Des 10, 2019 11:41 Asia/Jakarta
  • kelompok teroris Abu Sayyaf
    kelompok teroris Abu Sayyaf

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan menuruti permintaan kelompok teroris Abu Sayyaf mengenai jumlah tebusan dan masih bernegosiasi dalam membebaskan tiga nelayan WNI dengan pemerintah Filipina.

"Ya kan minta tebusan Rp8,3 miliar kan, tapi kalau kita turuti tebusan terus, masa kalah sama perampok (teroris)," ujar Mahfud dilansir CNNIndonesia hari senin.

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia tak akan begitu saja menuruti kelompok Abu Sayyaf yang meminta tebusan sekitar Rp8,3 miliar.

"Sedang jalan nego-negonya untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan dan pembebasan tanpa mengorbankan satu jiwa pun, baik dari pihak penyandera maupun tersandera. Kita kan harus menyelamatkan," paparnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Filipina masih melakukan komunikasi intensif terkait upaya pembebasan tiga WNI yang disandera Abu Sayyaf.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta bantuan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte untuk membebaskan tiga nelayan WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di selatan Filipina.

Penyanderaan tiga nelayan itu diketahui publik lewat sebuah video di Facebook. Dalam video itu, para nelayan mengirim pesan agar Jokowi membebaskan mereka dengan membayar tebusan.

Ketiganya diculik kelompok teroris saat sedang melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah. Insiden itu terjadi pada 24 September 2019.(PH)

 

 

Tags

Komentar