Jan 24, 2020 16:05 Asia/Jakarta
  • Virus Corona, Gejala dan Pencegahan

Baru-baru ini, Virus Corona terdeteksi di Kota Wuhan, Cina. Virus ini telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Ratusan warga Cina juga dilaporkan terinfeksi virus tersebut.

Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan, virus Corona pertama dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019. Menurut Ilmuwan Cina, virus ini memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang akibatnya bisa mematikan. Pihak berwenang Cina mengkonfirmasi bahwa virus ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Seperti dilansir Kompas mengutip CNET, Coronavirus berasal dari keluarga virus coronaviridae. Di bawah pantauan mikroskop, virus ini terlihat seperti cincin berduri. Biasanya virus ini ditemukan pada hewan mulai dari ternak hingga hewan peliharaan. Serta ditemukan pula pada kelelawar.

Saat virus tersebut menular ke manusia mereka akan menyebabkan demam, sakit pernafasan dan radang paru-paru. Orang dengan gangguan kekebalan seperti pada orang tua atau orang dengan HIV-AIDS kondisi ini akan semakin parah.

Virus ini termasuk virus yang kepatogenannya mendekati SARS dan MERS. Sebelumnya SARS saat awal tahun 2.000-an menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan mengakibatkan 800 kematian. Sedangkan MERS muncul awal 2010-an dan menginfeksi hampir 2.500 orang dan menyebabkan lebih dari 850 kematian.

Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan hingga saat ini belum ada obat untuk anti virus corona yang sedang melanda beberapa negara.

"Belum ada obat anti virusnya," kata dia di Jakarta, Jumat (24/1/2020) seperti dilansir Antaranews.

Ia mengatakan masyarakat yang terserang virus tersebut biasanya ditandai dengan beberapa hal, diantaranya batuk, pilek, demam panas, sesak napas, dan nyeri otot. dan gejalanya muncul dua hingga 14 hari setelah terpapar.

Meskipun demikian untuk mencegah virus tersebut menyebar, masyarakat disarankan beberapa hal yaitu cuci tangan menggunakan sabun atau air mengalir selama 20 detik atau dengan sanitizer alkohol.

Selanjutnya hindari mengusap mata, hidung, dan mulut sebelum cuci tangan. Menghindari kontak dengan pasien terjangkit virus, tinggal di rumah apabila sakit, tutup mulut maupun hidung saat bersin.

Ia mengatakan berdasarkan penelitian, kasus yang terjadi di Kota Wuhan Cina, sebanyak 763 orang yang sudah melakukan kontak erat dengan pasien corona. Awalnya tidak satu pun tertular.

"Awalnya kita kira penularan dari manusia ke manusia tidak ada, namun kemudian telah terjadi penularan dari manusia," ujar dia.

Kasus yang terjadi di Wuhan juga berawal dari masyarakat setempat mengkonsumsi ular. Setelah diteliti, ternyata ular tersebut memangsa kelalawar yang sudah terserang virus corona.

"Dari penelitian yang dilakukan, ular tersebut memangsa kelalawar, kemudian ular itu dimakan manusia sehingga terserang virus corona," ujar dia.

Saat ini, ujar dia, beberapa kota di Cina telah dikarantina sehingga akses transportasi yaitu bus, kereta api, pesawat dan sebagainya tidak boleh keluar. Kalau pun ingin keluar, harus memiliki izin khusus, namun sulit diperoleh.

Coronavirus baru menyebabkan gejala yang mirip coronavirus yang lainnya. Sejumlah besar masyarakat yang terinfeksi mengalami gejala pneumonia ringan, namun yang lain menunjukkan pneumonia yang parah.

Umumnya pasien akan mengeluhkan suhu tubuh tinggi, batuk kering, napas pendek atau kesulitan bernafas. Saat penyakit ini berkembang, pasien akan mengalami pneumonia yang menggelembungkan paru-paru. Saat dirontgen, paru-paru tersebut akan terlihat terisi cairan.

Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, WHO merekomendasikan serangkaian langkah yakni menjaga kebersihan tangan, kebersihan penafasan dan sejumlah cara seperti bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol, tutupi hidung dan mulut ketika batuk dan bersin dengan tisu,  hindari melakukan kontak dengan siapapun yang terkena flu, deman maupun gejala flu lain, masak daging dan telur sampai matang, kenakan perlindungan saat melakukan kontak dengan binatang liar ataupun binatang yang diternak atau dipelihara. 

Tags

Komentar