Jan 19, 2020 12:26 Asia/Jakarta
  • Kelompok teroris Abu Sayyaf
    Kelompok teroris Abu Sayyaf

Penculikan warga negara Indonesia ( WNI) yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia di Perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia kembali terjadi.

Berdasarkan informasi tertulis dari Kepolisian Tambisan, Sabtu (18/1/2019), lokasi penculikan tidak jauh dari lokasi hilangnya Muhammad Farhan (27) dan kawan-kawan pada 23 September 2019, tepatnya di Perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.

Kali ini kejadiannya berlangsung pada Kamis (16/1/2019) pukul 20.00 waktu setempat.

Saat itu, kedelapan WNI ini menangkap ikan menggunakan kapal kayu dengan izin terdaftar nomor SSK 00543/F.

Kepolisian maritim Lahad Datu dalam keterangan tertulisnya mengungkap hasil interogasi terhadap ketiga WNI yang dilepaskan. Ketiganya menceritakan, saat sedang menangkap ikan didatangi enam orang bertopeng menggunakan kapal cepat.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyebut kapal nelayan WNI masuk ke perariran pada pukul 20.00, Kamis, 16 Januari 2020. Penculikan lantas terjadi pada 17 Januari keesokan harinya.

Anak buah kapal nelayan ini yang diculik

"Sebenarnya tanggal 16 masuk ke perairan tersebut, namun penculikannya tanggal 17," ujar Teuku Faizasyah. Sebagaimana dilaporkan Parstoday Indonesia mengutip Liputan6, Minggu (19/01/2020).

Para WNI itu bekerja di kapal Malaysia. Ada total delapan nelayan WNI yang disergap gerombolan penculik, tetapi tiga di antaranya diizinkan kembali pulang dan melaporkan kasus ini.

Pemerintah RI sangat menyesalkan berulangnya kasus penculikan awak kapal WNI di kapal ikan Malaysia di wilayah perairan Sabah. Menindaklanjuti kasus ini, pemerintah RI telah berkoordinasi dengan Filipina.

Karenanya, Faizasyah menyarankan WNI yang bekerja di perairan Sabah, Malaysa, tidak melaut terlebih dahulu.

Sebelumnya, Indonesia dan Filipina baru saja berkolaborasi membebaskan WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf. Namun, pihak Kemlu belum bisa memastikan jika kasus ini kembali dilakukan Abu Sayyaf meski penculik dikabarkan menuju perairan Filipina.

"Belum bisa dipastikan karena banyak kelompok di sana," ujar Jubir Kemlu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah mengetahui adanya penculikan WNI. Perwakilan Indonesia di Filipina juga sudah diberitahukan.

"Sesuai protap kita lakukan komunikasi (kepada KBRI Manila) untuk juga segera bergerak berdasarkan informasi awal yang kami terima dari sumber-sumber tadi," jelas Teuku. (Kompas/Detik/Liputan6)

Tags

Komentar