Sep 18, 2019 19:50 Asia/Jakarta
  • Peringatan ASEAN Day di Tehran.
    Peringatan ASEAN Day di Tehran.

ASEAN Tehran Committee (ATC) yang diketuai Indonesia menggelar Resepsi Diplomatik memperingati HUT ASEAN ke-52 di Parsian Azadi Hotel di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran. Acara yang diselenggarakan pada Rabu (18/9/2019) siang itu, dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif sebagai tamu kehormatan.

Peringatan HUT ASEAN ke-52 di Tehran dibuka oleh Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Iran Octavino Alimudin selaku Ketua ATC dan dilanjutkan sambutan oleh Menlu Iran.

Zarif dalam sambutannya mengatakan, dunia akan menjadi lebih baik melalui kerja sama dan interaksi konstruktif. Dia menegaskan, pihak asing tidak akan pernah mendukung kita dan mereka juga tidak akan pernah menciptakan keamanan untuk kita. Pihak asing tidak akan pernah membawa kemakmuran untuk kita, dan jika kita ingin pihak asing menghormati kita, maka kita harus saling menghormati di antara kita.

"Di masa sekarang, di mana multilateralisme berada di bawah ancaman, dan unilateralisme membahayakan pencapaian kita selama beberapa dekade terakhir, maka pertemuan ini merupakan tanda harapan, di mana sekelompok anggota penting ASEAN yang penuh semangat dan sukses berkumpul untuk memikirkan dan mengagendakan masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk warga negara mereka sendiri tetapi juga untuk masyarakat global pada umumnya, " kata Zarif.

Menurutnya, ASEAN yang sekarang ini merayakan hari jadinya yang ke-52 adalah pelajaran berharga untuk datang bersama dan bersinergi untuk meraih kemajuan. 

"ASEAN telah memberikan contoh yang baik kepada negara-negara lain. Alih-alih saling berkonfrontasi satu dengan lainnya, mereka saling berdampingan dan berkegiatan bersama, sehingga semua hal, baik secara individu maupun kolektif akan bisa dikerjakan dengan lebih baik, terutama mengenai kawasan, di mana sejumlah pihak membeli keamanan dari asing, bahkan ada sebagian berusaha agar dirinya bergantung pada asing," imbuhnya.

Menlu Iran mengatakan, penting untuk membuktikan bahwa bekerja dengan masyarakat sendiri dan tetangga akan membawa kesuksesan  yang jauh lebih baik. Kami di Iran sangat menghormati negara-negara ASEAN, dan kami menghargai pencapaiannya.

"Jika Anda ingin pihak lain menghormati Anda, maka Anda harus menjaga untuk saling menghormati diri Anda sendiri, dan ASEAN adalah contoh dari bentuk penghormatan ini. Kami ingin memiliki kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara ASEAN. Oleh sebab itu, adalah suatu kehormatan bagi saya karena saya telah pergi ke Singapura untuk menandatangani Perjanjian Amity dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC) dan mengumumkan keanggotaan Iran dalam perjanjian persahabatan ini. Ini adalah pertanda bagus untuk lebih dekat dengan sahabat-sahabat kami," tuturnya.

Menlu Iran menegaskan, kami ingin memperluas kerja sama dalam kerangka TAC ini sehingga kami dapat  memperkuat kerja sama kami dengan organisasi-organisasi regional.

Zarif lebih lanjut menyinggung kehadiran sekretaris jenderal Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) dalam acara tersebut dan mengatakan, kehadirannya di sini menunjukkan pentingnya ECO untuk kerja sama dengan negara-negara Asia dan organisasi-organisasi penting regional, di mana  kerja sama dengan mereka bisa berkontribusi pada perdamaian, pengembangan dan keamanan bagi kita semua. 

"Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa pandangan Republik Islam Iran adalah kerja sama dan keterlibatan positif. Kami yakin bahwa melalui kerja sama dan keterlibatan konstruktif, dunia bisa menjadi lebih baik. Kehadiran saya di sini hari ini adalah penghargaan untuk pencapaian sahabat-sahabat  kami di ASEAN.  Pada saat yang sama, saya ingin memohon kepada sahabat-sahabat dan tetangga kami di kawasan untuk tahu bahwa tidak ada yang mencegah kita untuk membangun kerja sama di antara kita sendiri, dan tidak ada yang mencegah kita untuk bergabung bersama ketimbang bekerja untuk saling melawan," tuturnya.

"Orang lain (pihak asing) tidak akan pernah melindungi kita. Orang lain tidak akan pernah memberikan keamanan kepada kita. Dan orang lain tidak akan pernah memberikan kesejahteraan. Kita harus menghargai diri sendiri. Jika kita ingin orang lain menghormati kita, kita harus menjadi mitra satu sama lain," pungkasnya.

