempat terganggu akibat perang.

Situs Antara hari Selasa melaporkan, dalam pertemuan dengan Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths di New York pada Senin (19/9), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya implementasi inisiatif tersebut, terutama untuk membantu negara berkembang mengamankan pasokan pangan dan pupuk untuk rakyatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Griffiths menyampaikan kepada Retno beberapa informasi terkini terkait ekspor gandum dari Rusia, demikian keterangan tertulis Kemlu RI pada Selasa.

Komunikasi Retno dengan Griffiths secara regular dilakukan dari sejak awal dampak pangan dirasakan akibat terjadinya perang di Ukraina. Komunikasi intensif juga dilakukan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kiev dan Moskow pada akhir Juni lalu.

Pengiriman gandum dari Ukraina dilakukan dengan mediasi PBB dan Turki pada akhir Juli.

Pengiriman gandum pertama menuju Afrika di bawah kerangka Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam sejak invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pengiriman tersebut dibiayai dengan donasi dari Program Pangan Dunia PBB, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan sejumlah donatur swasta.

Sebanyak 16 kapal telah diberangkatkan dari Ukraina sejak ada kesepakatan dengan Rusia untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.

Ekspor tersebut telah dihentikan selama lima bulan akibat perang.

Kesepakatan itu tercapai bulan lalu di tengah kekhawatiran bahwa hilangnya pasokan biji-bijian dari Ukraina akan memicu kelangkaan pangan parah dan bahkan kelaparan di beberapa kawasan di dunia.

Ukraina masih menyimpan sekitar 20 juta ton biji-bijian dari sisa panen tahun lalu, sementara panen tahun ini juga diperkirakan akan menghasilkan 20 juta ton.

Sejauh ini sebagian besar pengiriman di bawah kesepakatan itu telah mengangkut biji-bijian untuk pakan ternak atau bahan bakar.

Berdasarkan perjanjian PBB itu, semua kapal akan diperiksa di Istanbul oleh Pusat Koordinasi Gabungan yang dijalankan oleh para petugas dari Rusia, Ukraina, Turki dan PBB.(PH)

Tags