Feb 14, 2020 17:31 Asia/Jakarta
  • Memakai masker mencegah penyebaran virus corona
    Memakai masker mencegah penyebaran virus corona

Hingga hari Kamis (13/2/2020), belum ada kasus terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia.

Sementara, di seluruh dunia, tercatat lebih dari 60.000 kasus terkonfirmasi, dengan jumlah korban meninggal dunia lebih dari 1.600 orang.

World Health Organization (WHO) sempat mempertanyakan mengenai nol kasus virus corona di Indonesia.

WHO

Bahkan artikel yang dimuat di The Sydney Morning Herald dan the Age pada tanggal 31 Januari 2020 menyimpulkan bahwa Indonesia tidak terjangkit virus corona itu disebabkan karena Indonesia tidak melaporkan ada warganya yang terkena virus corona.

Mengapa tidak melaporkan? Karena Indonesia tidak mampu mendeteksi virus corona dan karena laboratorium medis di Indonesia tidak memiliki alat pengujian yang diperlukan untuk mendeteksi adanya virus itu, begitu kira-kira kesimpulan artikel itu.

Media barat juga memberitakan pengakuan turis Australia yang kecewa dengan pelayanan dokter di salah satu rumah sakit di Bali, misalkan tentang pelayanan yang lama, dokternya tidak pakai masker dan lain-lain. Lalu dengan sikap men generalisir menyimpulkan bahwa Indonesia tidak mampu menangani virus corona.

Ada juga peneliti dari Harvard University yang meyakini bahwa virus corona sebenarnya sudah masuk di Indonesia. Keyakinan itu berdasarkan pada perkiraan jumlah frekuensi penerbangan dari Wuhan ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Apalagi mengingat hubungan Indonesia dan Cina yang erat.

Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau agar kita tidak berlebihan menanggapi penelitian semacam ini karena belum diuji dengan penelitian lain, dan memang belum ada laporan virus corona masuk Indonesia. Namun demikian kita tentu tidak semena-mena menolak berita seperti itu, sebab hal itu bisa dipakai untuk bangsa ini mawas diri dan segera memperbaiki berbagai kekurangan.

Saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/02/2020), WHO Representative, Dr N. Paranietharan mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan dan sejumlah mitra di Indonesia melakukan pemantauan dan mempersiapkan sistem.

Menurut dia, Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk bersiap menghadapi penyebaran virus corona Wuhan, yang juga dikenal dengan COVID-19. Demikian hasil pantauan Parstodayid dari Kompas hari Jumat (14/02/2020).

Pemeriksaan ketat mencegah penyebaran virus corona

“Beberapa kegiatan saat ini sedang berlangsung, dari melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengamatan di pintu masuk di seluruh negeri, memastikan kapasitas laboratorium dan ketersediaan alat tes khusus, hingga melengkapi rumah sakit yang ditunjuk dengan fasilitas yang memadai untuk mengelola orang yang dicurigai dan / atau orang yang terinfeksi,” papar Paranietharan.

Paranietharan mengatakan, Indonesia saat ini telah memiliki alat tes yang diperlukan untuk melakukan tes khusus untuk mendeteksi infeksi coronavirus (COVID-19) dengan cepat.

“Seperti dilaporkan oleh Departemen Kesehatan semua sampel yang dikumpulkan dan diuji telah mengembalikan hasil negative pada 12 Februari 2020,” kata dia.

Menurutnya, metode PCR untuk deteksi virus corona COVID-19 adalah metode yang tepat.

Tags

Komentar