Sep 28, 2022 10:19 Asia/Jakarta
  • Indonesia Dukung Konektivitas Universal Anggota ITU

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia menyatakan negaranya bertekad memperjuangkan konektivitas yang universal dan bermanfaat bagi seluruh warga negara anggota International Telecommunication Union (ITU).

Situs Antara mengutip siaran pers Kominfo RI hari Rabu melaporkan, Menteri Kominfo Johnny G. Plate di acara ITU Plenipotentiary Conference 2022 (PP 22), Bucharest, Rumania mengatakan, "Indonesia bertekad dukung konektivitas universal dan bermanfaat," 

Konektivitas yang universal dan bermanfaat adalah hal penting di tengah dinamika dunia, yang sedang menghadapi masa depan baru pemulihan pascapandemi COVID-19.

"Hari ini, kami bekerja menuju tujuan tersebut, karena hal ini berarti sama dengan berkontribusi pada pencapaian ITU Strategic Goals dan Connect 2030 Agenda," kata Johnny.

Menteri Johnny menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengurangi kesenjangan digital di dunia karena lonjakan penggunaan internet terus terjadi.

Menteri Johnny juga memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia untuk memperkecil kesenjangan digital.

Indonesia sekarang sedang menggelar kabel serat optik sepanjang 460.000 kilometer di darat dan bawah laut untuk menghubungkan titik-titik yang belum terkoneksi.

Indonesia juga sedang menyelesaikan sekitar 65 persen target pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G untuk memenuhi kebutuhan ribuan desa di wilayah nonkomersial atau daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

"Pada kuartal kedua 2023 tahun depan, kami akan meluncurkan dua unit High Throughput Satelit Geo Earth Orbit dengan kapasitas 150 Gbps untuk mendukung akses internet di lebih dari 150.000 fasilitas umum di daerah 3T," kata Johnny.

Dengan pembangunan infrastruktur TIK secara besar-besaran, Johnny mengharapkan Indonesia dapat berkontribusi memudahkan akses bagi 2,7 Miliar manusia yang belum terhubung internet.

Konferensi PP-22 merupakan badan pembuat keputusan tertinggi ITU. Pertemuan tingkat tinggi itu diikuti 193 nevara anggota, yang akan menyepakati rencana strategis dan keuangan, kepemimpinan, dan arahan ITU untuk empat tahun ke depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengapresiasi inisiatif International Telecommunication Union (ITU) dalam gelaran Digital Economy Working Group (DEWG) G20.

"Indonesia sangat menghargai dukungan dari ITU khususnya pada inisiatif Smart Village dan Smart Island sebagai salah satu deliverable nyata DEWG," kata Johnny di acara ITU Plenipotentiary Conference 2022 (PP 22), Bucharest, Rumania, dalam siaran pers diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam acara tersebut, Indonesia menyampaikan penghargaan kepada ITU yang terlibat aktif dalam menyukseskan DEWG G20, khususnya dalam penyusunan concrete deliverable.

Dalam konteks forum Presidensi G20, Indonesia selaku tuan rumah untuk penyelenggaraan tahun ini memberikan perhatian kepada masyarakat dunia yang tidak terlayani di ruang digital.

Presidensi G20 Indonesia menggelar pertemuan Digital Economic Ministerial Meeting (DEMM) di Bali pada 29 Agustus sampai 5 September. Anggota G20 dalam acara tersebut mencapai kesepakatan yang komprehensif sesuai tiga isu prioritas yang diusung DEWG.

Ketiga isu prioritas itu adalah konektivitas dan pemulihan pascapandemi COVID-19, keterampilan dan literasi digital; dan aliran data bebas dengan kepercayaan dan data lintas batas atas dasar inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.(PH)

 

Tags