Indonesia, dalam hal ini Dubes RI untuk Iran Octavino Alimudin menjadi Ketua ATC periode Juli-Desember 2019 setelah menerima penyerahan Kepemimpinan ATC dari Dubes Vietnam untuk Iran Nguyen Manh Hien pada 3 Juli 2019.

Menurut Ketua ATC,  peringatan ASEAN Day merupakan bagian dari kegiatan ATC. Setelah ini, ATC akan menggelar pertemuan reguler pada November 2019. Kegiatan bersama seperti ini bisa terwujud melalui Working Group.  

Kegiatan sosial budaya seperti partisipasi ASEAN dalam Pameran Gastronomi di Tehran dan penyelenggaraan Festival Film ASEAN juga telah diagendakan ATC.

"Saat ini kita juga sedang menjajaki kemungkinan untuk mengadakan kegiatan bersama di bidang kebudayaan. Kebudayaan negara-negara anggota ASEAN dengan Iran ini sangat dekat. Kita banyak yang menjadi negara dengan penduduk mayoritas Muslim, sementara Iran pun sangat menghormati adat istiadat, khususnya dari kita yang berada di Asia Tenggara," kata Octavino di sela-sela acara tersebut.

Menurutnya, ATC pada awalnya memang dibentuk untuk mendekatkan hubungan antara negara-negara Anggota ASEAN dengan Iran. Hal ini mengingat tidak semua masyarakat Iran mengenal negara-negara anggota organisasi ini. Kegiatan ATC di Iran juga mewakili 10 negara anggota ASEAN lainnya.

"Pendekatan yang paling mudah adalah melakukan kegiatan bersama di bidang kebudayaan. Setelah itu, dari segi bilateral, hubungan antara pemerintah, baik itu secara individu maupun secara keseluruhan dengan organisasi ASEAN, ini sangat didominasi oleh hubungan ekonomi. Jadi kita juga mendorong kerja sama ekonomi, meskipun awalnya dilakukan kerja sama kebudayaan," imbuhnya.

Menurut Octavino, partisipasi dalam Diplomatic Games yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Iran dengan membawa bendera ASEAN merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan bahwa ASEAN memiliki satu personalitas, satu pribadi yang bisa berdiri sendiri di samping tentunya enam negara anggota ASEAN pun juga bisa ikut berpartisipasi secara individu.

Ketua ATC itu menuturkan, untuk semua masyarakat ASEAN, apakah itu dari Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam, marilah kita sama-sama menunjukkan jati diri kita sebagai satu organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang kompak, di mana seperti yang disampaikan oleh Menlu Iran bahwa mereka melihat ASEAN itu sangat solid sehinga perlu belajar dari ASEAN.

Untuk itu, lanjut Octavino, ASEAN bisa menjadi satu kawasan yang satu sama lain menghormati. Jadi kita pun di sini, apakah kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) atau negara anggota ASEAN lainnya, kita bisa menunjukkan kekompakan lainnya dalam berbagai kegiatan dan event. Oleh karena itu, semua warga negara anggota ASEAN yang ada di Iran jangan sungkan-sungkan untuk saling berinteraksi sehingga persatuan kita semakin kuat dan utuh.

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) pada tanggal 8 Agustus 2019 merayakan hari jadinya yang ke-52 tahun. ASEAN merupakan organisasi geo-politik dan ekonomi kerjasama internasional antar negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara.

Sejarah ASEAN pertama dibentuk di tahun 1967 dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok oleh 5 negara pendiri ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pada tanggal 7 Januari 1984 ASEAN mendapat anggota baru yaitu Brunei Darussalam dan disusul oleh Vietnam sebagai anggota baru ASEAN yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Hingga sampai saat ini, negara-negara yang ikut bergabung menjadi anggota ASEAN berjumlah 10 negara, terdiri dari semua negara di kawasan Asia Tenggara, kecuali Timor Leste dan Papua Nugini.

Tujuan dari organisasi ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, mengembangkan kebudayaan, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. ASEAN juga bertujuan mempromosikan studi Asia Tenggara dan menjalin kerjasama dengan organisasi regional lain di dunia.

Berbagai situasi pernah mewarnai hubungan negara-negara yang bergabung dalam ASEAN, di mana hubungan dan kerjasama selama  ini telah berpengaruh terhadap kestabilan regional maupun internasional. Hal ini juga menjadi faktor penting sehingga terciptanya iklim yang baik bagi investasi dan pembangunan antar anggota ASEAN dan hubungan organisasi ini dengan negara-negara dunia.

Pada tanggal 2 Agustus 2018, ASEAN meratifikasi keanggotaan Iran dalam Perjanjian Amity dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC). Iran secara resmi bergabung dengan Perjanjian TAC disaksikan oleh Menlu Zarif di sebuah upacara di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-51 di Singapura. (RA)

Tags

Komentar